Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Perekonomian Indonesia 2023 Tumbuh 5%, Ini Indikatornya

Perekonomian Indonesia 2023 Tumbuh 5%, Ini Indikatornya

  • calendar_month Rabu, 10 Jan 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah meyakini perekonomian Indonesia tahun 2023 tumbuh di kisaran 5 persen karena realisasi berbagai indikator yang lebih baik dari prediksi. Apalagi, proyeksi pertumbuhan ekonomi itu juga sejalan dengan prediksi IMF, Bank Dunia dan konsensus Bloomberg.

“Itu kondisi lingkungan ekonomi yang kita lihat, kita hadapi, dan sekaligus kita kelola dan hasilnya relatif jauh lebih baik dari yang kita perkirakan. Artinya APBN mampu bertahan dalam tekanan dan APBN mampu membantu ekonomi untuk menjadi lebih baik,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam siaran pers, Rabu, 10 Januari 2024.

Ekonomi nasional secara kumulatif mampu tumbuh 5,05 persen hingga triwulan ketiga tahun 2023. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,9 persen (year to date/ytd) dan investasi 4,2 persen (ytd). Sedangkan ekspor tumbuh tipis 1,1 persen (ytd) dan impor melemah -2,0 persen (ytd) imbas pelemahan ekonomi global.

Inflasi Indonesia juga terkendali di level 2,61 persen (year on year/yoy) per Desember 2023, jauh lebih rendah ketimbang proyeksi 2023 sebesar 3,6 persen. Inflasi volatile food yang menjadi kontributor utama inflasi seperti beras, cabai, dan bawang putih juga mulai menunjukkan tren menurun di Desember 2023.

“Stabilitas harga semoga tidak mengalami disrupsi lagi karena faktor geopolitik, maupun bencana alam dan faktor lainnya,” ujar Menkeu.

Dari sisi produksi juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Sektor transportasi, akomodasi makan minum, dan infokom menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Sektor pertambangan juga mampu tumbuh 5,7 persen di tengah moderasi harga komoditas global.

Meskipun ekspor dan impor cenderung berada di zona negatif sejak awal 2023 akibat melemahnya perekonomian global, khususnya negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Namun neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan mencatatkan surplus 43 bulan berturut-turut. Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga November 2023 mencapai USD33,63 miliar.

Indikator Ekonomi

Adapun laju ekonomi domestik masih sangat resilien yang ditunjukkan dengan berbagai indikator. Aktivitas produksi masih cukup kuat tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang terus ekspansif mencapai 52,2. Konsumsi listrik tumbuh tinggi 14 persen untuk bisnis dan 6,7 persen untuk industri. Dari sisi konsumsi, Indeks Keyakinan Konsumen masih terjaga cukup tinggi mencapai 123,6. Sementara, Indeks Penjualan Riil tumbuh positif mencapai 2,9 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tercatat tingkat pengangguran terbuka mampu ditekan ke level 5,32 persen per Agustus 2023 dari periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar 5,86 persen. Penguatan pemulihan ekonomi serta berbagai program perlinsos juga mampu menurunkan tingkat kemiskinan dari 9,54 persen per Maret 2022 menjadi 9,36 persen di 2023 lebih rendah bahkan dari masa pra covid 2019 yang sebesar 9,41 persen.

“Jadi semua tren dari sektor kesejahteraan masyarakat terutama kelompok 40 persen paling rentan menunjukkan adanya perbaikan. Dan itu karena APBN kita cukup aktif meng-address isu dari masyarakat yang paling rentan ini,” kata Menkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunga Acuan Kembali Naik, Likuiditas Perbankan Masih Longgar

    Bunga Acuan Kembali Naik, Likuiditas Perbankan Masih Longgar

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Oktober 2022 telah memutuskan untuk kembali menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75%. Kenaikan suku bunga acuan BI ini adalah yang ketiga kalinya, setelah pada Agustus dan September lalu BI menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 bps dan 50 […]

  • Duta Putra Land

    Duta Putra Land Garap Proyek Seluas 200 Hektar

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Duta Putra Land menggarap proyek Grand Duta City South of Jakarta di atas lahan seluas 200 hektare (ha). Seluruh unit tahap pertama di proyek tersebut terjual habis pada 30 September 2021. Grand Duta City South of Jakarta sendiri terdiri atas area kawasan pusat niaga, pusat gaya hidup, area komersial, dan residensial. Managing director […]

  • Smart City

    Kembangkan Smart City, Sinar Mas Land Gandeng Perusahaan UEA

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sinar Mas Land dan Group 42 menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi dalam mentransformasi Kota Bumi Serpong Damai (BSD) menjadi smart city di Indonesia. Penandatanganan dilakukan di Dubai pada Senin (1/11/2021) oleh Michael Widjaja selaku Group CEO Sinar Mas Land dan Peng Xia selaku Group CEO G42, sebuah perusahaan Artificial Intelligence (AI) dan […]

  • Apindo Tak Menduga Terbitnya Perppu Cipta Kerja

    Apindo Tak Menduga Terbitnya Perppu Cipta Kerja

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja diluar dugaan. “Apindo yang sedang menunggu untuk dilibatkan pemerintah dalam pembahasan substantif perubahan UU Cipta Kerja sebagai tindak lanjut putusan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi cukup surprise dengan terbitnya Perppu tersebut. Namun, dunia usaha dapat […]

  • hut rei

    REI Miliki Peran Besar dalam Pembangunan Rumah di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Asosiasi pengembang Realestate Indonesia (REI) merupakan mitra kerja pemerintah yang memiliki peran besar dalam pembangunan rumah di seluruh wilayah indonesia baik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun Non-MBR yang telah memasuki usia 52 tahun. Pemerintah berharap REI dapat terus berkomitmen dalam membangun rumah yang berkualitas dan kayak huni, baik rumah subsidi maupun non-subsidi. […]

  • Bekasi dan Cikarang Masih Kuasai Permintaan Gudang Modern

    Bekasi dan Cikarang Masih Kuasai Permintaan Gudang Modern

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sepanjang triwulan III-2023, tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau stabil di tingkat 88%. Sebagian besar permintaan baru masih terkonsentrasi di wilayah Bekasi dan Cikarang. Country Head and Head of Logistics & Industrial Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Farazia Basarah menyebutkan, tingkat hunian terindikasi sehat meskipun terdapat tiga pasokan baru di area Jakarta […]

Translate »
expand_less