Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Banyak Tantangan, BTN Siapkan Enam Usulan Inisiatif di 2023

Banyak Tantangan, BTN Siapkan Enam Usulan Inisiatif di 2023

  • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi global, sektor properti di dalam negeri diyakini masih tumbuh positif di 2023. Hal itu didorong oleh permintaan yang tinggi dari masyarakat terlebih di segmen menengah dan subsidi.

Optimisme ini didasari atas fakta masih tingginya backlog perumahan di Indonesia yang mencapai 12,7 juta unit berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2021. Backlog adalah kondisi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

“Kami meyakini permintaan perumahan, terutama untuk rumah subsidi akan masih tinggi pada tahun depan. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang terus meningkatkan alokasi anggaran subsidi untuk sektor perumahan,” ujar Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Haru Koesmahargyo pada Media Gathering di Bandung, Kamis (24/11/2/2022).

Pada tahun 2022, Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah mengalokasi dana subsidi perumahan dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp23 triliun untuk pembiayaan 200.000 unit rumah subsidi. Alokasi itu masih ditambah dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) senilai Rp888,46 miliar untuk 22.586 unit rumah.

Pada tahun 2023, total target penyaluran bantuan subsidi perumahan ditambah menjadi sebanyak 274.924 unit senilai Rp34,17 triliun yang bersumber dari APBN sebesar Rp29,53 triliun dan dana masyarakat Rp4,64 triliun. Sedangkan untuk KPR FLPP pemerintah menaikkan dana subsidinya menjadi sebanyak 220.000 unit.

Menurut Haru, semakin banyaknya backlog perumahan maka target Program Sejuta Rumah (PSR) sudah tidak relevan lagi. Maka perlu target yang lebih besar lagi, seperti Program 10 Juta Rumah, sehingga pada tahun 2045 backlog perumahan bisa teratasi.

Dia menuturkan, pada tahun 2023 banyak tantangan yang dihadapi perbankan seperti kenaikan suku bunga acuan serta kebijakan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak Covid-19 akan berakhir pada Maret 2023. Kemudian berlakunya berbagai kebijakan terkait dengan GWM, ATMR dan Countercyclical Buffer yang mensyaratkan perbankan untuk memperkuat profitabilitas, permodalan dan kualitas bisnis.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bank BTN telah menyiapkan enam usulan inisiatif jangka pendek 2023.

Enam usulan tersebut yakni penerapan suku bunga tertentu untuk setiap kelompok desil penghasilan (desil 4-5 sebesar 5%, dan desil 6-8 sebesar 7%), penyesuaian masa subsidi KPR menjadi 10 tahun, pemfokusan kuota FLPP ke Bank Fokus Perumahan, pemberian subsidi premi asuransi, percepatan kepesertaan Tapera dan Piloting KPR MBR Informal.

Haru menerangkan dari enam usulan tersebut, Bank BTN akan menyiapkan terobosan baru dalam skema pembiayaan perumahan. Pertama menghadirkan, New KPR FLPP dengan masa tenor 20 tahun dan subsidi 10 tahun. Kedua, New KPR Selisih Subsidi Bunga (SSB) dengan tenor 20 tahun dan subsidi 10 tahun.

Ketiga, untuk memotivasi dan menginspirasi masyarakat memiliki rumah, manajemen juga memperkenalkan skema KPR Rent To Own untuk MBR Informal dengan tenor maksimal 30 tahun. Skema ini memugkinkan nasabah menyewa rumah terlebih dulu untuk kemudian diubah menjadi hak milik.

Keempat, KPR dengan Skema Staircasing Share Ownership (SSO), yakni KPR Subsidi dengan skema kepemilikan secara bertahap. Dan kelima, BTN juga juga berharap ada penugasan khusus kepada pihak asuransi oleh pemerintah untuk subsidi tarif premi asuransi KPR.

“Kami berharap, usulan yang digulirkan Bank BTN tersebut bisa diterima oleh pemerintah, sehingga bisa lebih menggairahkan sektor pembiayaan perumahan,” ujar Haru.

Kapasitas Pembiayaan

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan untuk menjawab tantangan industri perumahan tahun 2023, pemerintah bersama stakeholder ekosistem terkait akan melakukan optimalisasi dalam mendongkrak kapasitas pembiayaan perumahan.

Kementerian PUPR akan melakukan perencanaan program dan anggaran pembiayaan perumahan, melakukan mitigasi risiko terhadap isu kualitas bangunan dan ketepatan sasaran, penyiapan program pembiayaan perumahan bagi MBR sektor formal dan informal dan menciptakan ekosistem pembiayaan perumahan yang kondusif.

