Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Perlu Kolaborasi Sukseskan Green Building

Perlu Kolaborasi Sukseskan Green Building

  • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- Kolaborasi semua pihak diperlukan untuk menyukseskan penerapan konsep green building dalam rangka memenuhi target penghematan energi sebesar 30 persen, mengurangi konsumsi air sebanyak 30 persen, dan mengurangi emisi karbon dioksida CO2. yang semuanya itu terangkum dalam komitmen 30:30 pada 2030 mendatang.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perundang-undangan dan Regulasi Properti mengatakan yang dilakukan REI selama ini adalah berkolaborasi dengan stakeholder terkait green building.

“Sebagai pelaku pembangunan kami telah berkolaborasi beberapa kali dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) , International Finance Corporation (IFC) dan bulan lalu kami ada kegiatan FGD bersama Bank Indonesia terkait kebijakan keringanan uang muka untuk konsumen yang membeli properti dengan konsep hijau, ungkapnya pada acara Green Talk: Urgensi Green Building, Senin, 18 Januari 2021.

Tidak terbatas itu saja, lanjut Ignesjz didalam kepengurusan DPP REI juga telah memiliki Wakil Ketua Umum yang membawahi Bidang Properti Ramah Lingkungan, dan tentu kedepannya,  akan lebih mendorong peran serta anggota REI untuk menerapkan green building dalam pembangunan propertinya.

Dia mengakui penerapan konsep green building selama ini masih berdasarkan kesadaran dari pengembang untuk dapat menghadirkan properti yang ramah lingkungan sekaligus menyehatkan bagi perorangan yang tinggal didalamnya. Sedangkan di negara tetangga seperti Singapura penerapan green building sudah menjadi suatu keharusan.

“Agar konsep green building ini sukses diperlukan tiga aspek yakni kesadaran dari pengembang (voluntary), menjadikannya sebagai kewajiban (diatur dalam suatu peraturan), dan adanya insentif dari pemangku kebijakan kepada pihak yang telah menerapkan konsep green building,” terang Ignesjz.

Saat ini DPP REI bersama dengan tim dari GBCI tengah merancang suatu instrumen insentif untuk diajukan kepada pemerintah. Insentif tersebut dapat berupa keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk pemilik properti hijau di kota besar atau insentif dana untuk properti yang berada didaerah sub urban.

Revisi Aturan

Pada acara yang sama Kepala Bidang Pengawasan Bangunan Dinas Cipta Karya Provinsi DKI Jakarta, Herry Priyatno, mengatakan saat ini tengah dilakukan pembahasan revisi terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung Hijau.

“Dalam pembahasan revisi Pergub Nomor 38 akan memperluas kriteria konsep green builiding termasuk mengagendakan pembahasan insentif, jelas Herry.

Pembahasan revisi tersebut saat ini memasuki proses verbal. Revisi peraturan tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai target komitmen 30:30 pada 2030 mendatang. (ADH)

Penulis

Pria kelahiran Surakarta ini pernah bekerja di Danamon, Citibank, hingga reporter Indonesia Finance Today. Akmal yang pernah mengeyam pendidikan hukum di Universitas Sebelas Maret bergabung sebagai wartawan industriproperti.com untuk memberitakan persoalan aktual di sektor properti dari sudut pandang yang berbeda. Yang mau kenal Akmal, sobat IP bisa follow Instagram @acciomale

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Fokus Atasi Kesenjangan Infrastruktur di Indonesia

    Pemerintah Fokus Atasi Kesenjangan Infrastruktur di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Selama ini masih terjadi kekurangan investasi di sektor infrastruktur sehingga menciptakan kesenjangan infrastruktur (infrastructure gap) yang besar. Akibatnya, terjadi defisit infrastruktur selama bertahun-tahun di Indonesia terutama setelah krisis ekonomi 1998. Hingga 2017, Indonesia masih terus mengejar ketertinggalan posisi stok modal infrastruktur yang baru berkisar 43%, masih di bawah negara-negara G20 yang rata-rata di […]

  • Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Dana SBUM Rumah Subsidi

    Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Dana SBUM Rumah Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah diminta segera merealisasikan penyaluran program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) hunian bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya, belum terbitnya alokasi dana program itu menjadi alasan masih tertundanya penyaluran dana bagi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). “Kendati kedua program ini berbeda, namun dari informasi yang kami terima bahwa […]

  • Sentul City dan Bank INA Kerjasama Beri Layanan KPR Properti Sekunder

    Sentul City dan Bank INA Kerjasama Beri Layanan KPR Properti Sekunder

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • 0Komentar

    BOGOR – PT Sentul City Tbk terus berinovasi untuk memastikan nilai propertinya tetap tinggi bahkan terus naik. Salah satunya dengan membentuk Bursa Pasar Sekunder Sentul City untuk produk properti sekunder yang bekerjasama dengan PT Bank Ina Perdana Tbk atau Bank INA. Chief Executive Officer (CEO) PT Sentul City Tbk, Eddy Sindoro mengatakan dengan nilai properti […]

  • pengelolaan rusun

    Permen PKP 4 Tahun 2025 Solusi Pengelolaan Rusun

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Permen PKP) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rumah Susun Milik serta Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun diharapkan menjadi solusi pengelolaan rusun. Hal itu seiring masih maraknya perselisihan terkait pengelolaan hunian vertikal. “Permen 4 Tahun 2025 bertujuan meminimalisasi beragam permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan apartemen. Dalam […]

  • kemenparekraf

    Kolaborasi Kemenparekraf EU-BC Majukan Sektor Parekraf

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggandeng European-Asean Business Council (EU-ABC) berkolaborasi untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. “Jadi saya harap kita bisa berkolaborasi untuk menghasilkan solusi-solusi yang ke depannya bisa mengembangkan sektor parekraf Indonesia ke arah yang lebih positif,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan […]

  • Dirut BTN Definitif Harus Paham Masalah Perumahan

    Dirut BTN Definitif Harus Paham Masalah Perumahan

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menempatkan figur yang benar-benar paham masalah pembiayaan perumahan untuk posisi Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Setidaknya, sudah dua kali berturut-turut, kursi orang nomor satu di Bank BTN diisi bukan dari internal perseroan. “Selama ini Dirut BTN yang ditunjuk kurang mengerti masalah […]

Translate »
expand_less