Kuartal I, Pembangunan Rumah Capai 298.203 Unit

Capaian pembangunan rumah sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah sepanjang kuartal I 2023 tercatat 298.203 unit.
0
278

Jakarta – Capaian pembangunan rumah sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah sepanjang kuartal I 2023 tercatat 298.203 unit. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan capaian itu akan terus naik seiring kian stabilnya perekonomian pasca pandemi Covid-19.

“Progres Program Sejuta Rumah per 30 April 2023 sebanyak 298.203 unit,” papar Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur di Jakarta, Senin, 15 Mei 2023.

Menurut Fitrah Nur, capaian Program Sejuta Rumah itu sebesar 84 persen. Rinciannya, sebanyak 252.875 unit rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sisanya, sebesar 16 persen atau sebanyak 45.328 unit non MBR.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, realisasi pembangunan hunian MBR bersumber dari kegiatan Kementerian PUPR sebesar 104.286 unit. Angka tersebut berasal dari kegiatan pembangunan Ditjen Perumahan 57.549 unit dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dengan penyaluran dana pembiayaan perumahan untuk masyarakat melalui KPR FLPP dan BP Tapera sebanyak 46.737 unit.

Selanjutnya adalah pembangunan rumah oleh Kementerian/Lembaga lainnya sebanyak 4.286 unit, pemerintah daerah 2.127 unit, pengembang non-FLPP 133.716 unit, CSR perumahan 153 unit dan pembangunan yang oleh masyarakat sebanyak 8.307 unit. Sedangkan untuk rumah non-MBR oleh pengembang sebanyak 16.246 unit dan masyarakat 29.082 unit.

Koordinasi Mitra Kerja

Kementerian PUPR mengklaim bahwa Program Sejuta Rumah sebagai wujud nyata upaya pemerintah menjawab tantangan dan kendala pembangunan perumahan di Indonesia. Program ini dapat meningkatkan iklim investasi di sektor perumahan, membuka lapangan kerja sekaligus menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.

Masih ada sejumlah tantangan dan kendala pembangunan perumahan di Indonesia di masa mendatang. Antara lain masih tingginya angka backlog kepemilikan rumah. Berdasarkan data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2021, tercatat sebanyak 12,7 juta rumah tangga belum memiliki rumah. Angka ini berpotensi terus meningkat seiring pertumbuhan rumah tangga baru yang diperkirakan mencapai 700 hingga 800 ribu kepala keluarga (KK) setiap tahunnya.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan mitra kerja dan pemangku kepentingan bidang perumahan di seluruh Indonesia guna mendorong pembangunan Program Sejuta Rumah. Kami juga memiliki Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan yang ada di setiap provinsi di Indonesia supaya pendataan program ini bisa berjalan dan terkoordinasi secara baik,” pungkasnya. (BRN)