Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » REI: Konsep TOD Jabodetabek Perlu Diperjelas!

REI: Konsep TOD Jabodetabek Perlu Diperjelas!

  • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pengembangan perkotaan berbasis transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD) diyakini akan memacu pertumbuhan bisnis properti di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Namun, konsep pengembangan kawasan TOD di Jabodetabek saat ini belum didukung aturan regulasi yang jelas.

Pengembangan kota berbasis TOD sudah diterapkan di kota-kota besar dunia seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, dan kota-kota di Eropa atau Amerika Serikat. Di Jakarta, konsep TOD bakal menjadi tren ke depan terlebih pasca rampungnya pembangunan proyek mass rapid transit (MRT), light rapid transit (LRT) dan kereta api cepat. Saat ini, Jakarta juga sudah tersambung dengan wilayah sekitarnya (Bodetabek) melalui KRL Commuterline.

Sebenarnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sudah melakukan penataan pemanfaatan ruang dan pengelolaan pertanahan di wilayah yang akan dikembangkan menjadi kawasan TOD lewat Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit.

Selain itu, di dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) juga telah ditetapkan 24 kawasan TOD di kawasan Jabodetabek.

Namun, regulasi-regulasi tersebut tidak rinci dan belum jelas mengatur tentang konsep TOD yang akan dikembangkan termasuk di Jakarta.

“Harus diakui sampai saat ini riil konsep TOD di Jabodetabek itu belum ada. Yang ada hanya pengembang membangun apartemen atau hunian di samping stasiun MRT, LRT atau KRL Commuterline,” ujar Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI), Hari Ganie kepada Industriproperti.com.

Sekjen DPP REI, Hari Ganie

Padahal, konsep TOD tidak sesederhana itu. Menurutnya, kawasan TOD sejatinya tidak hanya sebatas lahan di inti stasiun, tetapi juga menyangkut kawasan di sekitarnya dengan radius tertentu mungkin antara 600 meter hingga 8 kilometer.

Oleh karena itu, pengembangan properti dengan basis TOD perlu penguatan dari sisi konsep, aturan zonasi dan regulasi pengaturan tata ruangnya. Misalnya aturan mengenai pemanfaatan ruang di atas dan di bawah tanah, dimana kemungkinan semua daerah di Bodetabek belum memilikinya. Sementara di Jakarta seharusnya telah ada, atau setidaknya sedang dibuat aturannya.

“Jangan lupa bahwa TOD yang akan dijalankan itu adalah TOD Jabotabek, jadi ada di wilayah DKI Jakarta dan non-DKI Jakarta. Itu kenapa kita patut pertanyakan apakah misalnya seperti Bekasi dan Depok itu regulasi tata ruangnya sudah siap?,” tanya Hari Ganie.

TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan transportasi massal untuk mobilisasi masyarakat. Orientasi ini membuat fokus pengembangan kota termasuk hunian diutamakan di titik-titik sepanjang jalur transportasi massal.

Terencana dan Jelas

REI mendorong konsep pengembangan TOD yang ingin digalakkan pemerintah lebih diperjelas dan diperinci regulasinya, sehingga dapat menarik minat pelaku usaha properti. Hari Ganie menegaskan, semakin banyak daerah yang memiliki pemahaman untuk merencanakan kawasan TOD termasuk dengan memberikan kemudahan perizinan kepada swasta maka akan mempercepat terwujudnya kawasan berbasis transportasi massal.

“Pengembangan kawasan TOD yang terencana secara baik dan jelas akan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meningkatkan kualitas tata ruang kota dan juga memacu pengembangan properti terutama proyek hunian (apartemen) di jalur TOD,” ujar alumni Teknik Planologi ITB itu.

Dia mengakui belum banyak pengembang anggota REI yang memahami konsep TOD yang akan dikembangkan pemerintah. Padahal, selama ini cukup banyak anggota REI yang sudah membangun hunian di dekat stasiun tranportasi massal termasuk MRT.

