Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Propertinomic 2.0 Dirilis, REI Siap Bangun Sejuta Rumah di Desa

Propertinomic 2.0 Dirilis, REI Siap Bangun Sejuta Rumah di Desa

  • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI menyatakan siap membangun 1 juta rumah di pedesaan yang merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Propertinomic 2.0 untuk menggerakkan ekonomi desa melalui sektor properti.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan saat ini Program 3 Juta Rumah baru menyentuh sekitar 5%-7% dari target program yakni melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tahun ini berkisar hanya 220.000 unit hingga 420.000 unit (jika ada penambahan kuota). Sementara hampir 95% lagi dari target 3 juta unit hingga kini belum fokus dikerjakan, termasuk 1 juta rumah di pedesaan.

“REI mengambil inisiatif untuk mendorong perluasan target program 3 juta rumah hingga pedesaan, karena program ini sejak awal memang hendak menyasar masyarakat di perkotaan, pedesaan dan pesisir.  Sesuai paradigma Propertinomic 2.0, maka kami siap untuk membangun 1 juta rumah di desa-desa di Indonesia,” tegasnya pada acara Halal Bihalal Keluarga Besar REI yang turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Agraria dan Tata Ruang-Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Nusron Wahid di Jakarta, Senin (21/4).

Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan membangun 3 juta rumah bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, satu juta di pedesaan, satu juta di pesisir, dan satu juta di perkotaan. Selain itu, terdapat sekitar 13 juta penduduk miskin di desa atau sekitar 11,3% dari total penduduk pedesaan yang harus dituntaskan.

Atas dasar itulah, langkah memacu pembangunan rumah di desa akan memiliki manfaat besar antara lain mempercepat pengentasan kemiskinan di pedesaan, menggerakkan ekonomi di desa karena menciptakan putaran ekonomi hingga Rp80 triliun, menciptakan 1 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, serta menciptakan stimulus pendapatan di setiap desa sekitar Rp400 juta.

“Ekosistem ekonomi baru akan terbentuk di pedesaan. Bakal muncul banyak wiraswasta di setiap desa hingga 200.000 wiraswasta yang terdidik selama 5 tahun program sejuta rumah di pedesaan berjalan, misalnya pabrik pembuatan bahan material dan sebagainya,” sebut CEO Buana Kassiti Group itu.

Butuh Kriteria Jelas

Yang dibutuhkan pengembang, ungkapnya, hanya penentuan kriteria dan kebijakan yang jelas dari pemerintah. Kriteria tersebut antara lain menyangkut syarat penerima manfaat program perumahan tersebut, kriteria desa yang menjadi lokasi pembangunan, kriteria lahan yang dapat dibangun rumah, serta standar spesifikasi dan biaya bangunan.

Selain kriteria, jelas Joko Suranto, pembangunan rumah di pedesaan juga perlu dukungan beberapa kebijakan. Diantaranya kebijakan pertanahan yang berkaitan dengan legalitas tanah untuk lokasi pembangunan rumah. Di samping itu, butuh kebijakan perizinan khusus untuk membangun rumah di desa, kebijakan peruntukkan tata ruang, kebijakan perbankan menyangkut skema pembiayaan dan aturan penilaian kelayakan oleh perbankan/lembaga yang ditunjuk pemerintah, serta kebijakan pengawasan (monitoring).

“Kebijakan legalitas tanah misalnya soal program sertifikasi lahan milik masyarakat yang akan dibangun rumah, sehingga masyarakat desa menjadi bankable. Ini tentunya menjadi peran Kementerian ATR-BPN yang juga segera kami diskusinya,” jelasnya.

Setelah ada kriteria dan kebijakan yang jelas, pengembang tinggal membangun sesuai panduan teknis yang telah ditentukan. REI saat ini memiliki anggota lebih dari 6.000 perusahaan pengembang, dimana 80% diantaranya merupakan pengembang perumahan bersubsidi yang sudah berpengalaman membangun jutaan unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan anggota sebanyak itu, maka rerata setiap pengembang anggota REI hanya membangun sekitar 200 unit rumah di desa.

