Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Begini Pengaruh Post Sub-Urbanisasi Terhadap Kebutuhan Rumah

Begini Pengaruh Post Sub-Urbanisasi Terhadap Kebutuhan Rumah

  • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Post sub-urbanisasi memberikan dampak terhadap pola perumahan di suatu wilayah. Statistician on Directorate of Population and Labor Statistics, Badan Pusat Statistik, Erie Sadewo memberikan contoh di Kabupaten Bogor saat ini alasan masyarakat memiliki rumah di sana adalah lebih banyak untuk tempat tinggal.

“Ada pergeseran penduduk yang memilih untuk tinggal di Kabupaten Bogor atas alasan perumahan. Jadi, alasan perumahannya meningkat karena di sana mungkin dirasakan lingkungannya masih nyaman untuk perumahan. Sementara yang pindah ke sana untuk mendekati tempat kerjanya justru menurun,” jelas Erie Sadewo dalam acara Webinar Perkim Seri 36 dengan tema ‘Post Sub-Urbanisasi & Dampaknya pada Perkim’ yang bekerja sama dengan IAP DKI Jakarta dan digelar secara virtual pada Kamis, 13 April 2023.

Erie Sadewo melanjutkan, pekerja atau atau pencari kerja yang memilih tinggal di Kabupaten Bekasi selama satu dekade itu naik 1000%. Kemudian, di kota Bogor Naik 240%, di Kabupaten Tangerang naik 173%, dan di Kabupaten Bogor justru turun 35%.

Pencari kerja yang memilih tinggal di Bekasi, Kota Bogor, dan Tangerang memilih tempat tinggal di dekat dengan tempat kerjanya.

“Hal ini menunjukkan bahwa post sub-urbanisasi yang diikuti oleh kebutuhan tempat tinggal pekerja. Tapi, melemahnya kontribusi sub pusat seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor tadi akan mengembalikan atau mendorong kembalinya fungsi dari sub-sub pusat tadi sebagai kawasan pemukiman,” terang Erie.

Pada kesemparan yang sama, Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) DKI Jakarta Adhamaski Pangeran mengatakan, fenomena urbanisasi mengalami perubahan menjadi sub-urbanisasi dari kota ke pinggiran kota, dan saat ini seperti di wilayah metropolitan Jabodetabek telah terjadi yang dinamakan post sub-urbanisasi.

“Pola pergerakan orang itu sudah makin tidak terbaca sekarang. Ada orang Bogor kerja ke Bekasi, orang Cibubur kerja ke Tangerang Selatan, orang Tangerang kerja ke Bekasi dan lain-lain. Jadi pola pergerakannya sudah sudah macam-macam. Salah satu sinyal yang kelihatan itu misalnya kereta api ya KRL Stasiun Manggarai yang dirasa oleh masyarakat tidak mampu menampung kapasitas pergerakan orang di era post sub-urbanisasi,” jelas Adhamaski.

Sikap Planner

Sementara itu, Peneliti Urban Lab Tarumanagara University, Dr. Ing. Jo Santoso mengatakan post sub-urbanisasi itu sejatinya salah satu bagian dari proses yang jauh lebih kompleks, yaitu revolusi urban.

“Dan yang paling gampang sebetulnya menunjukkan apa yang dimaksud dengan revolusi Urban itu adalah di Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Jo Santoso mengingatkan sebagai seorang planner atau perencana dalam menghadapi permasalahan perkotaan adalah aware tentang pentingnya fungsi kota sebagai institusi sosial.

“Kita juga aware tentang rusaknya sistem ekologis kota kita. Lalu yang berikutnya, rusaknya metabolisme kita ya karena kita itu demi demi orang asing masuk sebagai investasi itu. Lalu, kita mengorbankan sistem ekologi kita. Itu juga nggak boleh,” tegasnya.

Kemudian, seorang planner harus memikirkan meredam arus urbanisasi di Indonesia yang angkanya kini masih di kisaran 1,5-2%.

Lalu yang terakhir, bagaimana me-manage mega city yang face to face dengan global market dan face to face dengan global capital.

“Jadi, artinya harus ada studi khusus harus ada Perhatian para akademisi kota, planner, arsitek untuk studi khusus mengenai mega city ini,” pungkas Jo Santoso. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Tata Ruang Bantah UUCK “Kebiri” Kewenangan Daerah

    Dirjen Tata Ruang Bantah UUCK “Kebiri” Kewenangan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) dituding “mengebiri” atau memotong sejumlah kewenangan pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota seperti yang sebelumnya diatur UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki membantah informasi […]

  • Sodetan Ciliwung, Upaya Pemerintah Kendalikan Banjir Jakarta

    Sodetan Ciliwung, Upaya Pemerintah Kendalikan Banjir Jakarta

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Upaya penanganan banjir di DKI Jakarta harus secara menyeluruh mulai dari hulu hingga ke hilir. Setelah pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi di sisi hulu telah tuntas, maka pada bagian hilir Pemerintah tengah menyelesaikan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). “Sebentar lagi akan selesai. Mungkin April sudah selesai,” ujar Presiden saat […]

  • Program Eco Industrial Park Diluncurkan, Net Zero Emission Tercapai Tahun 2050

    Program Eco Industrial Park Diluncurkan, Net Zero Emission Tercapai Tahun 2050

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebagai solusi untuk mencapai pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggagas konsep Eco Industrial Park (EIP). EIP tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan efisiensi sumber daya. Dengan fokus ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai target Net Zero Emission Tahun 2050. ”Pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan […]

  • Synthesis Huis Tangkap Potensi Hunian Premium di Jakarta Timur

    Synthesis Huis Tangkap Potensi Hunian Premium di Jakarta Timur

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski pengembangan kotanya tidak secepat kota administratif lain di Jakarta, namun wilayah Jakarta Timur memiliki potensi besar untuk sektor properti di masa mendatang. Salah satunya didukung jaringan transportasi massal yang semakin mumpuni. Pakar Perkotaan, Yayat Supriatna mengatakan, pengembangan wilayah Jakarta Timur didorong oleh berkembangnya sentra-sentra ekonomi baru serta terbangunnya jaringan transportasi massal. Dia […]

  • Beban Produksi Melonjak, Semen Indonesia Tetap Bukukan Laba Bersih

    Beban Produksi Melonjak, Semen Indonesia Tetap Bukukan Laba Bersih

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 2,8 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 24,01 triliun karena kenaikan harga batu bara pada tahun 2021. Namun, seiring naiknya volume penjualan produk semen maka perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 34,96 triliun. “Dalam persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat dan lonjakan […]

  • Grand Wisata Bekasi

    Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Altara di Grand Wisata Bekasi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – Pertumbuhan sektor industri di Bekasi dan sekitarnya mendorong peningkatan daya beli masyarakat, serta kebutuhan sarana penunjang, termasuk hunian bagi masyarakat urban. Melihat peluang itu, Sinar Mas Land melalui Grand Wisata Bekasi terus berinovasi menghadirkan produk-produk properti yang relevan dengan kebutuhan pasar. Grand Wisata Bekasi merupakan kota mandiri yang terintegrasi dengan akses jalan tol […]

Translate »
expand_less