Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Survival of the Fittest

Survival of the Fittest

  • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA

Di tahun 1800-an, di dalam bukunya On the Origin of Species, Charles Darwin menggunakan istilah “survival of the fittest” yang sebenarnya dicetuskan dicetuskan pertama kali oleh seorang ekonom asal Inggris Herbert Spencer yang menganalisis teori seleksi alam Darwin dengan sebuah prinsip ekonomi.

Ya dua tokoh ini memang mengakui mereka saling terinspirasi, dan keduanya pun sepakat menggunakan istilah tersebut. Tetapi, saya bukan ingin memperdebatkan siapa yang terinsipirasi siapa. Lebih menarik kalau kita justru lebih fokus pada apa yang mereka ungkap dan pesankan. Survival of the fittest.

Meski memakai kata fittest (terbugar) namun istilah itu tidaklah berkaitan dengan kebugaran fisik. Survival of the fittest adalah sebuah frasa di dalam teori evolusi untuk menyebut mekanisme seleksi alam. Dimana di dalam seleksi alam, spesies yang bisa beradaptasi akan mewariskan adaptasi tersebut kepada keturunan mereka. Atau dengan kata lain, hanya individu dengan kemampuan adaptasi yang baik saja yang akan kuat bertahan melewati zaman.

Darwin misalnya mencontohkan burung Gelatik yang dia temui selama perjalanan keliling dunia bersama kapal HMS Beagle pada tahun 1830. Burung Gelatik yang berada dibawah genus Geospiza itu memiliki perbedaan bentuk paruh yang berbeda karena menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan jenis pangan yang ada di sekitarnya. Inilah spesies yang mampu bertahan hidup dan selamat dalam proses seleksi alam.

Teori “survival of the fittest” mungkin juga sangat tepat untuk menggambarkan terjadinya seleksi alam di dunia bisnis saat ini. Dimana seperti kita ketahui ekonomi dan bisnis termasuk di Indonesia sedang mengalami tekanan yang cukup besar akibat perlambatan ekonomi global dan “serangan” coronavirus.

Ikang Fawzi

Situasi terpuruk pun dialami di industri properti. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), di kuartal I-2020 penjualan properti residensial sudah turun sampai 43,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan sedalam itu, tentu menjadi sebuah kontraksi berat bagi pengembang nasional untuk membangkitkan kembali optimistisme mereka terhadap pasar.

Tidak hanya di subsektor residensial, tetapi sektor lain juga bernasib sama. Merujuk data Realestat Indonesia (REI), sektor ritel turun 85%, hotel turun 90%, perkantoran 74,6%, dan rumah (residensial) bahkan disebutkan anjlok 50% sampai 80%. Sebuah situasi yang sulit dan memprihatinkan.

Meski di satu sisi kita harus menerima situasi (sulit) ini, namun sebaiknya pengembang jangan berlama-lama “terjebak” dalam situasi kaget ini, apalagi sampai betah berdiam diri. Sebaliknya, kita justru harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, mencari jalan keluar dan menemukan cara untuk bisa berkembang lebih besar di masa mendatang.

Pengembang harus mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar pasca pandemi Covid-19 seperti kebutuhan teknologi informasi, situasi alam dan lingkungan yang berubah serta perilaku baru masyarakat (konsumen). Selalu ada sisi positif dari sebuah hambatan, setidaknya pandemi ini menyadarkan kita semua untuk segera melakukan efisiensi di berbagai sendi bisnis kita baik itu efisiensi modal, waktu dan cara bekerja.

Sejarah mencatat, di dunia ini yang ambruk bukan saja yang kecil atau yang lemah, tetapi juga yang besar dan kuat punya berpeluang untuk runtuh. Karena itu, ingatlah selalu frasa “survival of the fittest” yang diinsipirasikan Herbert Spencer dan Charles Darwin.

Bahwa hanya individu yang mudah beradaptasi dengan lingkungan terkini saja yang mampu selamat dan bertahan melewati zaman sesulit apapun. Jadi kuat untuk bertahan melewati tantangan di tahun kembar ini. Ya, 2020 benar-benar tahun untuk bertahan.

Penulis adalah Pemimpin Redaksi IndustriProperti.com

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permintaan Gudang Meningkat, Surya Grand Cisoka Luncurkan Produk Baru

    Permintaan Gudang Meningkat, Surya Grand Cisoka Luncurkan Produk Baru

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • 0Komentar

    TANGERANG – Selain residensial, sub-sektor pergudangan logistik diproyeksi akan tetap bersinar di 2023. Sejumlah konsultan properti menyebutkan serapan pergudangan terus meningkat seiring lonjakan permintaan dari para pelaku usaha sejak tahun lalu. Salah satu kawasan pergudangan yang diminati adalah di Kabupaten Tangerang yang memiliki akses cukup baik ke jalan tol dan pelabuhan, termasuk memiliki lahan untuk […]

  • Aplikasi SiKasep Kantongi Hak Cipta

    Aplikasi SiKasep Kantongi Hak Cipta

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menerbitkan Surat Pencatatan Ciptaan untuk Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dengan No. EC00202122236 berdasarkan permohonan per 30 April 2021. Telah terbitnya hak cipta membuat aplikasi SiKasep terlindungi hingga 50 tahun mendatang sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Terbitnya aplikasi ini demi memudahkan […]

  • Proyek Terbaru di Jakarta Garden City Ini Usung 6 Konsep Hunian Sehat

    Proyek Terbaru di Jakarta Garden City Ini Usung 6 Konsep Hunian Sehat

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Modernland Realty Tbk meluncurkan Cluster Mahakam The Signature di township Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Sabtu (18/6). Prosesi peluncuran cluster tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian rumah contoh (show unit). Acara tersebut turut dimeriahkan dengan Social Media Contest (TikTok, Instagram, Youtube) berhadiah jutaan rupiah dan menghadirkan festival kuliner lokal dan barat (western […]

  • Bidik Potensi Wisatawan, Indonesia Gencar Gaet Investor Singapura

    Bidik Potensi Wisatawan, Indonesia Gencar Gaet Investor Singapura

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Singapura merupakan pasar strategis bagi sektor pariwisata Indonesia. Wisatawan dari Singapura yang berkunjung ke Indonesia adalah terbanyak nomor dua setelah Australia. Tak salah jika Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap kerjasama dengan pengusaha (investor) Singapura. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura ke Indonesia merupakan yang terbanyak […]

  • Cover Majalah REI Januari 2022

    Majalah REI Edisi Januari 2022

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • 0Komentar

    Majalah REI Pelayanan Negara Tak Boleh Berhenti Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua, Jelang penutupan tahun lalu, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2021. Kegiatan ini diadakan terbatas secara hibrid dan tetap menjaga protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkenan membuka secara resmi Rakernas REI 2021 […]

  • Harga Pangan Picu Deflasi, Bagaimana Sektor Konstruksi?

    Harga Pangan Picu Deflasi, Bagaimana Sektor Konstruksi?

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam kondisi melambungnya permintaan dan harga komoditas di pasar global, laju inflasi sepanjang Februari 2022 tercatat terkendali sebesar 2,06 persen (year on year/yoy) atau turun ketimbang Januari 2022 sebesar 2,18 persen. Penyumbang deflasi utama adalah turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti minyak goreng seiring dengan implementasi program minyak goreng satu harga. “Minyak goreng […]

Translate »
expand_less