Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Cagar Budaya untuk Pariwisata, Upaya Pelestarian atau Eksploitasi?

Cagar Budaya untuk Pariwisata, Upaya Pelestarian atau Eksploitasi?

  • calendar_month Minggu, 17 Sep 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Optimalisasi kawasan cagar budaya untuk mendukung kegiatan pariwisata memerlukan strategi tertentu mulai dari perencanaan, pengambilan kebijakan oleh pemerintah DKI Jakarta serta mengikutsertakan peran masyarakat secara langsung dalam memanfaatkan sumber daya dan nilai-nilai kearifan yang dimiliki oleh kawasan cagar budaya di DKI Jakarta.

“Kami yakin dengan menjadikan kawasan cagar budaya sebagai kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata akan berdampak pada peningkatan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan tagline Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan,” jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat membuka Webinar Urban Dialogue 07 bertema “Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya sebagai Tourism Area, Menuju Jakarta Baru!” pada Jumat, 15 September 2023.

Sandiaga mengapresiasi Ikatan Ahli Perencana Wilayah dan Kota (IAP) DKI Jakarta yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan Urban Dialogue dengan tema Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya sebagai Tourism Area menuju Jakarta Baru yang bertujuan untuk mendiskusikan optimalisasi kawasan cagar budaya untuk mendorong pariwisata di DKI Jakarta.

“Kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat dalam dialog ini merupakan langkah bersama dalam membangun pariwisata DKI Jakarta yang lebih berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia dan Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D mengatakan, perlu adanya keseimbangan dalam Historic Urban Landscape (HUL).

“Bicara mengenai Historic Urban Landscape (HUL) tadi sebenarnya kita mencari keseimbangan antara pembangunan ekonomi, proteksi urban heritage dan fungsiionalitas dan livabilitas dari sebuah kota. Kita mencoba untuk mencari ekuilibrium yang pas seperti apa,” jelasnya.

Ternyata, lanjutnya, konsep ini inline dengan sustainable development goals yang memiliki pilar budaya sosial, environment dan ekonomi. “Jadi, bicara HUL kita bicara juga keseimbangan ekosistem sustainable. Salah satunya adalah masuk di dalam goals yang ke-11, yaitu sustainable cities and communities,” sambungnya.

Pelestarian Cagar Budaya

Ketua IAP DKI Jakarta Adhamaski Pangeran mengatakan, kawasan cagar budaya memiliki tempat yang khusus dalam pengembangan sebuah kawasan. “Satu hal yang menarik dari kacamata planner bagaimana urban heritage itu tetap dan akan selalu punya tempat. Bagaimana bangunan di masa lalu tetap menjadi sesuatu di masa depan dan menjadi inspirasi bagi pembangunan,” katanya.

Jika berbicara mengenai pelestarian cagar budaya, jelas Dosen dan Peneliti pada Departemen Arsitektur Universitas Trisakti Punto Wijayanto, tentu saja hal-hal yang ingin dicapai adalah lima hal yang disebut dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Kelima hal tersebut adalah melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia; meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui Cagar Budaya; memperkuat kepribadian bangsa; meningkatkan kesejahteraan rakyat; dan mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

“Undang-Undang Cagar Budaya dibandingkan undang—undang benda cagar budaya sudah banyak berubah. Kalau di undang-undang benda cagar budaya itu fokusnya kepada aspek perlindungan cagar budaya, undang-undang yang ini lebih berkembang lagi dengan menambahkan bagaimana yang sudah cagar budaya tadi kemudian bisa dikembangkan ataupun dimanfaatkan untuk misalnya untuk kesejahteraan masyarakat,” terang Punto yang juga merupakan Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Keterlibatan Swasta

Adapun dalam pengembangan cagar budaya sebagai pariwisata perlu melibatkan pihak swasta. Dengan adanya interaksi varian dari berbagai komunitas yang ada menjadi sebuah potensi bagi pariwisata sehingga sektor pariwisata akan menjadi sektor yang paling potensial untuk menggerakkan ekonomi, sosial dan budaya.

