Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Backlog Perumahan Masih Tinggi, Begini Kata Ketum REI

Backlog Perumahan Masih Tinggi, Begini Kata Ketum REI

  • account_circle Sandiyu nuryono
  • calendar_month Kam, 19 Okt 2023

JAKARTA – Angka backlog perumahan di Indonesia diperkirakan akan terus bertambah. Hal tersebut terakumulasi oleh tingginya angka kelahiran, besarnya demografi penduduk Indonesia, dan probabilitas penduduk yang tinggal di perkotaan yang akan mencapai 66,6 persen di tahun 2035.

“Dari data-data tersebut, dapat dipastikan angka backlog akan sulit diselesaikan jika tidak ditanggani secara benar dan tepat,” tegas Ketua Umum DPP Realestat Indonesia, Joko Suranto, saat menjadi narasumber pada diskusi yang diselenggarakan oleh Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI secara hybrid di Jakarta, Selasa (17/10).

Menurutnya, untuk dapat menuntaskan backlog perumahan yang angkanya telah mencapai 12,7 juta unit, dibutuhkan ruang-ruang yang besar terutama di perkotaan untuk mengantisipasi tingginya urbanisasi. Oleh karena itu, kebutuhan lahan untuk perumahan di perkotaan yang semakin meningkat, sangat membutuhkan penataan ruang yang konsisten, sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih aturan.

Joko Suranto menyebutkan, terus membengkaknya angka backlog perumahan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya karena pembangunan perumahan selama ini masih menghadapi banyak kendala. Lihat saja data backlog yang tidak banyak berubah dalam satu dekade terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2010 angka backlog perumahan sebesar 13,5 juta unit, tetapi pada 2020 angkanya masih 12,7 juta. Artinya, backlog turun relatif kecil sekali.

“Faktanya, angka backlog memang tidak banyak berkurang karena sektor perumahan menghadapi banyak hambatan sehingga sulit untuk bertumbuh,” kata CEO Buana Kassiti Group tersebut.

Pelaku usaha juga masih merasakan banyak sekali perizinan yang harus diurus untuk membangun perumahan. Izin-izin tersebut tidak hanya di satu instansi, tetapi melibatkan banyak kementerian/instansi. Setidaknya sektor perumahan beririsan erat dengan sekitar 5-6 kementerian yakni Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian KLHK dan Kemendagri.

Selain kendala perizinan, penyebab lain backlog tidak turun adalah anggaran perumahan yang sangat terbatas. Saat ini anggaran untuk perumahan tidak sampai 10 persen dari total anggaran Kementerian PUPR yang pada 2023 mencapai Rp 154,36 triliun. Menurut Joko Suranto, kondisi ini menunjukkan sektor perumahan belum terkelola dan terakomodir secara baik, serta belum menjadi program prioritas.

“Akibat kurang terencananya program perumahan, maka biaya yang harus dikeluarkan pemerintah akibat rumah masyarakat jauh dari tempat kerja justru lebih besar lagi yakni mencapai Rp71,4 triliun atau 2,2 juta liter per hari. Anggaran sebesar itu dipakai pemerintah untuk mensubsidi bahan bakar minyak (BBM) karena macet yang parah di jalan raya terutama di Jabodetabek,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kajian Strategis DPP REI, Ignesjz Kemalawarta menilai sinergi antar lembaga kementerian negara selama ini belum optimal. Kondisi itu menyebabkan lemahnya penangganan berbagai kendala di sektor perumahan. Antara lain dia menyoroti perumahan yang tidak menjadi subsektor PUPR sesuai PP No. 5 tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Sehingga tidak dikenal KBLI 68111 Real Estate dalam perizinan berusaha.

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI menjadi dasar bagi pemerintah dalam pemberian izin berusaha berbasis risiko sebagai turunan dan amanat dari UU Cipta Kerja.

“Perumahan justru tidak menjadi subjek PUPR. Tetapi yang lain seperti pembangunan jalan, bendungan, dan konstruksi ada,” ujar Ignesjz.

Di samping itu, keberlanjutan program antar periode pejabat juga menjadi penghambat capaian sektor perumahan. Kecendrungan kebijakan yang berubah setelah periode pejabat berakhir menganggu kontiniuitas program perumahan, baik di pusat maupun daerah. REI berpendapat RPJMN seharusnya mengikat kebijakan pejabat sehingga menjamin keberlanjutan kebijakan pemerintah.

“RPJMN dan aturan turunannya seperti Renstra, RPJMD dan lain-lain sebagai masterplan yang menjadi acuan pimpinan lembaga pusat dan daerah,” ungkapnya.

Paradigma Propertinomics

Ke depan, REI berharap pemerintah lebih memerhatikan keberlanjutan program penyediaan perumahan di Indonesia, karena rumah menjadi bagian penting dalam sistem ketahanan nasional yaitu sebagai tempat pertama untuk membangun karakter dan kualitas hidup manusia Indonesia.

