Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Banyak Pengembang Lirik Potensi Pembiayaan Syariah

Banyak Pengembang Lirik Potensi Pembiayaan Syariah

  • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pembiayaan perbankan syariah di Indonesia terus bertumbuh agresif. Bisnis properti menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam mendorong berkembangnya tren pembiayaan syariah. Hal ini terbukti dengan tingginya minat masyarakat menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah.

Per Juni 2020, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total pembiayaan pembiayaan bank syariah tercatat mencapai Rp 367,02 triliun. Angkanya meningkat 10,18% daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 333,08 triliun.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui tren pembiayaan properti syariah dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Bahkan, menurut dia, saat ini peminat KPR berbasis syariah bukan hanya umat muslim saja, namun juga masyarakat non-muslim. REI pun mendorong terus pengembangan pembiayaan perumahan berbasis syariah.

“Peminat pembiayaan berbasis syariah semakin tinggi. Bahkan tren sekarang banyak masyarakat yang bukan beragama Islam juga memilih menggunakan produk KPR dari bank syariah. Mereka menilai skema syariah lebih stabil,” ujar Totok dalam diskusi virtual bertajuk “Alternatif Perbankan Syariah untuk Pembiayaan Perumahan” yang diadakan DPP REI, baru-baru ini.

Dukungan Informasi

Namun, tren tersebut belum diimbangi informasi yang jelas kepada masyarakat untuk memahami secara benar mengenai perbankan syariah. Akibat ketidakpahaman tersebut, ada oknum yang memanfaatkan dengan mengatasnamakan syariah. Padahal, sebenarnya tidak menjalankan syarat-syaratnya secara benar yang bertujuan melakukan aksi penipuan.

“Kita semua berkewajiban memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep-konsep syariah ini secara benar termasuk konsep pembiayaannya. Tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga buat pengembang,” ujar Totok.

Dengan pertimbangan itulah, REI menginisiasi diskusi mengenai perbankan syariah yang diikuti anggota dari seluruh Indonesia supaya memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep perbankan syariah, sekaligus melihatnya sebagai alternatif pembiayaan.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Bidang Pembiayaan dan Perbankan, Umar Husin, menambahkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin baik dan dibuktikan dengan naiknya transaksi pembiayaan syariah secara nasional. Dia meyakini tren pembiayaan properti secara syariah akan terus meningkat di masa mendatang.

“Khusus untuk Bank BTN, kami sangat berharap bisa menjadi bank sendiri bukan hanya unit usaha syariah supaya modal makin kuat dan bisa lebih banyak membiayai sektor properti,” harap Umar.

Alternatif Pembiayaan

Kepala Divisi BTN Syariah Alex Sofjan Noor menyebutkan bisnis berbasis syariah cukup berkembang, dimana share BTN mencapai 10% di atas rata-rata industri yang hanya 6%. Oleh karena itu, seharusnya skema pendanaan syariah untuk properti bukan saja menjadi alternatif namun pilihan yang terbaik karena jenis pembiayaan yang tersedia juga sangat beragam.

“Apalagi sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, meski pun memungkinkan bagi umat agama lain untuk juga memperoleh dukungan perbankan syariah,” ungkap Alex.

BTN Syariah selain memberikan pembiayaan kepada end-user atau masyarakat juga memiliki pembiayaan modal kerja bagi pengembang baik untuk konstruksi maupun pembebasan lahan. Sementara dari sisi permintaan, KPR Syariah BTN bisa membiayai subsidi maupun non-subsidi.

Untuk non-subsidi BTN Syariah memiliki pembiayaan untuk kepemilikan rumah, apartemen, ruko baik indent maupun ready stock dengan akad yang berbeda-beda dan juga margin berbeda sesuai kemampuan nasabah. Tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariat.

Alex mengapresiasi prakarsa DPP REI untuk memberikan informasi yang luas kepada pengembang dan masyarakat mengenai konsep perbankan syariah secara benar. Dia juga tidak memungkiri kalau syariah kerap kali tercoreng oleh oknum yang sebenarnya hanya berkedok syariah.

“Calon konsumen harus bisa lebih selektif dan berhati-hati untuk memastikan apakah pengembang dan perbankan syariah tersebut telah menerapkan hukum jual beli secara syariah, termasuk transparansi, dan juga keamanan,” ungkap Alex.

Pembiayaan Wakaf

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi menyebutkan pihaknya merupakan satu-satunya perbankan syariah yang bisa melakukan pengembangan sendiri. Selain pembiayaan konstruksi, BNI Syariah juga melakukan kerja sama pengembangan, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan KPR baik subsidi maupun non-subsidi (komersil).

Menurut dia, BNI Syariah juga memiliki keunggulan karena bisa memberikan pembiayaan untuk membangun di atas tanah wakaf. Skema pembiayaan ini tidak ada di perbankan syariah lainnya.

