Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BTN Optimistis Permintaan Rumah Tetap Tumbuh di 2023

BTN Optimistis Permintaan Rumah Tetap Tumbuh di 2023

  • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mempertahankan kinerja gemilang sepanjang periode Januari-September 2022. Salah satunya ditopang membaik dan bertumbuhnya sektor properti terutama di segmen hunian. Kondisi ini diproyeksi akan terus berlanjut di 2023.

Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menyebutkan tahun depan permintaan rumah diharapkan akan tetap tumbuh, baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersial (non-subsidi). Untuk rumah komersial, BTN akan memberikan perhatian kepada pasar milenial dengan harga rumah dari Rp400 juta hingga Rp1 miliar.

“Kalau melihat tren di 2022, maka pasar hunian seharga Rp400 juta hingga Rp1 miliar itu cukup baik. Ini bisa menjadi gambaran dan patokan di tahun depan bahwa pasar residensial di segmen harga tersebut akan tetap tumbuh,” ungkap Nixon dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Bank BTN Per 30 September 2022 di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

BTN memproyeksikan pasar hunian di 2023 akan tumbuh sekitar 10% untuk rumah subsidi, dan sekitar 8%-10% untuk rumah komersial. Pertumbuhan pasar hunian tersebut diantaranya ditopang permintaan rumah subsidi dan rumah komersial di sekitar Jabodetabek.

Dari sisi penyaluran kredit konstruksi (kredit modal kerja) juga sudah terlihat membaik. Menurut Nixon, sejumlah pengembang besar sudah banyak yang menyampaikan rencana pembangunan proyek mereka di beberapa kota di Indonesia.

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo menyampaikan bahwa pasar residensial pada tahun depan akan semakin baik. Hal tersebut didukung tren penyebaran pandemi yang mereda serta membaiknya daya beli masyarakat. Untuk rumah subsidi, permintaan juga akan didorong oleh penambahan kuota FLPP di 2023 menjadi 220.000 unit dari 200.000 unit di 2022.

“Pandemi yang berakhir dan membaiknya daya beli masyarakat juga telah menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank BTN. Hingga kuartal III-2022, kami berhasil memperbaiki rasio NPL yang terus menurun hingga akhir September 2022,” papar Haru.

Bank spesialis kredit perumahan ini sukses membukukan laba bersih hingga akhir September 2022 senilai Rp2,28 trililun. Perolehan tersebut melonjak 50,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1,51 triliun.

“Transformasi Bank BTN yang sejalan dengan transformasi dari Kementerian BUMN telah membuahkan hasil yang positif. Sehingga kinerja perseroan pada kuartal III-2022 ini semakin baik dan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Menurut Haru, kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh keberhasilan Bank BTN menjalankan inisiatif strategis di kuartal III-2022 antara lain peningkatan penyaluran kredit, menekan biaya dana (cost of fund) termasuk keberhasilan dalam menurunkan rasio NPL.

Penyaluran Kredit

Dijelaskan, sepanjang periode Januari-September 2022, Bank BTN telah menyalurkan kredit mencapai Rp289,6 triliun atau meningkat 7,18% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp270,27 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada kuartal III-2022.

Kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir September 2022 mencapai Rp256,48 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi mendominasi dengan nilai sebesar Rp140,97 triliun atau tumbuh 8,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp129,97 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 6,4% menjadi Rp87,11 triliun pada kuartal III-2022 dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp81,87 triliun.

Paparan Publik Kinerja Keuangan Bank BTN

Haru menjelaskan, penyaluran kredit yang berkualitas dengan melakukan sentralisasi proses kredit telah berhasil membuat rasio kredit bermasalah Bank BTN terus membaik. NPL Gross pada kuartal III-2022 berada pada level 3,45%, lebih rendah dari sebelumnya di level 3,94%. Sedangkan NPL Nett sebesar 1,23%, atau turun dari posisi 1,50%.

Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 31,84% pada kuartal III-2022 menjadi Rp11,54 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,75 triliun. Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) Bank BTN juga mengalami kenaikan dari 3,52% pada akhir September 2021 menjadi 4,51% di kuartal III-2022.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Haru mengungkapkan pada kuartal III-2022 perolehan DPK Bank BTN mencapai Rp312,84 triliun naik 7,41% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp291,26 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp143,59 triliun naik sebesar 18,7% dibandingkan akhir September 2021 sebesar Rp120,96 triliun.

“Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat kontribusi dana murah mengalami kenaikan menjadi 45,9% dari total DPK Bank BTN pada kuartal III-2022,” jelasnya.

Haru menegaskan, kenaikan dana murah Bank BTN berhasil menekan biaya dana atau cost of fund Bank BTN pada akhir September 2022 menjadi 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,28%.

Selain itu, kinerja Bank BTN pada akhir September 2022 yang cukup gemilang ini juga mendorong aset perseroan meningkat sebesar 5,77% menjadi Rp389,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp368,05 triliun. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menarik, Tipe Terbaru di Metland Puri Dijual Full Furnished

    Menarik, Tipe Terbaru di Metland Puri Dijual Full Furnished

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah memasarkan Tipe Caprina pada Desember 2022 lalu, PT Metropolitan Land Tbk atau Metland kini menghadirkan show unit Tipe Caprina di Metland Puri yang dapat dilihat langsung oleh para calon konsumen mulai Sabtu, 14 Januari 2023. “Calon konsumen dapat melihat secara riil penataan ruang dan merasakan kenyamanan dari Tipe Caprina” jelas Lily Nurlita, […]

  • RUPST Summarecon Agung

    Tahun Buku 2024, Summarecon Agung Cetak Sejarah Penjualan

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk mencetak rekor sejarah dengan kenaikan pendapatan di 9 kawasan kota terpadu yang dikembangkannya. Capaian pendapatan perseroan sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp 10,62 triliun atau naik 59,5 persen dengan perolehan laba bersih tertinggi yakni sebesar Rp 1,84 triliun, naik 74,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami bersyukur atas pencapaian luar biasa […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Ini Dia Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa penggunaan produk dalam menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia di masa yang akan datang. “Bagaimana cara membuat supaya kegiatan ekonomi Indonesia dapat terus melanjutkan pemulihan dengan kuat. Kita harus memastikan penggunaan produk dalam negeri,” ujar Suahasil dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 11 November 2022. Suahasil menjelaskan, […]

  • IKN

    Jokowi Janji Gelar Karpet Merah Pengusaha Lokal Investasi di IKN

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah selalu memprioritaskan dan mendahulukan investor lokal dalam investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, jika tidak ada minat dari investor lokal, maka pemerintah akan mencari investor dari luar negeri yang minat untuk berinvestasi di IKN juga tinggi. “Saya sampaikan kepada Kepala Otorita, rem untuk yang dari luar, […]

  • Gelandangan, ilustrasi Tunawisma (Foto: Adang Sumarna)

    PUPR dan Kemensos Bangun Rusunawa untuk Tunawisma

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Guna pemberdayaan masyarakat tidak berpenghasilan dan mengurangi kekumuhan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun rumah susun sewa (rusunawa) sebagai tempat tinggal sementara yang layak. Pembangunan hunian vertikal sekaligus tempat pemberdayaan dan pengembangan usaha ekonomi produktif hasil kolaborasi Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial (Kemensos). “Rusun dapat menjadi tempat pemberdayaan masyarakat tidak […]

  • PPN DTP

    Mei 2023, Kontribusi Pajak Sektor Realestat Tumbuh 10,9%

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Hingga akhir Mei 2023, realisasi pajak sebesar Rp 830,29 triliun atau terkumpul 48,33 persen dari target APBN tahun ini. Dari total penerimaan negara tersebut, kontribusi sektor konstruksi dan realestat tumbuh di level 10,9 persen. “Ini adalah pertumbuhan yang cukup sehat dan mempengaruhi keseluruhan perekonomian cukup tinggi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan […]

Translate »
expand_less