Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

  • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG – Pembangunan infrastruktur terutama jalan tol yang sangat masif telah berdampak positif terhadap pengembangan kawasan properti khususnya hunian, sehingga membawa kontribusi nyatanya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer Elevee Condominum menyebutkan bergeraknya perekonomian di satu kawasan yang dikembangkan developer salah satunya dipicu pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Seperti di Alam Sutera, ungkapnya, pasca dibukanya pintu tol langsung ke kawasan tersebut pada 2009, berdampak besar terhadap berkembangnya kawasan kota mandiri seluas 800 hektar tersebut.

“Alam Sutera dikembangkan sejak tahun 1994 dan saat ini bukan hanya sebagai kawasan hunian saja, tapi sudah berkembang menjadi kawasan superblok yang besar dengan beragam properti. Sehingga kami bukan hanya sekedar pengembang yang membangun properti, tetapi juga membangun kehidupan di dalamnya,” kata Alvin yang menyatakan keberadaan Alam Sutera saat ini telah menjadi barometer bagi industri properti di Tanah Air, khususnya di Jabodetabek.

Menurutnya, pengembangan sebuah kawasan properti akan memiliki dampak berganda (multiplier effect) terhadap kegiatan industri lainnya. Selain itu juga menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan perputaran ekonomi, memberi kontribusi pada pemasukan pajak daerah hingga memberikan peningkatan nilai properti di sekitarnya. Itulah bukti nyata peran sektor properti dalam menggerakkan perekonomian bangsa.

Alvin menambahkan, Alam Sutera telah menjadi new territory yang menjanjikan karena konsep properti yang ditawarkan adalah township development. Dengan perencanaan yang matang dan konsep yang kuat, ujarnya, sebuah township akan memiliki nilai yang memberikan rasa nyaman untuk hunian, dan juga sebagai kawasan bisnis.

Untuk itu, Alam Sutera selalu mengembangkan produk yang berkarakter dan berbeda. Ia mencontohkan, Elevee adalah hunian vertikal dengan konsep kondominium yang memiliki dimensi unit lebih luas dibanding produk hunian vertikal di sekitarnya.

“Ukuran terkecil di Elevee Condominium itu 87,8 meter persegi. Dan Elevee berada di dalam area seluas 19 hektar yang dinamai Escala dan di dalamnya ada fasilitas hutan kota seluas 4 hektar. Di kawasan ini akan diisi beragam fasilitas dan akan menjadi jantung kehidupan atau central living Alam Sutera karena lokasinya strategis,” paparnya.

Alvin menegaskan, dari 2 tower Elevee Condominium yang dipasarkan tersisa 100-an unit lagi. Menurutnya, keberhasilan penjualan Elevee Condominium tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam pembiayaannya kepada masyarakat.

Sinergi Perbankan

Ade Lukito, Vice President Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk, mengatakan pasca pandemi produk yang ditawarkan BCA kian beragam dan inovatif dan tentunya memberikan keuntungan bagi konsumen. Menurutnya, perbankan dan pengembang saat pandemi telah bersinergi untuk terus menggerakkan pasar.

“Salah satunya memberikan tenor kredit hingga 25 tahun dan ternyata saat ini banyak konsumen di bawah umur 30 tahun yang memanfaatkannya,” jelas Ade Lukito dalam diskusi yang sama.

Dia mengakui, Jabodetabek adalah salah satu penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) secara nasional yang sebagian besar dikontribuskan dari wilayah Tangerang Raya. Beberapa faktor seperti infrastruktur yang memadai di Tangerang Raya menjadi salah satu sebab masyarakat mencari hunian di kawasan ini.

Faktor lain adalah konsep produk dan juga reputasi developer jadi acuan masyarakat dalam memilih properti atau huniannya. Di Tangerang dan Serpong, kata Ade Lukito, banyak properti yang dikembangkan developer besar seperti Alam Sutera.

“Pasca adanya pintu tol langsung kawasan ini semakin diminati dan hingga kini Alam sutera berkembang pesat dengan adanya beragam properti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan HUT ke-51, REI Lampung Suarakan Dukungan UMKM

    Rayakan HUT ke-51, REI Lampung Suarakan Dukungan UMKM

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • 0Komentar

    Bandar Lampung – Dalam merayakan HUT ke-51, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Lampung menyuarakan dukungan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu, setiap proyek perumahan milik anggota REI Lampung agar menyediakan area khusus untuk sektor UMKM. “REI Lampung mendukung pengembangan UMKM. Salah satunya adalah dengan pemberian area khusus bagi pelaku UMKM untuk […]

  • Ilustrasi Pasar Ritel

    Relatif Stabil, Pasar Ritel di Jakarta Masih Dilirik Merek Internasional

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar ritel Jakarta secara keseluruhan relatif stabil selama kuartal terakhir tahun 2021. Konsultan properti Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai pasar potensial yang prospektif bagi merek-merek F&B internasional, meski di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu. Director, Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan, pasar ritel Jakarta secara […]

  • Pelaksanaan Program Sejuta Pohon REI di Semarang

    REI Gelar Program Sejuta Pohon di Kota Semarang

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • 0Komentar

    Semarang – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan melalui Program Sejuta Pohon. Penanaman pohon fukugi (Garcinia subelliptica) dilakukan sebagai rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) XIV REI Jawa Tengah yang berlokasi di Perumahan Graha Padma, Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Selasa, 17 September 2024. Program Sejuta Pohon merupakan kegiatan yang digagas Dewan Pengurus […]

  • Wacana moratorium pembangunan hotel yang dilakukan Kementerian Pariwisata

    Moratorium Pembangunan Hotel di Bali Beri Dampak Positif, Asalkan…

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Wacana moratorium pembangunan hotel di wilayah Bali, terutama di Bali Selatan dapat memberikan dampak negatif dan positif. Rencana tersebut mengemuka setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini sedang melakukan peninjauan terkait kebijakan moratorium tersebut. “Saat ini wilayah yang diusulkan untuk diterbitkan moratorium antara lain Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan,” Head of […]

  • Pemerintah Jamin Privasi Pelancong Pasca Terbitnya UU KUHP Baru

    Pemerintah Jamin Privasi Pelancong Pasca Terbitnya UU KUHP Baru

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menjamin privasi wisatawan tetap akan terlindungi setelah pengesahan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU KUHP). Pelancong tidak perlu khawatir dengan pengesahan beleid tersebut. “Kami tetap berpedoman bahwa Indonesia menggelar ‘karpet merah’ untuk wisatawan mancanegara,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan pers yang dikutip Rabu, 14 Desember 2022. […]

  • penghargaan

    Deretan Tokoh Nasional Penerima Penghargaan Atas Kontribusinya di Industri Properti

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) memberikan apresiasi kepada 25 tokoh nasional yang memiliki peran besar dalam mendukung kemajuan industri properti di Tanah Air dalam penghargaan Wira Bhakti Praja Utama. “Apresiasi untuk bapak ibu sekalian yang telah mendukung dan berkontribusi terhadap kemajuan bisnis sektor properti selama ini dan semoga ini tetap bisa kita teruskan […]

Translate »
expand_less