Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Jakarta Lepas Status Ibukota, Kota Jababeka Bersiap Jadi Metropolitan

Jakarta Lepas Status Ibukota, Kota Jababeka Bersiap Jadi Metropolitan

  • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIKARANG – Jakarta kini tidak lagi berstatus sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI), tetapi sudah resmi berganti menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Hal itu menyusul pemindahan ibu kota negara ke Nusantara di Kalimantan Timur mulai Juli 2024. Setelah perpindahan tersebut, maka Jakarta sepenuhnya akan menjadi pusat perekonomian Indonesia sehingga daerah-daerah sekitarnya khususnya kawasan timur Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota metropolitan selanjutnya.

Terlebih, koridor timur Jakarta ini yang telah memenuhi sejumlah aspek dari infrastruktur yang pesat dan memadai, populasi yang besar, aktivitas perekonomian, peradaban yang beragam, teknologi berkembang pesar, hingga adanya pusat kebudayaan dan pendidikan. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi koridor timur Jakarta khususnya Kota Jababeka yang dikembangkan PT Jababeka Tbk sejak 1989.

Kota Jababeka saat ini tengah melakukan transformasi menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) City. Kota tersebut juga sudah didukung jalan bebas hambatan atau jalan tol yang cukup lengkap diantaranya tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), Becakayu, Sunter-Pulo Gebang, Cikampek Selatan (Cikampek II) dan Jakarta Outer Ring Road (JORR 2).

Tak hanya itu, terkini juga tengah berlangsung pembangunan infrastruktur modern seperti MRT fase III Cikarang-Balaraja dan LRT Jakarta-Cikarang yang nantinya akan berhenti tepat di tengah Kota Jababeka. Kawasan ini juga bakal terhubung ke jalur commuter line (KRL) yang dilengkapi jalur double-double track (Manggarai-Cikarang), dekat dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati.

“Populasi di wilayah ini juga terus meningkat. Salah satunya dipacu lapangan kerja yang melimpah, mengingat sebagian besar populasi yang menetap di Kota Jababeka merupakan pekerja industri termasuk pekerja ekspatriat dari perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di sini,” kata Ferry Thahir, Senior General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence dalam keterangannya, Kamis (16/5).

Tercatat hingga hari ini, Kota Jababeka telah didominasi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional. Tak heran jika banyak pekerja ekspatriat asal Korea, Jepang, China, dan Taiwan yang memilih tinggal dan menetap di sini.

Ferry menyebutkan, tidak hanya fokus pada sektor ekonomi saja, Kota Jababeka juga memiliki komitmen untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dengan memperhatikan aspek lainnya seperti sosial dan lingkungan. Dengan luas lahan mencapai 5.600 hektar, sekitar 15% lebih lahan disiapkan untuk ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota. Kawasan ini juga memiliki lapangan golf seluas 70 hektar yang membuatnya tetap hijau dan asri.

Hunian Unggulan

PT Jababeka Tbk melalui unit bisnisnya yakni Jababeka Residence juga sedang bersiap meluncurkan beragam hunian unggulan seperti Golf Villas, Kraton Residence, dan The Oscar yang merupakan klaster rumah premium.

Jababeka Residence merupakan kawasan residensial dan komersial terpadu yang mengusung konsep pengembangan berkelanjutan dan terintegrasi.

“Jababeka Residence terkenal sebagai supermarket produk properti. Kami memiliki banyak sekali opsi pilihan yang bervariatif. Dengan reputasi yang telah dikenal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri pun tertarik untuk mengembangkan kawasan ini bersama kami,” tutur Ferry.

Setidaknya sudah ada tiga perusahaan asal Jepang yang bergabung bersama Jababeka Residence yaitu Creed Group, Keihan Group dan Mitsui Fudosan Asia.

Di kuartal I-2024, Jababeka Residence sukses menjual tiga klaster hunian yang ada di mega cluster Sport City yakni Sevilla Townhouse, Monaco Townhouse, dan Wimbledon Townhouse. Menurut Ferry, klaster-klaster yang ada di Sport City Jababeka menjadi salah satu primadona yang paling banyak dilirik konsumen yang mayoritas merupakan first home buyer.

“Dengan suksesnya tiga klaster sebelumnya, kami segera merilis klaster terbaru kolaborasi kami dengan Mitsui Fudosan Asia (MFA) yakni Klaster Ibuki. Harga unitnya sangat terjangkau dengan cicilan mulai dari Rp3 jutaan per bulan,” jelasnya.

