Breaking News
light_mode
Beranda » Proyek » Apartemen South Quarter Residence Masuki Tahap Topping Off

Apartemen South Quarter Residence Masuki Tahap Topping Off

  • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT Intiland Development Tbk atau Intiland telah menyelesaikan tahapan konstruksi apartemen South Quarter Residence (SQ Rés), yang berlokasi di Jakarta Selatan. Tahapan ini ditandai melalui prosesi penutupan atap atau topping off tower apartemen oleh direksi Intiland beserta perwakilan pihak kontraktor dan konsultan pada Sabtu (18/6/2022).

Permadi Indra Yoga, Direktur Pengembangan Bisnis Intiland menjelaskan pelaksanaan topping off menjadi tahapan penting dalam proses pembangunan apartemen SQ Rés. Perseroan untuk selanjutnya memasuki tahapan penyelesaian fasad bangunan, mekanikal dan elektrikal, serta pekerjaan interior.

“Kami senang, pembangunan SQ Rés berjalan lancar meskipun di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid 19. Kami selalu berkomitmen untuk menyelesaikan tepat waktu dan berusaha memenuhi harapan para pembeli,” kata Permadi Indra Yoga kepada media usai prosesi topping off.

Kundarso, Pimpinan Proyek SQ Rés menjelaskan PT Total Bangun Persada Tbk selaku kontraktor utama beserta para sub-kontraktornya berhasil membangun sinergi dengan baik bersama Perseroan untuk menyelesaikan seluruh proses pekerjaan kontruksi.

“Saat ini, pembangunan tower D sudah masuk tahap penyelesaian fasad bangunan dan interior. Kami proyeksikan serah terima unit ke konsumen bisa dilakukan mulai triwulan kedua tahun depan,” kata Kundarso.

Perseroan optimistis proses penyelesaian pembangunan SQ Rés berjalan lancar dan serah terima unit ke konsumen bisa dilakukan tepat waktu. Tahapan pembangunan akan difokuskan pada pekerjaan penyelesaian fasad, mekanikal dan elektrikal, serta penyelesaian fasilitas-fasilitas yang ada.

Sustainable Development

Apartemen SQ Rés merupakan salah satu portofolio pengembangan terbaru Intiland di segmen mixed-use & high rise. Mulai dikembangkan tahun 2019, pembangunan SQ Rés meliputi dua tower setinggi 23 lantai yang menempati lahan seluas 1,3 hektar.

SQ Res merupakan pengembangan tahap kedua dari kawasan perkantoran terpadu South Quarter seluas 7,1 hektar yang akan bisa terus berkembang mencapai lebih dari 13 hektar.

Pengembangan South Quarter tahap pertama, meliputi pengembangan tiga tower perkantoran dan SQ Dome sebagai fasilitas ritel pendukung yang dibangun di lahan seluas 4,4 hektar.

Mengusung konsep pengembangan berkelanjutan (sustainable development), South Quarter baru saja dinobatkan sebagai perkantoran terbaik di dunia setelah meraih penghargaan World Gold Winner di ajang kompetisi properti internasional FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2022 yang diselenggarakan di Paris, Perancis pada 8 Juni 2022.

South Quarter dikembangkan dengan menggunakan standar terukur dari GBCI (Green Building Council Indonesia) dan Sertifikasi EDGE yang dikembangkan oleh IFC (International Finance Corporation).

SQ Rés dirancang oleh Tom Wright arsitek ternama dunia dari firma arsitek WKK Architect di London Inggris. Apartemen ini dikembangkan sebagai fasilitas hunian yang mengusung tema “Oasis in the City” yang menawarkan konsep hunian bergaya resort modern dan nyaman serta dilengkapi fasilitas lengkap untuk bersosialisasi, bersantai, dan berkumpul bersama teman atau keluarga.

Selain dibangun dengan konsep pengembangan yang sangat baik, lokasi SQ Rés sangat strategis di koridor bisnis TB Simatupang Jakarta Selatan. Lokasi ini dilengkapi beragam kemudahan akses transportasi, seperti dekat dengan stasiun Mass Rapid Transportation (MRT) Fatmawati dan Lebak Bulus serta tol JORR menuju bandara Soekarno- Hatta.