Apalagi, tambah Joko Suranto, sektor properti termasuk di dalamnya perumahan selama ini sudah memberi kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 14-16 persen, terhadap APBN sebesar 9 persen, dan pemasukan asli daerah (PAD) sebesar 30-50 persen. Kontribusi itu, tegasnya, sudah terealisasi dan bukan sekadar proyeksi.

backlog perumahan

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto.

Di sisi lain, sektor properti ini berkaitan erat dengan sekitar 185 industri lainnya di sektor riil yang memiliki daya ungkit bagi perekonomian nasional. Sebagai bisnis padat karya, sektor properti juga menyerap banyak tenaga kerja yaitu sekitar 10 juta-12 juta orang dari berbagai sektor. Artinya, kata Joko Suranto, industri properti harus menjadi sebuah faktor (pengungkit).

“Kami memilih satu paradigma baru yang kami sebut Propertinomics,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai asosiasi pengembang properti terbesar di Tanah Air, REI ingin kontribusi sektor properti terhadap APBN, PDB, PAD dan penyerapan lapangan kerja itu dapat terdongkrak lagi, sehingga sektor ini dapat menjadi faktor pendorong ekonomi Indonesia. Target tersebut bukan mustahil dicapai, mengingat realisasi investasi properti selalu masuk 4 besar penyumbang investasi nasional, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Hitungan sederhana saja, kalau 7.000 anggota REI masing-masing investasi sekitar Rp10 miliar saja, maka nilai investasinya sudah Rp70 triliun. Nah, multiplier effect dari investasi inilah yang ingin kami dorong,” kata pengusaha properti berjuluk Crazy Rich Grobogan itu.

Goldman Sachs menyebutkan kontribusi sektor realestat di China mencapai 20-30 persen dari PDB. Sedangkan di Singapura dan Malaysia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 20 persen. (SAN)

 

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Ruang Kantor

    Hybrid Working Ubah Fit-Outs Ruang Kantor

    • calendar_month Sab, 19 Feb 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Kebijakan hybrid working seperti bekerja-dari-rumah/ bekerja di kantor membuat kebutuhan ruang kantor lebih ringkas dengan berfokus pada kolaborasi. Berdasarkan Market Insights dari firma manajemen investasi Colliers, hybrid working mengubah fit-outs ruang kantor secara umum. “Perusahaan yang berpikiran ke depan merintis sistem bekerja-dari-mana saja, serta konsep menjaga jarak telah menyebabkan lebih banyak perusahaan tradisional […]

  • Gen-z Rumah

    Meski Mahal, Gen-Z Negeri K-Pop Antusias Beli Rumah

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Generasi Z (Gen-Z) Korea Selatan (Korsel) tetap antusias membeli rumah, meski mahal imbas dari kenaikan suku bunga yang tajam. Kondisi ini mempersulit rencana Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol untuk meredakan krisis keterjangkauan properti di negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu. “Pembelian rumah oleh generasi muda meningkat seiring dengan kenaikan suku bunga […]

  • Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, Banten dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya menjadi pilot project perumahan hijau Program Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP).

    Keren! Perumahan MGK Jadi Pilot Project Perumahan Hijau dan Terjangkau

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, Banten yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya yang menerapkan perumahan hijau menjadi pilot project Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP). Untuk memastikan kesesuaian standar rumah, tim dari Build Change dan Kementerian PKP melakukan Monitoring dan Evaluasi (MonEv) Program IGAHP di Perumahan MGK. “Tadi kita ngecek apakah […]

  • industri logam

    Ini Sebab Industri Logam Tumbuh 7,9%

    • calendar_month Ming, 19 Jun 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri logam Indonesia mencatatkan pertumbuhan 7,9% pada Triwulan I-2022. Pertumbuhan positif ini berkat kinerja meningkatnya perdagangan besi baja. “Di triwulan I -2022, sektor industri logam mencatatkan pertumbuhan 7,9%, atau mendekati 8%. Ini suatu hal yang sangat menggembirakan. Apalagi bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya ketika sektor ini mengalami kontraksi sebesar 0,49%,” kata Menteri Perindustrian […]

  • Libur Lebaran 2022, Sektor Pariwisata Menggeliat

    Libur Lebaran 2022, Sektor Pariwisata Menggeliat

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Mobilitas orang saat arus mudik dan libur Lebaran 2022 memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Hal ini seiring tingginya arus wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata dan sentra ekonomi kreatif di berbagai daerah. “Destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif di berbagai daerah semua penuh. Berdasarkan laporan maupun beberapa pantauan yang kami lakukan langsung, […]

  • bp tapera rumah guru

    BP Tapera Dukung Program Rumah untuk Guru Indonesia

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    BOGOR – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menyatakan akan terus mendukung program 3 juta rumah dengan pembiayaan terjangkau bagi semua masyarakat Indonesia termasuk membantu para guru untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS) […]

Translate »
expand_less