Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pariwisata dan Investasi Asing Pesat, Properti Bali Cerah di 2025

Pariwisata dan Investasi Asing Pesat, Properti Bali Cerah di 2025

  • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pasar properti Bali diproyeksikan akan terus berkembang pesat, baik untuk subsektor hunian maupun komersial. Salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan bisnis properti di Pulau Dewata adalah industri pariwisata yang semakin pesat. Pengembang optimistis kombinasi antara pariwisata yang berkembang dan peningkatan investasi asing akan terus memacu pertumbuhan harga properti di Bali.

Founder & CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck menyebutkan Bali kini menjadi destinasi investasi properti yang populer, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia. Meskipun diakuinya terdapat tantangan seperti perubahan regulasi dan masalah lingkungan.

“Daya tarik Bali sebagai tujuan wisata tetap menjadi faktor utama yang mendorong permintaan properti, baik dari wisatawan maupun investor global,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/11).

Johannes juga mencatatat adanya pergeseran minat wisatawan ke kawasan-kawasan baru di bagian barat Bali seperti Seseh, Kedungu, Cemagi, Nyanyi, dan Pererenan, yang membuka peluang baru bagi sektor properti di wilayah tersebut. Meskipun kawasan-kawasan yang lebih dahulu berkembang seperti Sanur, Seminyak, dan Ubud masih menjadi primadona, karena generasi mudalebih tertarik pada lokasi-lokasi yang lebih hijau dan terhubung dengan alam Bali.

Selain itu, menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur di Bali, seperti proyek Bali Urban Subway, diharapkan dapat mendorong peningkatan harga properti di daerah yang dilalui jalur transportasi publik tersebut. Pengalaman dari kota-kota yang telah memiliki fasilitas MRT atau LRT menunjukkan adanya lonjakan harga properti di kawasan yang terhubung dengan transportasi publik.

Johannes memperkirakan tahun 2025 akan menjadi tahun pertumbuhan bagi sektor properti Bali. Peningkatan minat investasi dari pembeli domestik dan internasional, serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi properti, menjadi faktor pendukung utama. Bali dikenal memiliki daya tarik yang luarbiasa berkat keindahan alam, kekayaan budaya, dan infrastruktur yang terus berkembang.

“Kini, Bali juga menjadi pusat gaya hidup global, menarik wisatawan dan profesional internasional yang mencari hunian jangka panjang,” imbuhnya.

OXO telah memulai pembangunan konstruksi (groundbreaking) proyek OXO The Residences. Properti berupa villa eksklusif tersebut pertama kali diperkenalkan ke pasar pada 8 Juni 2024, dan saat ini keseluruhan 40 unit villa telah habis terjual (sold out). Unit villa di proyek tersebut dijual dengan harga mulai Rp8 miliar hingga Rp16 miliar per unit.

“Dengan prospek pasar yang diperkirakan makin cerah, maka tahun depan kami sedang menyiapkan satu proyek terbaru di Bali dengan segmen harga pasar yang hampir sama dengan sebelumnya,” kata Johannes.

Peluang Investasi

Kawasan Nyanyi, lokasi proyek OXO The Residences, menawarkan keseimbangan antara kedekatan dengan pusat gaya hidup Bali dan ketenangan lingkungan alami. Hal ini semakin memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi yang ideal untuk hunian mewah dan investasi properti.

Sales Marketing Director OXO Group Indonesia, Anggun Melati mengatakan pembeli properti di Bali terdiri dari dua kategori utama yakni investor lokal yang mencari peluang bisnis dan pembeli internasional yang ingin memiliki aset di destinasi global. Pembeli asing yang paling dominan berasal dari Australia, Eropa, dan Asia Tenggara.

“OXO Group merespons kebutuhan pasar ini dengan menawarkan skema kepemilikan yang memungkinkan dapat menarik minat pembeli global,” jelasnya.