SQ Rés juga dilengkapi fasilitas seperti private cinema, spa & beauty salon, water pavilion, jogging track, indoor & outdoor playground, hingga kolam renang tropikal. Kemudian sebagai bagian dari pengembangan kawasan, SQ Rés dilengkapi fasilitas elevated walkway yang menghubungkan fasilitas komersial, ritel, gaya hidup, dan hunian.

Pengembangan dua tower apartemen SQ Rés tercatat menyediakan sebanyak 700 unit yang terbagi ke dalam beberapa tipe. Tipe Studio merupakan tipe terkecil dengan luas bangunan mencapai 30 m². Selanjutnya terdapat tipe 1 Kamar Tidur (KT) dengan luas 36 – 45 m², serta tipe 1 KT plus Ruang Kerja seluas 60 m².

Untuk memenuhi kebutuhan hunian lebih luas, SQ Rés juga menyediakan tipe 2 KT seluas 93 m² dan tipe 2 KT Corner seluas 86 m² serta unit paling besar yakni tipe Dual Key yang luasnya mencapai 117 m².

Melalui program Intiland Collections, SQ Rés memberikan penawaran khusus selama periode 15 Juni – Agustus 2022 berupa harga khusus mulai hanya Rp 1,1 miliar, diskon sampai dengan 18%, cicilan 18 kali, bunga KPA hanya 1,8% serta berbagai voucher untuk belanja, furniture dan travel. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

    Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama mitra kerja dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Tahun ini, ditargetkan sepanjang 426 Kilometer (Km) ruas tol baru segera rampung pengerjaannya. Secara keseluruhan, 64 proyek tol masuk dalam kategori PSN […]

  • Dukung Bisnis Berkelanjutan, Sinar Mas Land Komit Terapkan Prinsip ESG

    Dukung Bisnis Berkelanjutan, Sinar Mas Land Komit Terapkan Prinsip ESG

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) saat ini memainkan peranan penting dalam aktivitas bisnis perusahaan di Indonesia. Permintaan dari berbagai pihak, mendorong penerapan prinsip ESG sebagai tolak ukur kemajuan keberlanjutan dari investasi perusahaan. Sinar Mas Land sebagai perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas dalam kehidupan masyarakat telah menginisiasi berbagai program yang mengimplementasikan […]

  • transformasi BPD

    Transformasi BPD, Jadi Orkestrator Perekonomian Daerah

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • 0Komentar

    Solo – Peranan fundamental dari transformasi BPD (Bank Pembangunan Daerah) yakni selaku pengelola dana pemerintah daerah. Selain itu, BPD harus berperan sebagai orkestrator aliran dana daerah dan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang produktif dan terukur. Demikian benang merah Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 17 […]

  • Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    Pengadaan Tanah Proyek Tol Yogyakarta – Solo Tembus Rp 1,15 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan proses pembayaran pengadaan tanah proyek Tol Yogyakarta – Solo pada seksi I Kartasura – Purwomartani telah mencapai 1.003 bidang tanah senilai Rp 1,15 triliun. Sedangkan total kebutuhan anggaran untuk pengadaan tanah mencapai Rp 17 triliun. “Progresnya bagus, tidak ada kendala. Anggaran dana yang sudah […]

  • Terapkan PBG Rp0, Pemkot Lubuklinggau Tak Takut Kehilangan PAD

    Terapkan PBG Rp0, Pemkot Lubuklinggau Tak Takut Kehilangan PAD

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • 0Komentar

    Lubuklinggau – Kota Lubuklinggau menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sudah menerapkan aturan terkait Perizinan Bangunan Gedung (PBG) pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kendati belum memiliki peraturan daerah (perda) mengenai retribusi PBG, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengaku tidak khawatir kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi PBG. Dengan peralihan IMB menjadi PBG, di masa […]

  • Blended Finance Jadi Alternatif Pembiayaan Proyek Infrastruktur

    Blended Finance Jadi Alternatif Pembiayaan Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menjadi tumpuan dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur secara blended finance. Pola pembiayaan ini bertujuan mengoptimalisasi sejumlah sumber pendaan dalam suatu proyek infrastruktur. “Jika kita bandingkan dengan 15-20 tahun lalu, saat ini ada sofistikasi semakin besar dari blended finance, yaitu bagaimana kita mencampur dan mem-blend dari berbagai sumber pendanaan. […]

Translate »
expand_less