Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pengamat: Alam Sutera Jadi Trend Setter Properti di Barat Jakarta

Pengamat: Alam Sutera Jadi Trend Setter Properti di Barat Jakarta

  • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG – Pembangunan properti di barat Jakarta yakni Tangerang telah menjadi barometer industri properti di Jabodetabek. Produk yang dikembangkan di barat Jakarta cukup beragam, selain memiliki infrastruktur yang bagus dan terkelola baik.

“Sehingga kawasan di barat Jakarta ini telah sebagai menjadi new territory yang menjanjikan,” kata Pengamat properti, Anton Sitorus pada acara Elevee Media Talk yang diselenggarakan di Mall Alam Sutera, Tangerang, Kamis (16/11).

Selain itu, salah satu faktor berkembangnya properti di barat Jakarta adalah konsep township development yang dikembangkan secara terencana. Kehadiran produk dengan konsep skala kota ini tidak lepas dari perencanaan yang matang dalam proses pengembangannya.

Anton menjelaskan, dengan perencanaan yang matang dan konsep yang kuat, sebuah proyek township akan memiliki pride dan prestige yang nyaman untuk hunian, dan juga sebagai kawasan bisnis. Dan juga menghasilkan prospek positif karena perkembangannya berujung pada investasi yang menguntungkan bagi masyarakat yang membelinya.

“Seperti Alam Sutera yang dikembangkan sejak awal tahun 1990-an, saat ini telah menjadi brand produk properti yang diminati konsumen. Diminati karena infrastruktur yang berkembang, dan fasilitasnya terus bertambah,” ungkapnya.

Terkait infrastruktur yang terus dikembangkan tentunya akan memberikan kemudahan konektivitas dan aksesbilitas. Dikatakan Anton, dalam pengembangannya sebuah township development menjadi kawasan yang berfungsi sebagai live, learn, work, play yang aktif selama 24 jam. Sehingga menjadi kawasan one stop solutions dengan sentuhan konsep modern yang akan memberikan rasa aman dan nyaman.

Selain itu, pengembangan sebuah township development saat ini selalu berlandaskan sustainability dan healthy living. “Pendekatan ini selalu menjadi acuan bagi produk properti yang dikembangkan dengan konsep township. Selain sebuah kebutuhan hal ini telah menjadi tren global yang menjadi keharusan. Dan terbukti produk properti yang mengedepan unsur ini selalu diminati masyarakat,” jelas Anton.

Sementara Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium menyatakan bahwa faktor lain yang juga menjadi penentu sehingga Alam Sutera menjadi kawasan yang diminati konsumen dan trend setter adalah faktor manajemen kota atau yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa saja yang ada di dalamnya.

“Dan ini memerlukan waktu panjang, kita (Alam Sutera) hampir 30 tahun membangun kawasan seluas 800 hektar ini. Dan produknya terus berkembang, berawal dari konsep landed house bergaya cluster dan Alam Sutera adalah pelopor konsep tersebut. Saat ini, Alam Sutera sedang mengembangkan produk superblok, seperti Elevee Condominium yang tidak hanya berkonsep sebagai hunian vertikal saja tapi dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk kebutuhan penghuninya termasuk forest park seluas 4 hektar,” jelasnya.

Kompetisi Produk

Tidak dipungkiri perkembangan properti di barat Jakarta telah melahirkan beragam produk yang menarik dicermati. Salah satu perkembangan ini karena demografi kawasan barat Jakarta yang cukup tinggi dan juga faktor geografinya yang menyatu dengan kawasan yang telah berkembang seperti Puri Indah, Jakarta Barat. Sehingga dalam pengembangan properti di kawasan Tangerang, atau barat Jakarta banyak dilakukan oleh pengembang besar dengan konsep township.

Menurut Anton, faktor itu yang membedakan produk properti di barat Jakarta dibandingkan timur Jakarta, atau selatan Jakarta. “Karakternya berbeda, di timur didominasi industri, selatan sebagai resapan air. Makanya di barat Jakarta dengan demografi yang tinggi melahirkan produk properti yang beragam dan menarik. Karakternya berbeda-beda,” jelas Anton.

Untuk merebut pasar yang ada, menurut Alvin Andronicus, Alam Sutera selalu mengembangkan produk yang berkarakter dan berbeda. Dia mencontohkan, Elevee adalah hunian vertikal dengan konsep kondominium yang memiliki dimensi unit lebih luas dibanding produk hunian vertikal di sekitarnya. Selain itu, lokasinya berada di kawasan premium Alam Sutera.

“Ukuran terkecil di Elevee Condominium itu 87,8 meter persegi. Dan Elevee berada di dalam area seluas 19 hektar yang dinamai Escala dan di dalamnya ada fasilitas hutan kota seluas 4 hektar. Di kawasan ini juga akan diisi beragam fasilitas yang akan menjadi jantung kehidupan atau central living di Alam Sutera,” pungkasnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hamparan Tanah, Ilustrasi Tanah Terlantar (Foto: ADH)

    Yuk Cermati Objek Tanah Telantar dalam PP Baru

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • 0Komentar

    Terbitnya aturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengubah konstelasi aturan main dalam banyak sektor, termasuk juga dalam industri properti. Berangkat dari hal tersebut redaksi industriproperti.com akan membedah masing–masing regulasi turunan UU Cipta Kerja yang berkelindan dengan industri properti. Jakarta – “Bermula dari banyaknya tanah yang diterlantarkan oleh pemegang hak, dimana […]

  • btn kpr

    BTN Dukung Penyaluran Akad KPR 26.000 Rumah Subsidi

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali menunjukkan komitmen mendukung pemenuhan kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 26.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Akad massal KPR dan penyerahan kunci rumah […]

  • PPN 12% untuk rumah mewah diprediksi tidak akan mempengaruhi penjualan secara signifikan.

    Dampak PPN 12 Persen ke Penjualan Rumah Mewah

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah telah mengesahkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% untuk barang mewah seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 131 Tahun 2024 yang berlaku mulai 1 Januari 2025. Kategori barang mewah di sektor properti adalah seperti yang tertuang dalam PMK 15/2023 dan PMK 42/2022, yaitu rumah, apartemen dan kondominium dengan harga di atas […]

  • Living World Grand Wisata

    Living World Grand Wisata Beroperasi, Terbesar di Timur Bekasi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – Living World Grand Wisata yang dikembangkan oleh PT Sahabat Duta Wisata, perusahaan joint venture antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land, resmi dibuka pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Living World kelima ini berlokasi di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, dengan luasan commercial area lebih dari 58.000m2. Living World Grand Wisata akan menjadi pusat […]

  • Hore, Pemerintah Bebaskan PPN Sewa Toko

    Hore, Pemerintah Bebaskan PPN Sewa Toko

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah akhirnya memberikan insentif kepada pelaku usaha berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sewa toko di pusat perbelanjaan atau mal pada masa pajak Juni-Agustus 2021. Insentif tersebut diberikan pemerintah sejalan dengan diperpanjangnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV. “Diberikan juga bantuan kepada dunia usaha, yaitu untuk sewa toko pusat perbelanjaan atau mal itu […]

  • okupansi hotel

    Libur Imlek dan Isra Miraj, Okupansi Hotel Capai 80 Persen

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Selama masa libur panjang Imlek dan Isra Mi’raj 2024, okupansi hotel mencapai hingga 80 persen di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam “The Weekly Brief with Sandi Uno” di Jakarta. “Momentum liburan ini mendongkrak okupansi hotel. Kami […]

Translate »
expand_less