Krakatau Steel Diminta Kembangkan Teknologi Baja untuk Perumahan

Produsen baja pelat merah, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. diharapkan melakukan inovasi teknologi produk baja untuk pembangunan perumahan.
0
183

Cilegon – Produsen baja pelat merah, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., diharapkan melakukan berbagai inovasi pemanfaatan teknologi produk baja dalam pembangunan perumahan. Kebutuhan inovasi itu mutlak agar penyediaan hunian di masa mendatang bisa lebih masif, cepat dan lebih berkualitas.

“Saat ini kebutuhan rumah untuk masyarakat semakin meningkat. Kita berharap PT. Krakatau Steel bisa melakukan berbagai inovasi penggunaan baja untuk pembangunan hunian,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Krakatau Steel di Cilegon, Rabu, 13 September 2023.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga berharap perseroan bersinergi dengan BUMN Karya terkait inovasi teknologi untuk pembangunan rumah tapak maupun rumah susun. Selain itu, pihaknya juga mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam program perumahan sehingga ada kebanggaan bagi industri baja di dalam negeri untuk berkontribusi di sektor pembangunan infrastruktur.

“Banyak tawaran masuk terkait produk baja dari luar negeri dalam pembangunan rumah masyarakat termasuk di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tapi kami ingin penggunaan produk dalam negeri lebih diutamakan karena industri baja seperti PT. Krakatau Steel yang memiliki berbagai produk baja bisa berkontribusi dalam pembangunan perumahan,” terangnya.

Iwan berharap, BUMN Karya menyiapkan berbagai teknologi dalam pengembangan IKN. Pertama, yakni teknologi rusun pracetak modular volumetrik seperti hunian pekerja konstruksi di IKN. Selain konstruksi bangunan, perseroan juga perlu memperhatikan teknologi pembuatan toilet yang mudah, cepat dan berkualitas.

Kedua, yaitu teknologi rumah sederhana tipe 36 yang bisa diproduksi kurang dari Rp70 juta per unit. Pasar pemanfaatan teknologi penggunaan baja bukan hanya untuk penanganan rumah terdampak bencana yang dilakukan Kementerian PUPR tapi juga untuk rumah bersubsidi yang dibangun pengembang.

“Kementerian PUPR mendorong revolusi industri konstruksi. Namun, kita perlu menggarisbawahi soal pemanfaatan teknologi baja tidak hanya sekadar terjangkau. Aplikasinya juga harus handal dan mudah di lapangan. Sebab rumah murah bukan berarti murahan karena juga harus berkualitas,” tandasnya.

Inovasi Teknologi Baja

Direktur Infrastruktur dan Penunjang Bisnis PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, Djoko Muljono menerangkan, saat ini pihaknya telah memiliki PT. Krakatau Baja Konstruksi (KBK) sebagai sub-hodling yang memproduksi besi beton dan siku baja. Adanya kompetisi di sektor material baja tentunya membuat PT. KBK juga terus berinovasi dalam pembangunan perumahan.

“Saat ini produk PT. KBK selain baja juga ada rumah modular yang menjadi produk unggulan dan mudah untuk diaplikasikan. Kami juga telah melakukan bedah rumah dalam rangka HUT KS Grup ke 53 tanggal 31 Agustus dengan meresmikan hasil bedah rumah ke 53,” ujarnya. (BRN)