Ada dua tipe yang ditawarkan oleh Klaster Ibuki yakni Ibuki Hakusan (LB43/LT45) dan Ibuki Fujisan (LB54/LT60). Kedua tipe ini merupakan hunian dua lantai dengan 3 kamar tidur. Mengusung konsep rumah bergaya Jepang, fitur pada tiap unitnya sudah dilengkapi smart door lock, CCTV, ceiling tinggi, sistem ventilasi silang, layout rumah yang fleksibel, serta layout rumah terbuka.

Tiap unit di Ibuki ditawarkan dalam desain hunian kompak yang cocok untuk pembeli rumah pertama lantaran punya sentuhan arsitektur tropis modern dan gaya bangunan Jepang modern. Pada interior rumah, ruang keluarga, dapur dan ruang makan dibuat secara open space, serta terdapat banyak bukaan jendela yang berfungsi untuk memastikan sirkulasi udara maksimal.

“Tiga poin menarik dari Ibuki yakni sistem ventilasi yang bagus, 24 jam keamanan dengan one gate system, dan proyek hasil kolaborasi dengan MFA,” pungkas Ferry. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh! Perpanjangan Kebijakan PPN DTP Belum Dongkrak Penjualan Apartemen

    Duh! Perpanjangan Kebijakan PPN DTP Belum Dongkrak Penjualan Apartemen

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti yang digelontorkan pemerintah belum banyak dirasakan sektor apartemen dari sisi penjualan pada kuartal III 2025 . Dampak insentif PPN DTP terhadap penjualan apartemen baru bisa dilihat pada kuartal selanjutnya atau tahun 2026 mendatang. “Dampak dari perpanjangan PPN DTP gitu ya pada kuartal selanjutnya […]

  • Pemda Tidak Terbitkan PBG, Ada Konsekuensi Hukumnya Lho

    Pemda Tidak Terbitkan PBG, Ada Konsekuensi Hukumnya Lho

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Pelaku usaha properti saat ini tengah menanti realisasi penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari pemerintah daerah. Pasalnya, proyek pembangunan properti pengembang terkendala karena belum terbitnya PBG. Pemerintah daerah berdalih penundaan penerbitan PBG karena belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) Retribusi PBG sebagai landasan normatif menarik retribusi. Menanggapi sikap mayoritas pemerintah daerah yang menunda penerbitan PBG […]

  • REI Tanam Seribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai

    REI Tanam Seribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • 0Komentar

    Denpasar – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) kembali melaksanakan penanaman pohon. Kali ini, REI menanam seribu pohon mangrove jenis bakau kurap (Rhizophora mucronata) di area Konservasi Bakau Wantilan, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pura Dalam Penataran Suwung, Bali, Selasa, 21 Mei 2024. Ketua Umum REI Joko Suranto menyampaikan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan […]

  • Wakil Ketua Umum DPP REI Hari Ganie (foto istimewa)

    Paling Update, REI Apresiasi Penyusunan RPP Di Kementerian ATR/BPN

    • calendar_month Kamis, 21 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) mengapresiasi penyusunan aturan pelaksana Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) yang berada dibawah kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Tata Ruang Hari Ganie saat […]

  • grand kota bintang

    Kawasan Grand Kota Bintang Bersiap Menjadi Kota Mandiri

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Kota Bintang Rayatri berkomitmen memperluas kawasan premium Grand Kota Bintang atau KotBin menjadi kota mandiri (township) di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, KotBin mencakup lahan seluas 65 hektar yang terdiri dari area ritel, perkantoran, hotel, serta hunian premium. KotBin berlokasi di Bekasi dengan akses langsung ke jalan tol JORR yang mengarah ke […]

  • LSD Tata Ruang

    Harmonisasi LSD dengan Tata Ruang Akomodasi Kemudahan Berusaha

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Harmonisasi antara Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dengan tata ruang akan segera direalisasikan. Menurut Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN) Hadi Tjahjanto, dengan dilakukannya sinkronisasi dua hal tersebut dapat mengakomodasi keperluan kemudahan berusaha di daerah, namun tidak terlepas dari regulasi yang ada. “Karena perintah Pak Presiden kepada saya mencakup juga […]

Translate »
expand_less