Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ternyata Milenial Bisa Kok Punya Rumah, Asalkan..

Ternyata Milenial Bisa Kok Punya Rumah, Asalkan..

  • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Generasi milenial disebutkan makin sulit punya rumah karena kenaikan harga rumah yang tidak sebanding dengan pendapatan. Hal itu ada benarnya, karena harga properti tidak akan pernah turun tetapi justru terus meningkat karena inflasi dan sebagainya. Lalu, bisakah milenial punya rumah?

Lolita Setyawati, Perencana Keuangan yang juga Founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh memaparkan beberapa solusi dan strategi perencanaan keuangan yang dapat dilakukan generasi milenial untuk mempunyai rumah.

Menurut Lolita, masalah terbesar generasi milenial saat ini salah satunya adalah gaya hidup. Sebetulnya milenial itu mampu membeli rumah asalkan menerapkan strategi perencanaan keuangan secara matang. Terpenting adalah mengatur cash flow termasuk berniat dan berusaha mengalokasikan sebagian penghasilan mereka untuk tabungan uang muka (down payment/DP) mencicil rumah.

“Merencanakan keuangan salah satu cara termudah untuk bisa memiliki rumah, apalagi harga properti tiap tahun mengalami kenaikan yang relatif tinggi. Hal pertama yang harus dilakukan milenial adalah merubah mindset, berfikir visioner untuk membeli rumah. Mereka harus fokus mencapai target,” jelas Lolita pada diskusi bertema “Kelola Rencana Keuangan Ala Milenial Miliki Properti,” di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, semua harus terencana dengan baik, ada porsi keuangan yang bisa dikeluarkan untuk keperluan saat ini dan mematangkan pula rencana keuangan untuk masa depan. Milenial harus cerdas menata cash flow agar semua impian dapat direalisasikan.

“Semakin besar penghasilan, tentunya porsi tabungan untuk investasi lebih besar. Ada baiknya fokus ingin punya rumah seperti apa, lokasinya di mana, dan harga sesuai kemampuan. Upayakan menabung untuk uang muka secara konsisten jika ingin membeli rumah secara KPR (kredit pemilikan rumah),” papar pemegang Certified Financial Planner (CFP) dan Registered Islamic Financial Associate (RIFA) tersebut.

Selain fokus menabung untuk uang muka, Lolita juga menyarankan milenial untuk melek investasi di instrumen-instrumen yang menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari kenaikan harga properti per tahun.

“Milenial dapat memanfaatkan program pembiayaan KPR seperti jenis suku bunga (flat or floating) dan tenor yang diberikan. Di samping itu, siapkan dana sekitar 10% dari harga rumah untuk biaya-biaya lainnya,” jelas Lolita.

Di diskusi yang sama, President Consumer Loans Group Bank Mandiri, Ayu Pertiwi menyebutkan generasi milenial sebaiknya memang membeli rumah disaat masih produktif seperti sekarang. Pasalnya, harga rumah akan terus naik karena setiap tahun terjadi inflasi.

“Beli sekarang saat masih produktif. Kalau menunggu tabungan cukup untuk membeli rumah pasti harganya sudah naik dan unit yang diminati sudah laku terjual. Karena itu, milenial tidak perlu khawatir karena mereka bisa membeli dengan KPR,” kata Ayu Pertiwi.

Berdasarkan survei Bank Indonesia pada triwulan I-2022 mayoritas konsumen masih menggunakan KPR dalam pembiayaan propertinya yakni sekitar 70%, dan pertumbuhan KPR juga mengalami kenaikan sebesar 10,61% (year on year).

Menurut Ayu, saat ini KPR Bank Mandiri juga sedang fokus membidik kalangan milenial. Beberapa pilihan KPR Bank Mandiri yang cocok untuk milenial antara lain program pricing yang terdiri dari suku bunga selected developer dengan suku bunga 3,88% fix 3 tahun dengan tenor minimal 12 tahun, suku bunga 5,99% fix 5 tahun untuk tenor minimal 12 tahun, dan khusus untuk karyawan pekerja ditawarkan suku bunga 8,5% fix 10 tahun.

“Kami juga meluncurkan program kerjasama dengan berbagai pengembang, berkolaborasi dengan developer termasuk joint program seperti yang dilakukan di proyek Synthesis Huis,” paparnya.

