Bekasi dan Cikarang Masih Kuasai Permintaan Gudang Modern

Jakarta masih menjadi destinasi favorit bagi para pelaku bisnis lokal maupun asing untuk berinvestasi
0
306

JAKARTA – Sepanjang triwulan III-2023, tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau stabil di tingkat 88%. Sebagian besar permintaan baru masih terkonsentrasi di wilayah Bekasi dan Cikarang.

Country Head and Head of Logistics & Industrial Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Farazia Basarah menyebutkan, tingkat hunian terindikasi sehat meskipun terdapat tiga pasokan baru di area Jakarta dan Bekasi yang disertai permintaan yang didominasi oleh penyedia jasa logistik. Permintaan dari sektor otomotif dan vendor kendaraan listrik terpantau meningkat, diikuti oleh sektor manufaktur, FMCG, dan farmasi.

“Pergudangan modern, lahan industri, dan rumah tapak masih menjadi sektor yang paling diminati di triwulan ketiga lalu,” ungkapnya pada JLL Media Briefing yang dikutip Jumat (20/10).

Selain sebagai penyimpanan, jelasnya, para penyewa dari sektor manufaktur juga kerap menggunakan ruang gudang sebagai area perakitan atau workshop.

JLL Media Briefing

Pada triwulan III-2023, terdapat proyek baru dengan luas total sekitar 56.000 meter persegi diperkenalkan ke pasar di Jakarta dan Bekasi. Sebagian besar permintaan baru masih terkonsentrasi di wilayah Bekasi dan Cikarang. Selain itu, terdapat dua proyek gudang modern yang sedang proses konstruksi yang berlokasi di Cikarang dan Depok. Kedua proyek tersebut direncanakan beroperasi penuh pada akhir tahun 2023.

“Saat memilih ruang gudang logistik modern, yang terpenting adalah penyewa mempertimbangkan aksesibilitas dan keterjangkauan sebagai faktor kunci utama. Sementara untuk menarik penyewa, pengembang pergudangan harus tetap menawarkan fleksibilitas komersial jangka waktu sewa dan kemudahan syarat pembayaran,” ujar Farazia Basarah

JLL menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah pulih dan kembali seperti sebelum pandemi. Di sisi lain, pemerintah tetap menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas, terlihat dari LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah beroperasi sehingga membuat Indonesia, khususnya Jakarta masih menjadi destinasi favorit bagi para pelaku bisnis lokal maupun asing untuk berinvestasi.

Sewa Perkantoran

Sementara itu, sektor perkantoran masih terlalu banyak bergerak di triwulan III-2023. Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim menyebutkan tingkat hunian sektor perkantoran tergolong stabil di triwulan III lalu yaitu di angka 70% untuk kawasan central business district (CBD) dan 71% untuk kawasan non-CBD. Permintaan yang relatif masih terbatas dan perpindahan tenant menuju gedung yang lebih baru dengan kualitas yang lebih baik, masih terjadi di tahun ini.

Untuk kawasan CBD, satu proyek gedung kantor yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto akan selesai dibangun dan mulai beroperasi. Pada penghujung tahun, pasokan gedung kantor diperkirakan masih akan terus bertambah.

“Aktivitas pencarian ruang perkantoran tetap aktif terlihat di triwulan III-2023 yang berasal dari berbagai sektor, khususnya di gedung-gedung yang lebih baru dan memiliki kualitas yang lebih baik,” jelas Yunus Karim.

Beberapa tren yang masih berlangsung diantaranya adalah perusahaan menerapkan strategi penghematan biaya sehingga tetap merumuskan formula yang tepat dalam menentukan besaran kebutuhan ruang perkantoran mereka.Permintaan relatif terbatas, dimana pemilik gedung menerapkan strategi-strategi untuk tetap kompetitif baik dan mempertahankan atau menaikkan tingkat hunian mereka. Situasi ini secara umum membuat harga sewa masih tetap tertekan.

“Tetapi kami mulai melihat beberapa gedung yang memiliki kualitas lebih baik dan tingkat hunian yang juga di atas rata-rata pasar, mulai menahan harga sewa mereka tetap stabil,” ungkanya. (MRI)