Breaking News
light_mode
Beranda » Proyek » Jelang Akhir Tahun, Grand Wisata Luncurkan Water Terrace Tahap 2

Jelang Akhir Tahun, Grand Wisata Luncurkan Water Terrace Tahap 2

  • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Sinar Mas Land (SML) bersiap meluncurkan kembali klaster hunian premium di Grand Wisata Bekasi. Setelah sukses memasarkan Water Terrace tahap 1, kini segera dipasarkan Water Terrace tahap 2 yang akan diluncurkan pada Desember 2022.

Marketing & Promotion Department Head Grand Wisata, Handoyo Lim mengatakan Klaster Water Terrace 2 dikembangkan di lahan seluas 3,4 hektar. Total ada 104 unit rumah dengan tiga tipe penawaran yaitu Tipe Crystal (luas tanah 200 meter persegi/m2 dan 180 m2), Tipe Blue (luas tanah 162 m2) dan Tipe Lagoon (luas tanah160 m2 dan 144 m2). Harga jual unit di klaster ini dari Rp3 miliar sampai Rp4 miliar.

“Saat ini pasar hunian mewah dengan harga Rp2 miliar sampai Rp4 miliar sedang bagus sekali. Permintaan konsumen tinggi sekali, sehingga kami putuskan untuk mempercepat launching Klaster Water Terrace 2 di akhir tahun ini,” kata Handoyo Lim kepada wartawan di Bekasi, Rabu (16/11/2022).

Menurutnya, klaster ini sangat istimewa karena menjadi klaster terakhir yang lokasinya paling dekat dengan Mall Living World Grand Wisata dan Go!Wet Water Park yakni sekitar 200 meter.

Klaster ini juga dilengkapi fasilitas memadai antara lain memiliki private club house seluas 2.000 m2 yang dilengkapi kolam renang dewasa, kolam renang anak, ruang serbaguna serta jogging track mengelilingi klaster. Klaster Water Terrace juga sudah dilengkapi double security gate, smart home dan CCTV system.

“Karakter hunian low density ini merupakan klaster dengan konsep private residence yang menonjolkan sisi kecanggihan teknologi dan keamanan bagi seluruh penghuni. Semua fitur smart home system juga tersemat di setiap unit di Klaster Water Terrace, sehingga menjadi solusi hunian ideal bagi masyarakat di wilayah timur Jakarta,” jelas Handoyo Lim.

Seperti diketahui, Sinar Mas Land bekerjasama dengan Kawan Lama Group, sebuah perusahaan ritel, industrial dan property services berskala nasional saat ini sedang membangun Mall Living World Grand Wisata seluas 7,5 hektar. Di tahap pertama, lahan yang dikembangkan seluas 4,2 hektar dengan rencana topping off pada Agustus 2023 dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2024.

Pembangunan shopping mall dipilih dalam kerjasama ini setelah melihat meningkatnya jumlah residensial dan industri di daerah Bekasi, sehingga dinilai memiliki potensi peningkatan daya beli serta kebutuhan masyarakat terhadap meeting points, fasilitas food and beverages, pusat rekreasi, hiburan dan perbelanjaan.

Pacu Penjualan

Grand Wisata Bekasi memiliki lokasi strategis karena didukung pesatnya pengembangan perumahan dan industri, serta ditopang adanya akses jalan tol yakni tol Jakarta-Cikampek (pintu tol Tambun) dan tol JORR II Cimanggis-Cibitung di sisi Timur Jakarta. Di samping itu, kabarnya ada rencana untuk menghubungkan tol Becakayu hingga pintu tol Tambun.

Grand Wisata Bekasi juga berada di koridor LRT trayek Bekasi Timur-Cawang yang merupakan salah satu dari dua koridor LRT Jabodebek yang dikembangkan pada tahap pertama. Selain itu berada di jalur double track kereta Manggarai-Cikarang hingga kereta cepat Jakarta-Bandung.

Konsep transit oriented development (TOD) ini mempermudah akses dari/ke Jakarta sehingga memberikan potensi besar terhadap perkembangan ekonomi di Grand Wisata Bekasi dan sekitarnya.

Handoyo Lim mengakui, pesatnya pembangunan infastruktur jalan dan transportasi massal di sekitar Grand Wisata Bekasi efektif mendongkrak penjualan properti di proyek township seluas 1.100 hektar tersebut. Terbukti dari capaian penjualan yang meningkat dari Rp300 miliar pada masa pandemi Covid-19 menjadi saat ini sekitar Rp900 miliar.

