Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Kementerian ATR/BPN Dorong Daerah Tetapkan Rencana Tata Ruang

Kementerian ATR/BPN Dorong Daerah Tetapkan Rencana Tata Ruang

  • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong daerah-daerah agar segera menyusun dan menetapkan Rencana Tata Ruang (RTR), yang salah satunya berupa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Dengan diintegrasikannya RDTR ke dalam sistem OSS (Online Single Submission), maka dengan waktu yang relatif cepat. Pelaku usaha akan mendapatkan salah satu dari tiga persyaratan perizinan berusaha, yaitu Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR),” sebut Direktur Jenderal Tata Ruang, Gabriel Triwibawa dalam keterangan resminya, Jumat, 21 Oktober 2022.

Proses menuju penerbitan peraturan kepala daerah terkait RDTR adalah dilakukannya Rapat Koordinasi Lintas Sektor antara Kementerian ATR/BPN, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga.

Gabriel menjelaskan, bahwa pandemi Covid-19 dan situasi ekonomi secara global saat ini mengakibatkan Indonesia harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, RTR yang berkualitas dapat menjadi salah satu instrumen dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, sebab RTR adalah wadah bagi suatu pembangunan.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa dengan adanya RDTR, maka daerah-daerah akan lebih kompetitif untuk menarik minat investor. Sebab, selain waktu penerbitan KKPR yang lebih cepat, payung hukumnya juga telah tersedia dengan jelas.

“Hal ini tentunya baik bagi iklim investasi di Indonesia yang juga akan bergerak selaras menuju pertumbuhan ekonomi,” ucap Gabriel.

Gabriel Triwibawa menggarisbawahi bahwa jangan sampai setelah RDTR terbit, masih terdapat pending issue yang belum rampung penyelesaiannya.

PTSL

Demi mewujudkan terdaftarnya seluruh bidang tanah di Indonesia, Kementerian ATR/BPN menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini telah terbukti berhasil meningkatkan jumlah tanah terdaftar secara signifikan sehingga memberi manfaat untuk masyarakat.

“Program PTSL ini adalah program yang sangat strategis, program yang pro rakyat, program yang benar-benar melindungi rakyat, program yang memberi kepastian hukum pada rakyat,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto.

Sebelum adanya PTSL, Kementerian ATR/BPN rata-rata hanya mampu mendaftarkan kurang lebih 500.000 bidang pertahunnya. Sehingga cita-cita mendaftarkan seluruh bidang tanah baru akan selesai 160 tahun lagi.

“Dengan PTSL, sisa 80 juta bidang tanah (di tahun 2015, red) kita selesaikan di tahun 2025,” tutup Hadi Tjahjanto. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • papua barat daya

    Tok! DPR dan Pemerintah Sepakat Papua Barat Daya Jadi Provinsi ke-38

    • calendar_month Sabtu, 19 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bersama dengan Pemerintah melakukan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya untuk disahkan menjadi Undang-Undang pada Rapat Paripurna DPR RI. “Alhamdulillah kita sudah mendengar bersama telah diambil keputusan untuk persetujuan di Paripurna tingkat II terhadap RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya,” jelas […]

  • Tingkat Hunian Perkantoran di Jakarta Tunjukkan Tren Positif

    Tingkat Hunian Perkantoran di Jakarta Tunjukkan Tren Positif

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diharapkan menjadi sinyal positif terhadap perbaikan performa subsektor perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta. Meski begitu, seiring dengan munculnya potensi resesi global, tingkat kewaspadaan konsumen juga turut kembali menguat dan berimplikasi pada tertahannya ekspansi dari perusahaan global. Berdasarkan laporan Jakarta Property Highlight terbaru dari […]

  • Survey iProperti

    Survey iProperti

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • 0Komentar
  • Rumah Sederhana Berkelas Ala Ikang Fawzi

    Rumah Sederhana Berkelas Ala Ikang Fawzi

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Rumah sederhana menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minim. Banyak orang yang mempertanyakan kualitas rumah sederhana atau rumah rakyat itu karena harga jual yang bisa dikatakan murah. Namun, di tangan pengembang sekaligus rocker, Ikang Fawzi, rumah rakyat ini dibangun dengan kualitas terbaik setara dengan rumah menengah. “Orang kalau bicara rumah rakyat […]

  • Menko Airlangga

    Kementerian PUPR Terima Banyak Pengaduan Soal Perumahan

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • 0Komentar

    Banten – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima banyak pengaduan terkait permasalahan soal perumahan. Ironisnya, banyak dari pengaduan tersebut justru bermuara pada aturan yang diterbitkan oleh kementerian/lembaga (K/L) lainnya. “Banyak pengaduan yang masuk ke Direktorat Jenderal Perumahan terkait permasalahan seputar bisnis properti. Padahal peraturan yang menjadi sumber permasalahan justru merupakan kewenangan kementerian lain,” […]

  • Perbankan Mesti Adaptasi Perubahan Teknologi Transaksi Keuangan

    Perbankan Mesti Adaptasi Perubahan Teknologi Transaksi Keuangan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri perbankan harus secepatnya beradaptasi menyikapi perubahan gaya hidup terutama terkait penggunaan teknologi transaksi keuangan dan pengelolaan aset masyarakat. Pasalnya, tantangan di sektor keuangan baik di Indonesia maupun secara global karena adanya kegiatan transaksi antarnegara menjadi sangat tidak terbatas (borderless). “Perubahan-perubahan demografi, globalisasi, dan juga teknologi, serta semakin terjadinya mobilitas capital antarnegara akan menjadi […]

Translate »
expand_less