Dari BP Tapera, Kementerian PUPR mengharapkan optimalisasi penyaluran FLPP, optimalisasi skema pembiayaan perumahan bagi MBR sektor formal dan informal, meningkatkan kerjasama dengan lembaga bank penyalur untuk memperluas layanan serta efisiensi pengelolaan dana Tapera dan dana FLPP.

Sementara dari bank pelaksana seperti Bank BTN, pemerintah berharap meningkatkan partisipasi dalam program pembiayaan pemerintah kepada MBR, meningkatkan pelayanan dan efisiensi pembiayaan perumahan kepada MBR dan non MBR dan menerbitkan pembiayaan perumahan yang terjangkau.

“Tren inflasi dan suku bunga yang terus terus naik, menjadikan strategi pemerintah dalam mendorong demand side dan supply side menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan sektor properti,” papar Herry.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto menuturkan, realisasi penyaluran KPR FLPP hingga 18 November 2022 mencapai Rp21,27 triliun atau sebanyak 191.197 unit.

Bank BTN menjadi penyalur KPR FLPP tertinggi dengan kontribusi lebih dari 53%. Sedangkan posisi kedua tertinggi ditempati BTN Syariah dengan kontribusi sebesar 11,85%. Jika kedua data tersebut digabungkan, pangsa pasar BBTN di penyaluran FLPP mencapai lebih dari 65%.

Sementara realisasi pembiayaan Tapera mencapai Rp636,7 miliar atau sebanyak 4.256 unit. Dari jumlah tersebut, BTN menjadi penopang utama dengan menyalurkan pembiayaan Tapera sebanyak 3.093 unit rumah, atau lebih dari 72%.

“Kami berharap bank lain ikut meningkatkan lagi kontribusi dan perannya dalam penyaluran program KPR untuk rakyat, baik dalam bentuk penyaluran dana Tapera ataupun FLPP,” pungkas Adi Setianto. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bank tanah

    Pemerintah Percepat Penyusunan Raperpres Badan Bank Tanah

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Struktur dan Penyelenggaraan Badan Bank Tanah. Percepatan Raperpres ini agar Badan Bank Tanah segera dapat bekerja pada tahun depan. Raperpres tersebut untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, sebagai turunan dari […]

  • REI Gandeng AREBI Jalin Kerja Sama

    REI Gandeng AREBI Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI). Kerja sama tersebut mencakup pemasaran produk properti, kerja sama kegiatan promosi bersama, serta pertukaran informasi data terkait properti. Penandatanganan kerja sama kedua belah pihak disaksikan oleh Founder AREBI Budiarsa Sastrawinata, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat, 22 Juli […]

  • Kebutuhan Properti Komersial di Gading Serpong Terus Meningkat

    Kebutuhan Properti Komersial di Gading Serpong Terus Meningkat

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • 0Komentar

    SERPONG – Kebutuhan masyarakat terhadap properti komersial terus bertumbuh terutama di kota-kota padat penduduk seperti Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Khususnya di sisi selatan Kota Gading Serpong, demand terhadap produk komersial tetap tinggi seiring dengan meningkatnya popularitas kawasan tersebut. M. Nawawi, Direktur Utama Paramount Land menjelaskan, Gading Serpong telah menjadi kota mandiri besar dengan populasi lebih […]

  • Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

    Sepanjang 427 Km Ruas Tol Baru Ditargetkan Tuntas 2021

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama mitra kerja dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Tahun ini, ditargetkan sepanjang 426 Kilometer (Km) ruas tol baru segera rampung pengerjaannya. Secara keseluruhan, 64 proyek tol masuk dalam kategori PSN […]

  • Rencana bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur (Foto: Istimewa)

    Kritik Istana Burung Garuda, Ini Rekomendasi Lima Asosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Lima asosiasi profesional di Indonesia membuat pernyataan sikap bersama dan mengkritik rencana, rancangan, dan gambar bangunan Instana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Kelima asosiasi tersebut ialah Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), […]

  • Investor Ritel dari Kalangan Milenial Masih Minim

    Investor Ritel dari Kalangan Milenial Masih Minim

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Peluang investor domestik di Indonesia relatif sangat besar. Namun, kontribusi kalangan milenial sebagai investor ritel terbilang masih rendah. “Kalau tahun 2019 baru ada sekitar 2,5 juta orang yang menjadi investor ritel, tapi di bulan Juni 2021 ini angkanya meningkat hingga 125% sehingga menjadi 5,6 juta investor ritel. Apakah angka itu besar? Iya, kalau […]

Translate »
expand_less