“Pembangunan infrastruktur yang masif juga turut mengubah karakteristik pembeli rumah di Grand Wisata dari sebelumnya hampir 65% adalah konsumen asal Bekasi dan sekitarnya, kini hanya tinggal 40% saja. Sisanya adalah konsumen asal Jakarta,” paparnya.

Hal lain, sekitar 70%-80% pembeli rumah di Grand Wisata Bekasi adalah pengguna akhir (end-user). Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan hunian masih cukup tinggi, sehingga menjadi potensi pasar yang besar terutama di segmen rumah premium.

“Saat ini adalah waktu tepat untuk membeli rumah, karena harga sudah mulai bergerak naik setelah tertahan selama pandemi. Apalagi harga tanah di Grand Wisata masih affordable di kisaran Rp8 juta hingga Rp9 juta per m2. Sementara di Bekasi Barat sekarang sudah mencapai Rp12 juta per m2 dan di sekitar Cakung (Jakarta Timur) sekitar Rp15 juta per m2,” pungkas Handoyo Lim. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • P3RSI Jatim Siap Kawal Penyusunan Ranperda Rumah Susun

    P3RSI Jatim Siap Kawal Penyusunan Ranperda Rumah Susun

    • calendar_month Selasa, 28 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Berbagai permasalahan pengelolaan rumah susun di Jawa Timur (Jatim) perlu segera mendapatkan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan rumah susun (rusun). Hal itu karena saat ini cukup banyak isu dan persoalan yang mengemuka. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) Adjit Lauhatta saat peresmian […]

  • Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR saat menerima Pemerintah Kota Pariaman (Foto: Dok Pemkot Pariaman) RTLH

    Pemkot Pariaman Minta Bantuan RTLH ke Kementerian PUPR

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta Pemerintah Kota Pariaman untuk memperkuat pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai pedoman dalam pelaksanaan program perumahan. Adanya data RTLH yang baik, harapannya adalah mempermudah pemerintah dalam mengalokasikan bantuan perumahan untuk masyarakat sehingga tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian […]

  • Visa on Arrival

    Penerapan Visa on Arrival Percepat Kebangkitan Ekonomi di Bali

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menindaklanjuti rencana penerapan dan pemberlakuan Visa On Arrival (VoA) setelah Bali kembali dibuka untuk wisatawan mancanegara. “Ini adalah upaya pemerintah mempercepat kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja yang lebih luas di Bali,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022). Menparekraf Sandiaga Uno sudah bertemu dengan […]

  • Ketua REI Jawa Barat Resmi Daftar Jadi Calon Ketua Umum REI

    Ketua REI Jawa Barat Resmi Daftar Jadi Calon Ketua Umum REI

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat, Joko Suranto resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Calon Ketua Umum REI periode 2023-2026. Diantar oleh 30 Ketua DPD REI se-Indonesia dan puluhan pendukung, CEO Buana Kassiti Group itu menyerahkan berkas persyaratan pencalonan kepada Panitia Penjaringan Calon Ketua Umum REI di Kantor DPP REI, […]

  • FIABCI Indonesia-REI Excellence Awards 2023 Digelar, Ini Pemenangnya

    FIABCI Indonesia-REI Excellence Awards 2023 Digelar, Ini Pemenangnya

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – FIABCI Indonesia – REI Excellence Awards 2023 menghadirkan 12 kategori kembali digelar. Ajang penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri properti Indonesia di kancah global. “Saya berharap penghargaan ini dapat memacu investasi sektor properti yang lebih besar baik luar maupun dari dalam negeri. Sebab industri properti tanah air merupakan motor penggerak bagi […]

  • Menteri PUPR Pastikan Infrastruktur Mudik 2022 Siap Pakai

    Menteri PUPR Pastikan Infrastruktur Mudik 2022 Siap Pakai

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pemudik Lebaran Tahun 2022 sudah dapat memanfaatkan seluruh infrastruktur yang tersedia. Dukungan infrastruktur berupa prasarana jalan dan jembatan menjadi salah satu faktor penentu kelancaran arus mudik lebaran. “Kelancaran perjalanan mudik tergantung pada tiga hal. Pertama, ketersediaan prasarana infrastruktur bagi arus mudik. Kedua, adalah […]

Translate »
expand_less