OXO menawarkan skema kepemilikan hak milik (freehold) yang diharapkan dapat menjadi pengungkit daya jual sekaligus pemikat minat para investor lokal. Saat ini, ungkap Anggun, banyak ekspatriat (pekerja asing) juga melirik properti freehold di Bali. “Memang ini suatu konsep yang baru, namun sistem dan regulasi pemerintah saat ini sudah cukup baik untuk menunjang hak kepemilikan bagi warga negara asing,” ujarnya.

Data dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan jumlah kedatangan wisatawan asing pada delapan bulan pertama 2024 mencapai 4,47 juta orang, meningkat 22,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan asing yang paling banyak datang berasal dari Australia, diikuti India, China, Britania Raya, dan Korea Selatan.

Berdasarkan data REID (realinfo.id), harga properti di Bali meningkat rata-rata 7% setiaptahun selama lima tahun terakhir, dengan beberapa daerah mengalami pertumbuhan yang lebih signifikan. Bali juga menawarkan imbal hasil sewa (rental yield) tertinggi di Indonesia, yang mencerminkan potensi investasi properti yang menguntungkan.

Pada Juni 2024, total pendapatan dari sektor properti Bali tercatat mencapai US$142 juta, sebuah peningkatan yang signifikan sebesar 33% dibandingkan bulan sebelumnya.(MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Mudik Lebaran 2023, Operasionalisasi Jalan Direkayasa

    Jelang Mudik Lebaran 2023, Operasionalisasi Jalan Direkayasa

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan rekayasa sejumlah infrastruktur jalan guna menghadapi arus mudik Lebaran Tahun 2023. Salah satu upaya mendukung kelancaran arus mudik tahun ini yakni dengan menambah operasionalisasi ruas tol di Pulau Jawa. “Untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran, kami akan menambah ruas tol operasi di Pulau Jawa seperti Bekasi […]

  • Menparekraf Janji Optimal Kembangkan KEK Tanjung Lesung

    Menparekraf Janji Optimal Kembangkan KEK Tanjung Lesung

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno tengah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan KEK Tanjung Lesung. Hal ini sebagai upaya pemulihan ekonomi di Provinsi Banten serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. “Saya akan fokus secara total mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Kita juga perlu mendorong perluasan ekonomi digital dan promosi serta pemasaran produk […]

  • regulasi LSD

    Kementerian ATR/BPN Godok Penyempurnaan Regulasi LSD

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menggodok perubahan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN (Kepmen ATR/Ka BPN) Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 tentang Penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) pada delapan provinsi. “Terdapat 157 surat masuk ke Ditjen PPTR yang mempertanyakan mengenai LSD yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Terutama yang berada pada […]

  • Ilustrasi Kegiatan Pemanfaatan Ruang (Foto: ADH) UUCK Perizinan

    UUCK Diharapkan Ubah Kerumitan dalam Perizinan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta –Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) memberikan amanat bahwa tata ruang merupakan dasar dalam semua proses pembangunan di antaranya terkait perizinan lokasi untuk kegiatan usaha berusaha. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Abdul Kamarzuki menegaskan hal tersebut dalam Webinar Policy Talks II […]

  • LSP REI Gelar Uji Kompetensi Pengembang Sumsel

    LSP REI Gelar Uji Kompetensi Pengembang Sumsel

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • 0Komentar

    Palembang – Sebanyak 64 pengembang perumahan di Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi Realestat Indonesia (LSP REI). Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dalam meningkatkan kualitas serta kompetensi pelaku pembangunan perumahan di Provinsi Sumsel. “Uji kompetensi merupakan bentuk tanggung jawab asosiasi dalam pembinaan terhadap anggotanya. […]

  • Komisi V DPR RI menjadwalkan pertemuan dengan asosiasi pengembang.

    DPR Jadwalkan Pertemuan dengan Asosiasi Pengembang Bahas Soal Ini

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP) di Jakarta, Rabu, 30 April 2025. menjadwalkan pemanggilan terhadap asosiasi pengembang untuk membahan sejumlah isu penting terkait sektor properti. “Terkait pertemuan dengan asosiasi, kami akan melihat dulu urgensinya. Walaupun nanti kita panggil asosiasi nanti setelah […]

Translate »
expand_less