Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Ini Kendala Penjualan Rumah Subsidi di Papua Barat

Ini Kendala Penjualan Rumah Subsidi di Papua Barat

  • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manokwari – Jumlah penduduk yang hanya 1,13 juta menjadi kendala dalam penjualan rumah subsidi di Provinsi Papua Barat. Fakta bahwa pandemi Covid-19 juga berperan besar dalam menurunkan daya beli masyarakat di wilayah Kepala Burung Papua.

“Demografi di Provinsi Papua Barat memang menjadi tantangan besar dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Sebagai ibu kota provinsi, Kabupaten Manokwari hanya berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa,” ucap Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Papua Barat V. Julius Lois, seusai Musyawarah Daerah (Musda) III REI Papua Barat, di Hotel Aston Niu Manokwari, Kamis, 25 Agustus 2022.

Julius menyatakan, untuk menjadi sebuah bonus demografi untuk mendukung penjualan rumah subsidi, setidaknya sebuah wilayah harus memiliki jumlah penduduk sedikitnya 500 ribu jiwa. “Riset menyebut, jumlah penduduk paling ideal 500 ribu jiwa di suatu kota untuk dapat mendorong pertumbuhan bisnis properti di wilayah tersebut,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat tahun 2021 menyebut, jumlah penduduk di wilayah itu mencapai 1.134.068 jiwa. Kelompok usia 20-24 tahun menduduki peringkat pertama yakni sejumlah 112.101 jiwa. Posisi kedua yakni 108.012 jiwa ditempati penduduk dari kelompok usia 15-19 tahun.

Sedangkan Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan ekonomi di provinsi ini pada semester I 2022 sebesar 2,40 persen dibandingkan semester I 2021.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019, angka kekurangan kebutuhan rumah (housing backlog) di Papua Barat tercatat 5.118 unit. Kesenjangan antara kebutuhan dengan ketersediaan pasokan terbesar di Kabupaten Raja Ampat yakni sebesar 856 unit rumah.

Target Hunian

Julius menengarai, pandemi Covid-19 ikut berperan dalam merontokkan perekonomian daerahnya. Hal ini seiring merosotnya daya beli masyarakat Papua Barat akibat hempasan pandemi.

“Pemerintah pusat sudah sangat baik melakukan penanganan masalah Covid-19. Selain itu, kebijakan Presiden Joko Widodo dengan memperkuat eksistensi produk lokal bagi pasar domestik berpengaruh positif dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Julius.

Dari sisi penyediaan hunian, lanjut Julius, pihaknya mematok target pembangunan sebesar 1.200 unit rumah bersubsidi sepanjang tahun 2022. “Sejak tahun 2020 penjualan rumah bersubsidi cenderung turun seiring merebaknya pandemi Covid-19. Tahun 2020 hanya terjual 500 unit. Sedangkan realisasi pembangunan pada tahun 2021 angkanya sedikit naik yakni 600 rumah. Tahun ini kita target 1.200 unit rumah,” kata Julius.

Dari 19 perusahaan pengembang properti anggota REI Papua Barat, per Agustus 2022 telah terbangun sebanyak 700 unit rumah. “Saat ini anggota REI Papua Barat telah membangun perumahan bersubsidi di 80 titik lokasi. Adapun wilayah pembangunan terletak di Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni,” pungkasnya.

Perekonomian di Papua Barat sangat mengandalkan sektor pertanian, perikanan dan kelautan untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Sektor lain yang juga  menyumbang pendapatan bagi Papua Barat yaitu pertambangan gas alam di Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain itu, industri pariwisata laut di Kabupaten Raja Ampat, peternakan, perdagangan, usaha jasa dan UMKM juga ikut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu Usai, Saatnya Pengembang Aktif Jemput Bola!

    Pemilu Usai, Saatnya Pengembang Aktif Jemput Bola!

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pemilihan umum (Pemilu) yang berjalan aman dan lancar diharapkan menjadi momentum bagi pelaku industri properti untuk melanjutkan rencana bisnis yang sempat tertahan karena wait and see menunggu situasi politik pasca pemilu. Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ikang Fawzi menegaskan asosiasi melihat situasi dan kondisi suksesi nasional 2024 yang berlangsung kondusif sebagai […]

  • MRT Jakarta

    Sinergi DKI Jakarta-Jawa Barat-Bekasi Bangun MRT

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dua pemerintah Provinsi dan satu Pemerintah Kabupaten, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bekasi bersinergi dengan melakukan kerja sama membangun Mass Rapid Transit (MRT) Timur-Barat (MRT East-West/Cikarang-Jakarta-Balaraja) Phase 1-Stage 1 (Tomang-Medan Satria). Sinergi ketiganya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, […]

  • Properti Asia Tenggara Tumbuh Satu Dekade Mendatang

    Properti Asia Tenggara Tumbuh Satu Dekade Mendatang

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan Asia Tenggara diprediksi akan menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi global. Geliat perekonomian membuat prospek pasar properti di Asia Tenggara siap pulih dalam satu dekade kedepan. Mengutip Laporan Southeast Asia Outlook 2023 Cushman & Wakefield, rata-rata laju pertumbuhan perekonomian di kawasan Asia Tenggara sebesar 4,7 persen pada tahun 2023. Angka itu […]

  • Gedung KPK Lama (Foto: Adang Sumarna)

    Cegah Korupsi di Dunia Usaha, KPK Minta Ini

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • 0Komentar

    Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini fokus pada pencegahan korupsi, hal ini disampaikan oleh Direktur Anti Korupsi Badan Usaha KPK Aminudin dalam seminar Tata Kelola Perusahaan Sebagai Upaya Pencegahan Praktik Korupsi Korporasi yang diselanggarakan oleh Ikatan Alumni Asian Institute of Management Indonesia. “Dari sisi penyelamatan aset (asset recovery), pencegahan jauh lebih besar menyelamatkan […]

  • Tingkatkan Layanan Pertanahan, Sarana Jaya dan Kanwil BPN DKI Teken MoU

    Tingkatkan Layanan Pertanahan, Sarana Jaya dan Kanwil BPN DKI Teken MoU

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perumda Pembangunan Sarana Jaya (Sarana Jaya), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (11/7). MoU ini meliputi pendaftaran tanah, asistensi pengadaan tanah, serta asistensi pencegahan dan penanganan permasalahan tanah. Kolaborasi ini juga merupakan langkah strategis […]

  • Jokowi Harapkan Pariwisata Pulih Lebih Tinggi dari Pra-Pandemi

    Jokowi Harapkan Pariwisata Pulih Lebih Tinggi dari Pra-Pandemi

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo berharap semua destinasi wisata di Indonesia yang terdampak pandemi bisa segera pulih dan kembali normal, bahkan dapat meningkat lebih tinggi dibanding masa pra-pandemi. “Semua negara, semua tujuan wisata, semua destinasi wisata mengalami hal yang sama. Tetapi recovery, pemulihan di Indonesia jauh lebih cepat. Kita harapkan akan kembali secepatnya normal sehingga […]

Translate »
expand_less