“Kami punya 6.000 anggota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Proyek anggota REI menyebar hingga ke tingkat kecamatan hingga desa di seluruh pelosok negeri. Oleh karena itu, REI sangat siap untuk memulai pembangunan 1 juta rumah di pedesaan sesuai target Program 3 Juta Rumah,” ungkap Joko Suranto.

Sesuai dengan informasi yang pernah disampaikan Satgas Perumahan, angsuran KPR untuk masyarakat di pedesaan 80% akan disubsidi pemerintah (direncanakan dari anggaran pengalihan subsidi BBM agar lebih tepat sasaran), sehingga hanya 20% dari cicilan KPR yang dibayarkan masyarakat. Dengan asumsi nilai bangunan sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta per unit dan angsuran KPR Rp800.000 per bulan, maka masyarakat desa cukup membayar sekitar Rp160.000 setiap bulannya. (MRI)

 

 

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • btn expo 2026

    BTN Expo 2026 Dukung Hunian Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN resmi membuka BTN Expo 2026 di JICC Senayan, Rabu (28/1). Pameran ini berlangsung dari 28-31 Januari 2026. BTN Expo 2026 mengedepankan prinsip keberlanjutan yakni melalui dukungan terhadap hunian ramah lingkungan dan terjangkau, pemberdayaan UMKM lokal, serta kolaborasi inovatif yang mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi […]

  • Produksi Pangan Nasional

    Lahan untuk Perumahan tak Signifikan Ganggu Produksi Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Program 3 Juta Rumah adalah prioritas nasional pemerintahan Prabowo-Gibran melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tetapi prioritas ini menghadapi tantangan besar pasca diberlakukannya aturan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang bertujuan untuk memacu produksi pangan nasional. Peraturan Presiden (Perpres) No. 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan […]

  • Pemprov Jateng dukung program 3 juta rumah

    Dukung Program 3 Juta Rumah, Pengembang Jateng Disertifikasi

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Demi mendukung program 3 juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan kompetensi pengembang. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (Bimtek SRP2). Kegiatan ini bertujuan agar hunian yang dibangun developer sesuai standar dan berkelanjutan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, saat membuka Bimtek SRP2 di […]

  • Januari, Penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN Melonjak 473%

    Januari, Penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN Melonjak 473%

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN gencar memacu penyaluran Kredit Pembiayaan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP). Di Januari 2022, penyaluran baru KPR Sejahtera FLPP bank fokus perumahan tersebut tercatat sebanyak 13.192 unit atau meningkat 473% dibandingkan capaian pada Januari 2021 sebanyak 2.302 unit. Rinciannya, dari total 13.192 […]

  • Kuota Habis, Bank Mandiri Terbitkan KPR Rasa FLPP

    Kuota Habis, Bank Mandiri Terbitkan KPR Rasa FLPP

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Keterbatasan alokasi kuota Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) tahun 2020, tidak membuat manajemen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kehabisan akal. Bank berlogo pita emas ini pun menerbitkan pembiayaan perumahan non subsidi, namun dengan fitur mirip KPR Subsidi. “Akhir tahun lalu, kami meluncurkan KPR Sejahtera. Ini adalah produk KPR komersial […]

  • Tol Pekanbaru – Padang Genjot Daya Saing Produk Lokal

    Tol Pekanbaru – Padang Genjot Daya Saing Produk Lokal

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembangunan proyek Tol Pekanbaru – Padang diyakini akan mendongkrak daya saing produk lokal di kedua daerah. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi proyek tol yang menjadi bagian dari Tol Trans Sumatera, Rabu, 19 Mei 2021. Dengan terhubungnya berbagai wilayah di Sumatera, Presiden Joko Widodo berharap akan muncul kecepatan dari mobilitas orang […]

Translate »
expand_less