Lebih jauh, dia berpendapat bahwa pengembangan TOD seharusnya tidak hanya menyangkut persoalan transportasi, tetapi juga terkait dengan urban development. Diantaranya masalah perizinan, pembebasan dan kepemilikan tanah, analisa dampak lingkungan dan lain-lain. Hal ini penting sebelum pemerintah menerapkan konsep TOD.

Hal terpenting lain, kata Hari Ganie, TOD adalah pengembangan properti campuran atau mixed use development yang terdiri dari perumahan, kawasan komersial, perkantoran dan sebagainya. Tetapi berada di dalam kawasan stasiun transportasi massal yang ada jam operasionalnya. Karena itu, butuh mekanisme koordinasi, karena pengelola stasiun dan pemilik properti adalah institusi yang berbeda.

“Semua masalah ini butuh koordinasi yang baik. REI selalu siap jika diajak terlibat dalam pembahasan detail mengenai konsep kawasan TOD terutama di Jabodetabek,” pungkasnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Pembelian Rumah KPR Syariah

    KPR Syariah Makin Diminati

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Minat masyarakat memiliki hunian idaman menggunakan skema pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) Syariah makin tinggi. Berdasarkan Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan pemilikan rumah tinggal melalui perbankan syariah per Agustus 2021 mencapai  Rp41,4 triliun. “Yang sekarang diperlukan ialah realisasi konkret KPR Syariah, karena sekarang sangat diminati, baik muslim maupun […]

  • PUPR Garap Rusun Khusus ASN di Bogor

    PUPR Garap Rusun Khusus ASN di Bogor

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian PUPR membangun rumah susun (rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Citeureup, Kabupaten Bogor. Rusun ASN PUPR senilai Rp 56,74 miliar itu akan dibangun setinggi delapan lantai berkapasitas 92 unit hunian. “Masih banyak ASN Kementerian PUPR yang belum memiliki hunian yang layak. Kami berharap para ASN PUPR nantinya bisa menempati hunian vertikal […]

  • KEK Nongsa Digital Park Dukung Pengembangan Ekonomi Digital

    KEK Nongsa Digital Park Dukung Pengembangan Ekonomi Digital

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perkembangan teknologi digital saat ini semakin cepat, sehingga membuka peluang investasi bagi dunia usaha. Potensi tersebut menjadi latar belakang dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) di Batam, Kepulauan Riau. KEK ini adalah sebuah kawasan yang menggarap peluang investasi di industri digital. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan teknologi […]

  • Menteri AHY Berantas Praktik Mafia Tanah

    Menteri AHY Berantas Praktik Mafia Tanah

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya pemberantasan praktik mafia tanah. Pasalnya, praktik mafia tanah tidak hanya berdampak negatif terhadap masyarakat, melainkan juga merugikan negara. “Jaringan mafia tanah ini dapat berdampak serius kepada perekonomian kita. Butuh keseriusan kita untuk membentuk ekosistem yang ramah untuk semua,” ujar […]

  • IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur diyakini bakal mendorong pertumbuhan wilayah penyangga Jakarta. Apabila wilayah barat dan timur Jakarta jadi pusat perekonomian, sisi selatan yakni Bogor, menjadi pusat pertumbuhan properti residensial. “Di sisi barat Jakarta seperti wilayah Serpong, Tangerang, sudah lebih dulu menjadi pusat properti residensial. Belakangan mulai berkembang menjadi kawasan […]

  • Kementerian PUPR Rampungkan 16 Rusun Pekerja Konstruksi IKN

    Kementerian PUPR Rampungkan 16 Rusun Pekerja Konstruksi IKN

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan rumah susun (rusun) untuk hunian pekerja konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebanyak 16 rusun sudah terbangun dari total target 22 rusun bagi pekerja konstruksi IKN. “Pembangunan rusun untuk hunian pekerja konstruksi di IKN terus berjalan sesuai rencana. […]

Translate »
expand_less