Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

  • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA- Komisi V DPR RI mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di sepanjang kawasan Puncak-Bogor oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya pembangunan jalan tol Caringin, Cisarua, hingga Gunung Mas yang dinilai akan efektif mengurai kemacetan di kawasan Puncak.

“Setelah berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Waskita, pembangunan jalan tol sepanjang 18 km adalah satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk mengurai kemacetan di Puncak,” kata Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Lasarus menjelaskan, terdapat opsi pelebaran jalan untuk mengurai kemacetan di sepanjang kawasan Puncak. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, opsi pembangunan jalan tol di Caringin, Cisarua, hingga Gunung Mas dianggap menjadi solusi paling efektif.

Menurut Lasarus, pembangunan jalan tol tersebut memiliki dampak berkelanjutan, mulai dari efektivitas waktu perjalanan, manajemen transportasi, hingga perputaran ekonomi di sekitar kawasan Bogor.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengapresiasi dukungan Komisi V DPR RI. Dalam paparannya, Hedy mengatakan Kementerian PUPR akan mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol terutama di kawasan Puncak. Menurutnya, saat ini PUPR sedang mengeksplor pembangunan tol tersebut.

“Kalau melalui jalur dukungan pemerintah, maka akan masuk dalam antrean. Ada proses pra-FS (feasibility study) yang tahun ini sedang dilakukan, kemudian FS, AMDAL, tanah dan sebagainya. Namun kalau masuk jalur prakarsa maka bisa lebih cepat. Kalau memang dari model bisnisnya yang sekarang sedang dihitung memungkinkan untuk prakarsa, maka kami akan tawarkan secara prakarsa,” terang Hedy dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).

Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat memang seringkali mengalami kemacetan terutama di periode liburan bahkan akhir pekan, terutama di titik setelah lampu merah Gadog, Simpang Megamendung, Pasar Cisarua hingga Taman Safari. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor konsisten memperbaiki transportasi umum sebagai bentuk upaya mengatasi kemacetan di ruas jalan Puncak, Bogor.

Jalur Puncak II

Sebelumnya terlebih dahulu sudah digagas wacana pembangunan jalur non-tol Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT) untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak terlebih saat hari libur. Jalan alternatif tersebut diharapkan akan mengurangi beban kemacetan di Cisarua karena langsung menuju ke Cipanas.

Namun sayangnya, saat ini pembangunan jalur non-tol tersebut mangkrak. Meski dapat dilalui, tetapi kondisi jalan sangat memprihatinkan terlebih di musim hujan.

Jalur Puncak II terbentang sepanjang 50 kilometer dari mulai daerah Sentul-Babakan Madang-Hambalang-Sukamakmur-Pacet-Istana Cipanas Cianjur. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Dorong PPATK Aktif Dukung Ekosistem Keuangan

    Jokowi Dorong PPATK Aktif Dukung Ekosistem Keuangan

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kerjasama semua pihak diperlukan untuk menjaga integritas sistem perekonomian dan sistem keuangan Indonesia sehingga tahan terhadap berbagai gangguan ekonomi. Presiden Joko Widodo mengharapkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berperan lebih besar untuk mendukung ekosistem keuangan yang kondusif bagi pembangunan nasional. “Tidak hanya menjadi world class financial intellegent unit, tetapi berkontribusi lebih […]

  • Majalah REI Edisi September 2021

    Majalah REI Edisi September 2021

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • 0Komentar

    Rumah REI, Rumah Berkualitas Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Di dalam agama Islam ada ungkapan ‘Baiti Jannati’ yang artinya ‘Rumahku adalah Surgaku’. Ungkapan ini menggambarkan bahwa tempat tinggal, hunian atau rumah kita haruslah layaknya surga. Tempat yang membawa kebahagiaan, keberkahan dan keamanan bagi seluruh penghuninya. Terlebih di saat seperti sekarang ini, rumah […]

  • Menparekraf Dorong Pengembangan KEK Likupang

    Menparekraf Dorong Pengembangan KEK Likupang

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara. Pengembangan KEK itu menggunakan konsep Kawasan Pariwisata Regeneratif (regeneratif tourism area) yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan sosial. “Pengembangan KEK Likupang tidak terlepas dari peranan pemerintah daerah. Regenerative tourism adalah konsep pariwisata era baru yang bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan, […]

  • kota baru

    Jabar Bakal Bangun 13 Kota Baru, Siapkan Anggaran Rp200 T

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan akan mengembangkan Kawasan Rebana dan Jabar Selatan. Dua kawasan tersebut akan menjadi masa depan Jabar. “Yang mau investasi di sana, saya imbau lebih ke investasi nature, kembangkan wisata Jabar Selatan yang keren,” jelas Ridwan Kamil dalam keternagan tertulisnya pada Selasa, 28 Februari 2023. Kang Emil, sapaan akrabnya […]

  • Sekjen ATR/BPN Himawan Arief Sugoto tengah menjelaskan soal Konsolidasi Tanah (Foto Istimewa)

    Tekan Urban Sprawling, ATR/BPN Giatkan Konsolidasi Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) semakin menggiatkan konsolidasi tanah pada tahun 2021 ini. Apalagi, dengan pengalaman konsolidasi tanah selama lebih dari 30 tahun, sejak konsolidasi tanah di Renon pada tahun 1980an, hingga saat ini Kementerian ATR/BPN telah merangkum banyak kisah sukses maupun kegagalan dari konsolidasi tanah, termasuk juga melihat […]

  • Wapres Apresiasi Pembangunan Rusun Khusus Tunawisma

    Wapres Apresiasi Pembangunan Rusun Khusus Tunawisma

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meninjau rencana pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) bagi eks pemulung dan tunawisma di Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Proyek kolaboratif Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Sosial ini merupakan upaya mewujudkan kota tanpa kumuh. “Program ini sejalan dengan sasaran pembangunan perumahan dan permukiman untuk mewujudkan […]

Translate »
expand_less