Mudahkan Milenial

Managing Director Synthesis Huis, Aldo Daniel mengatakan Synthesis Huis yang berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur dapat dijadikan pilihan hunian bagi semua kalangan termasuk milenial.

“Kami tidak hanya mengembangkan hunian yang nyaman, tetapi juga menawarkan pilihan investasi yang tepat. Lokasi Synthesis Huis sangat strategis, dekat kemana-mana dan aksesnya mudah dijangkau,” jelas Aldo.

Pihaknya menawarkan kemudahan dari sisi pembayaran. Ada tiga sistem pembayaran ditawarkan yaitu dengan cash keras yang dapat diangsur 6 kali, cash bertahap yang dapat diangsur 24 kali dan KPR dengan uang muka mulai 5% (bisa disubsidi developer) atau angsuran 1% per bulan.

Untuk membidik milenial, Synthesis Huis telah menggandeng sejumlah perbankan diantaranya Bank Mandiri. Hal itu untuk mempermudah pembiayaan dan pembayaran bagi kalangan milenial. Selain itu, ada juga promo menarik yang akan ditawarkan Synthesis Huis pada Oktober nanti yakni program subsidi uang muka untuk KPR.

“Jadi jangan sampai menunggu bunga KPR naik, sekarang saat yang tepat membeli rumah,” pungkas Aldo. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPN DTP

    Mei 2023, Kontribusi Pajak Sektor Realestat Tumbuh 10,9%

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Hingga akhir Mei 2023, realisasi pajak sebesar Rp 830,29 triliun atau terkumpul 48,33 persen dari target APBN tahun ini. Dari total penerimaan negara tersebut, kontribusi sektor konstruksi dan realestat tumbuh di level 10,9 persen. “Ini adalah pertumbuhan yang cukup sehat dan mempengaruhi keseluruhan perekonomian cukup tinggi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan […]

  • Bappenas Tunjuk REI Garap Proyek IKN

    Bappenas Tunjuk REI Garap Proyek IKN

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ditunjuk untuk ikut mengembangkan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi Kalimantan Timur. Untuk itu, REI segera membentuk kelompok kerja (pokja) guna merealisasikan program pembangunan IKN. “Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa telah menunjuk REI untuk ikut serta mendukung pembangunan IKN baru. Kementerian PPN/Bappenas […]

  • Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Sektor properti di tahun 2023 diyakini masih bergerak positif sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga keuangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh hingga 5%. Namun masih tetap dibutuhkan stimulus dari pemerintah untuk mendukung perusahaan properti dalam memberikan produk terbaik bagi masyarakat. Demikian kesimpulan dari media talkshow bertajuk “Pertumbuhan Sektor Properti; Peluang dan […]

  • paramount land

    Paramount Land Dinobatkan Jadi ‘Best Township Developer’ di Asia

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Paramount Land menorehkan prestasi di tingkat regional Asia melalui ajang PropertyGuru Asia Awards 2024 dalam kategori Best Township Developer yang diumumkan di The Athenee Hotel, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12) lalu. Award diterima langsung M. Nawawi Presiden Direktur Paramount Land didampingi Santi Meilawati, Direktur Paramount Land. PropertyGuru Asia Awards 2024 yang ke -19 tahun […]

  • kek gresik

    Resmi Beroperasi, KEK Gresik Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Baru Jatim

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik diproyeksikan mampu menjadi pusat perekonomian baru bagi Provinsi Jawa Timur. Kegiatan utama KEK Gresik adalah di bidang industri metal (smelter), industri elektronik, industri kimia, industri energi, dan logistik. “Setiap KEK yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah harus sudah dapat dinyatakan beroperasi paling lama 3 tahun. Untuk KEK Gresik dalam […]

  • Pasar Keuangan Syariah Tumbuh Subur di 5 Tahun Terakhir

    Pasar Keuangan Syariah Tumbuh Subur di 5 Tahun Terakhir

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Perkembangan pasar keuangan syariah di Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh subur. Tersedianya peraturan terkait aktivitas pasar modal syariah, perkembangan produk dan layanan investasi syariah dan naiknya investor sekuritas syariah mengindikasikan membaiknya iklim keuangan syariah nasional. “Dalam lima tahun terakhir, saham syariah meningkat 28,62 persen dan sukuk korporasi naik 206,5 persen. Reksadana syariah […]

Translate »
expand_less