Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Membedah Tantangan Penyediaan Hunian Vertikal untuk MBR di Jakarta

Membedah Tantangan Penyediaan Hunian Vertikal untuk MBR di Jakarta

  • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Penyediaan hunian vertikal yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat menjadi salah satu solusi masalah hunian di perkotaan DKI Jakarta. Ada empat key point yang menjadi tantangan dalam penyediaan hunian vertikal bagi MBR di Jakarta, yaitu demand, feasibility, suplai dan development configuration.

Demand saat ini cukup terbatas sehingga para pengembang harus mengatur strategi untuk menciptakan produk yang tepat sasaran,” kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim  dalam Webinar Urban Dialogue #6 ‘Tantangan Penyediaan Hunian Vertikal di Jakarta’ yang diselenggarakan oleh IAP DKI Jakarta pada Kamis, 24 Agustus 2023.

Pada kesempatan yang sama Dirut Sarana Jaya Andira Reoputra mengatakan Potensi Penyediaan Hunian Terjangkau oleh BUMD dan Swasta/BUMN pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026 mencapai 9.080 unit.

Sementara, jumlah unit dari dua lokasi hunian vertikal yang dikembangkan Sarana Jaya di dua lokasi di Jakarta, yaitu Nuansa Pondok Kelapa dan Nuansa Cilangkap hanya 2.568 unit.

“Kemudian total unit hunian terjangkau next project itu 2.690 unit dan total unit yang sudah terbangun dan next project adalah ±57,9%, yaitu 5.258 unit,” jelas Andira.

Dia menjelaskan, jumlah backlog perumahan di DKI Jakarta ada di angka 1.388.743 unit. Sementara jumlah MBR di DKI Jakarta kurang lebih 250 ribu orang dan Jumlah KK (kepala keluarga) pendaftar hunian terjangkau kurang lebih 50.699.

“Artinya dalam penyediaan hunian perumahan ini secara bisnis masih sebuah peluang yang sangat menarik, tapi harus ikut serta seluruh sektor tadi, yaitu pemerintah baik pusat maupun daerah yang benar-benar bisa membantu proses penyediaan perumahan bagi MBR,” terangnya.

hunian vertikal

Webinar Urban Dialogue #6 ‘Tantangan Penyediaan Hunian Vertikal di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Tantangan Berikutnya

Sejumlah tantangan lainnya yang dihadapi dalam penyediaan hunian vertikal bagi MBR di Jakarta juga diutarakan oleh Direktorat Rumah Susun PUPR Manda Machyus, antara lain aspek suplai dan demand, regulasi, pembiayaan, pembangunan, sistem dan pemeliharaan.

“Untuk rumah susun milik yang dibangun pengembang sampai saat ini tantangan terbesar adalah modal untuk membangun. Pasca pandemi minat dari investor untuk membangun masih tertatih-tatih,” ucap Manda.

Tantangan berikutnya dalam pembangunan rumah susun milik adalah administrasi dan perizinan membutuhkan waktu yang lama, mahalnya biaya pengadaan lahan, serta target pembangunan dan minat masyarakat masih didominasi rumah tapak.

Sementara tantangan dan kendala pembangunan rusun sewa yang dibangun oleh pemerintah, antara lain keterbatasan lahan BMN/D untuk pembangunan rumah susun sewa, keterbatasan anggaran (APBN/D) untuk pembangunan rumah susun sewa dan penghuni rumah susun yang belum terbiasa dengan konsep hunian vertical.

Tantangan lainnya adalah biaya nyata pengelolaan yang tinggi tidak diimbangi dengan besar pemasukan hasil sewa penghuni rusun sehingga pemerintah perlu mengeluarkan subsidi yang tinggi serta pengelolaan menjadi tidak maksimal.

Sejatinya, jelas Manda, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pembangunan rumah susun, di antaranya adalah ditujukan untuk MBR berpendapatan kurang dari Rp8 juta per bulan dan meningkatkan derajat kesejahteraan.

Pembangunan rumah susun juga akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktifitas tenaga kerja. Selain itu, peningkatan  pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pembangunan di sektor riil.

Manfaat berikutnya dari pembangunan rumah susun adalah efisiensi dan efektifitas pemanfaatan tanah serta lahan. Kemudian, efisiensi prasarana dan sarana efisiensi biaya, waktu perjalanan dan tenaga. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamat: Pemerintah Tidak Fokus Urusi Sektor Perumahan!

    Pengamat: Pemerintah Tidak Fokus Urusi Sektor Perumahan!

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kehadiran kembali kementerian khusus yang fokus menanggani perumahan menjadi suatu keniscayaan yang sedang ditunggu-tunggu masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) perumahan. Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit berpendapat harus ada lembaga kementerian yang fokus untuk menyelesaikan backlog nasional. Sejak Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dilebur ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di masa pemerintahan […]

  • kementerian pupr

    Anggaran Kementerian PUPR 2024 Sebesar Rp146,98 T, Fokus untuk Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran (TA) 2024 ditetapkan sebesar Rp146,98 triliun. Kementerian PUPR akan fokus pada percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur serta optimalisasi infrastruktur yang sudah terbangun. “Prioritas utama program TA 2024 yaitu penyelesaian Program Strategis Nasional dan kegiatan prioritas melalui multi years contract, pelaksanaan program OPOR (Operasi, […]

  • Majlah REI

    Majalah REI Edisi November 2022

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • 0Komentar

    MOMENTUM TERBAIK Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Jelang penutupan tahun ini, ada kabar baik untuk sektor perumahan khususnya segmen rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu menyusul terbitnya aturan pelonggaran (relaksasi) terhadap syarat Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG) dalam Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). Kebijakan yang setahun lebih ini diharapkan […]

  • pembatalan UU Tapera

    Senator Minta SiPetruk Ditunda

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sukiryanto menilai bahwa aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) yang akan berlaku efektif per 1 Juli 2021, untuk dapat ditinjau kembali. “Sipetruk dinilai menghambat dan dirasa perlu ditinjau kembali,” ujar Sukiryanto dalam Rapat Dengar Pendapat Komite IV DPD RI dengan Direktorat Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum […]

  • kejar 2026

    Edukasi Keuangan, Bank Jakarta & OJK Gelar KEJAR 2026

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Program KEJAR 2026 (Satu Rekening Satu Pelajar). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar itu dinilai bermanfaat untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini. “Program ini sangat bagus karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengatur uang sejak  sekarang. Kami bisa belajar lebih […]

  • Ilustrasi Rumah Susun Badan Pengelola

    Dirjen Perumahan Harap Pemda Bentuk Badan Pengelola

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap pembangunan rumah susun (Rusun) akan membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan hunian layak. Namun demikian, agar pemanfaatan bangunan vertikal tersebut bisa maksimal dan memiliki usia bangunan yang cukup lama, Kementerian PUPR berharap Pemda serta para penerima bantuan Rusun dari pemerintah bisa segera […]

Translate »
expand_less