“Singkatnya, BNI Syariah memberikan setidaknya dua benefit sekaligus, yaitu halal dan berkah,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, minat masyarakat untuk menggunakan skema syariah akan terus berkembang. Hal itu karena banyak orang sadar kalau syariah adalah sistem ekonomi yang tepat, meski tentu saja bukan berarti tanpa masalah.

“Saat ini masalahnya adalah literasi mengenai syariah, oleh karena itu butuh sinergi dengan semua pemangku kepentingan untuk bisa menemukan jalan keluar sehingga tidak ada lagi oknum yang mencoreng nama baik syariah,” kata Iwan.

BRI Syariah juga menjadi bank berbasis syariah dengan pertumbuhan cukup tinggi. BRI Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit skema ini sebesar 59,88% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini terutama bersumber dari pertumbuhan pembiayaan segmen ritel dan pembiayaan KPR.

“Kami terus bertransformasi untuk bisa menjadi lebih baik dan sangat membuka diri.  Salah satunya adalah bekerja sama dengan pengembang, termasuk anggota REI untuk bisa membiayai lebih banyak rumah. Tentu dengan tetap mengedepankan aturan yang berlaku,” kata Fidri Arnaldy, Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah.

BRI Syariah juga tercatat menjadi salah satu bank pelaksana yang terbanyak menyalurkan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) pada tahun ini dan juga mendapatkan tambahan kuota.

Fidri mengatakan, untuk dapat menyalurkan KPR FLPP, pihaknya menggandeng developer dengan reputasi baik. Selain itu, developer juga harus memiliki komitmen membangun rumah harga terjangkau yang berkualitas baik. Adapun target sasaran penyaluran KPR FLPP BRI Syariah yakni kelompok pekerja. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edisi Agustus 2020

    Majalah REI Edisi Agustus 2020

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • 0Komentar

    Sektor Properti Penggerak Ekonomi Bangsa Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Seperti “Diikat Tali Sehasa” yang berarti sedang dalam situasi (keadaan) yang benar-benar tidak berdaya atau sudah susah untuk bergerak. Mungkin peribahasa ini paling tepat disandangkan kepada kondisi industri properti nasional. Dalam istilah Pak Budiarsa Sastrawinata, senior Realestat Indonesia (REI) yang juga Managing […]

  • Pandemi Melandai, Metland Optimistis Kontribusi Pendapatan Hotel Meningkat

    Pandemi Melandai, Metland Optimistis Kontribusi Pendapatan Hotel Meningkat

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) optimistis kontribusi pendapatan perseroan dari usaha hotel dan pusat rekreasi akan meningkat di atas 10% seiring semakin melandainya penyebaran pandemi Covid-19. Di 2021, kontribusi dari kedua usaha tersebut hanya sekitar 9% dari total pendapatan perseroan di 2021 sebesar Rp1,199 miliar. Tahun ini perseroan telah mengoperasikan Hotel Horison Ultima […]

  • Perumahan

    Bank BTN Komit Laksanakan Program Nawacita di Bidang Perumahan

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Keberpihakan pemerintah terhadap Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan dalam Program Nawacita sudah terlihat. Terbukti, pemerintah saat ini memberikan dukungan subsidi untuk 200 ribu unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). “Kami melihat pemerintah hadir dalam mendukung penyediaan rumah subsidi. Di tahun 2021, pemerintah […]

  • Developer Jepang Rampungkan Konstruksi Apartemen di Cipayung

    Developer Jepang Rampungkan Konstruksi Apartemen di Cipayung

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Sayana Integra Properti (SIP) pengembang superblok Sakura Garden City melakukan topping off Tower Cattleya secara virtual, Sabtu (27/3/2021). Tower ini merupakan bangunan pertama dari empat gedung vertikal yang akan dibangun di pengembangan tahap pertama superblok yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur, tersebut. Sayana Integra Properti adalah perusahaan joint venture dengan pemegang saham […]

  • BTN “Ramadhan Berfaedah” Tawarkan Uang Muka 0% dan Angsuran Berjenjang

    BTN “Ramadhan Berfaedah” Tawarkan Uang Muka 0% dan Angsuran Berjenjang

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggelar program “Ramadhan Berfaedah” untuk produk kredit pemilikan rumah (KPR) non-subsidi yang dikenal dengan KPR Platinum. Program Ramadhan Berfaedah berlangsung sejak 23 Maret dan berakhir pada 30 April mendatang atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank […]

  • mgk serang

    MGK Serang Raih Predikat Perumahan Hijau dari UI

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • 0Komentar

    DEPOK – Predikat sebagai perumahan subsidi terbaik kembali diperoleh Perumahan Mulia Gading Kencana atau MGK Serang yang dikembangkan PT Infiniti Triniti Jaya atau Infiniti Realty. Penghargaan kali ini diberikan oleh Research Center for Housing and Policy (RECEHPOL) Universitas Indonesia (UI) dan Kajian Pengembangan Perkotaan – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Barkelanjutan UI. MGK Serang menerima penghargaan GreenCon […]

Translate »
expand_less