“Swasta perlu terlibat dalam pengembangan kawasan cagar budaya menjadi destinasi pariwisata. Yang pertama adalah karena adanya kebutuhan untuk investasi. Kemudian yang kedua adalah masalah kepemilikan aset. Ini menjadi masalah klasik dalam proses revitalisasi atau penataan kawasan cagar budaya. Terakhir terkait dengan kebutuhan operasional dan pengelolaan,” jelas Public Institusional Relation Manager Jakarta Experience Board.

Sejumlah tantangan pun dihadapi pelaku swasta untuk terlibat dalam pengemabngan kawasan cagar budaya untuk pariwisata, antara lain regulator perlu memiliki grand design strategi pengembangan kawasan yang menarik bagi sektor swasta.

Kemudian perlunya pemahaman regulator terhadap berbagai model bisnis, pengembangan kawasan berbasis integrasi dan upaya meminimalisasi ego sectoral serta seamless Connection. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakarta Garden City dan IRACE Indonesia Gelar Family Fun Run

    Jakarta Garden City dan IRACE Indonesia Gelar Family Fun Run

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jakarta Garden City (JGC) bersama IRACE Indonesia menggelar Family Fun Run bertema “Back to 80’s”. Acara diikuti lebih dari 2.000 peserta dengan start awal dari Food Garden Jakarta Garden City tersebut berlangsung Minggu (9/7). Tidak hanya berlangsung secara offline, melainkan juga berlangsung secara virtual yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. IRACE Indonesia […]

  • Infiniti Realty

    Infiniti Realty Raih Penghargaan BTN Housingpreneur 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Infiniti Triniti Jaya atau Infiniti Realty melalui proyek spektakulernya Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang-Banten berhasil meraih juara pertama untuk kategori “Affordable House Development (Established Business)” pada ajang BTN Housingpreneur 2025 yang diadakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN saat seremoni penutupan BTN Expo 2026 di JICC Senayan, Sabtu (31/1). […]

  • Armani Group

    Armani Group Tawarkan Apartemen Dekat KLCC di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang properti asal Malaysia, Armani Group, memperkenalkan proyek terbarunya Armani Hallson KLCC kepada para investor Indonesia di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Sabtu (22/11). Proyek Armani Hallson dikembangkan di atas lahan seluas 1,05 hektar di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek yang terdiri dari 3 tower apartemen tersebut memilki total 2.215 unit, dengan 8 […]

  • The Sanctuary Collection Borong Penghargaan PropertyGuru Indonesia Award

    The Sanctuary Collection Borong Penghargaan PropertyGuru Indonesia Award

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – The Sanctuary Collection, proyek berskala internasional yang merupakan hasil kolaborasi tiga developer terkemuka yakni Perennial Holdings Pte, Ltd, PT Cipta Harmoni Lestari dan Qiangjian Realty Group berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards 2023, Jumat (15/9). Ketiga penghargaan yang diperoleh The Sanctuary Collection adalah penghargaan untuk kategori Best High End […]

  • Klaster Livana Park

    GCC2 Usung “Revolusi Rumah Subsidi” di Klaster Livana Park

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • 0Komentar

    CIKARANG – Arrayan Group melalui PT Alexandra Citra Pertiwi, pengembang Perumahan Grand Cikarang City 2 (GCC2) kembali menunjukkan komitmen menghadirkan hunian subsidi berkualitas dengan mengadakan acara Akad Kredit Massal Perdana Klaster Livana Park by GCC2 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/6). Klaster ini mengusung tema “Revolusi Rumah Subsidi”, yang menjadi tonggak penting GCC2 dalam menghadirkan […]

  • BTN

    Kredit Tumbuh, Laba Bersih Bank BTN Melonjak 48,3%

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2021. Laba bersih Bank BTN melonjak 48,3% menjadi Rp2,37 triliun pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,6 triliun. Kenaikan laba bersih BTN ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,66%, dari Rp260,11 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp274,83 triliun pada tahun […]

Translate »
expand_less