Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ekonomi Digital Indonesia Tahun 2025 Diprediksi Tumbuh 20%

Ekonomi Digital Indonesia Tahun 2025 Diprediksi Tumbuh 20%

  • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ekonomi digital Indonesia hingga tahun 2025 mendatang diproyeksikan bakal tumbuh 20 persen dari tahun 2021 menjadi USD 146 miliar. Pemerintah memastikan perlunya transformasi ekonomi digital karena dapat berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi digital Indonesia sangat sangat kuat dan terbesar di antara negara-negara tetangga. Tentu ini adalah modal kita untuk berkembang,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, dalam keterangan persnya, Senin, 14 November 2022.

Wamenkeu menilai, kebijakan pengembangan ekonomi digital di Indonesia mencakup bidang yang sangat besar. Misalnya, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan perindustrian, administrasi kependudukan, hingga sektor keuangan. Untuk itu, pemerintah mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia. Antara lain dengan mendorong kebijakan dan regulasi yang mendukung inovasi; membangun infrastruktur dasar dan infrastruktur keuangan yang kuat, kokoh, dan terintegrasi. Kebijakan pengembangannya juga harus memastikan ketersediaan dukungan fiskal, seperti insentif perpajakan dan dukungan pembiayaan bagi UMKM. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai program pemerintah dan layanan publik.

“Selain pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan kapasitas, juga harus ada perlindungan konsumen. Ketika digitalisasi  masuk ke dalam kegiatan ekonomi, maka perlindungan konsumen menjadi sangat penting. Perlindungan data dan perlindungan privasi menjadi sangat penting dan kita bekerja dengan hal tersebut,” kata Wamenkeu.

Seiring meredanya pandemi dan menuju kenormalan baru, Wamenkeu berharap Indonesia menuju pemulihan yang mendorong transformasi ekonomi dan muncul ruang-ruang baru pertumbuhan ekonomi.

“Kita harapkan ke depan Indonesia akan lebih maju dan kegiatan ekonomi lebih marak. Kita menuju ke kehidupan ekonomi yang lebih normal, basis digital terus kita dorong. Namun kegiatan ekonomi tetap secara fisik juga kita lakukan. Kita tatap ekonomi Indonesia ke depan yang mengombinasikan gerak fisik dan juga gerak digital yang makin kompatibel,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Gaya Renovasi Rumah yang Bikin Harganya Meroket

    Ini Gaya Renovasi Rumah yang Bikin Harganya Meroket

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Renovasi tak melulu mengubah sebagian fasad rumah sesuai dengan selera pribadi. Akan tetapi, renovasi dapat ternyata dapat meningkatkan nilai jual rumah di masa depan. Berdasarkan riset portal pencari properti terbesar di Amerika Serikat, Zillow, tren renovasi rumah yang dapat mendongkrak harga jualnya adalah yang bergaya organic modernism. “Gaya organic modernism terasa seperti evolusi […]

  • Inspiratif, YouTube & Podcast Properti Ini Layak ‘Subscribe’

    Inspiratif, YouTube & Podcast Properti Ini Layak ‘Subscribe’

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • 0Komentar

    SEBAGAI sebuah media berplatform digital, YouTube dan Podcast kian digilai publik di Tanah Air. Khusus YouTube, berdasarkan data yang dirilis Google Indonesia, sebanyak sembilan dari 10 pengguna internet di Indonesia mengakses situs web berbagi video besutan tiga mantan karyawan PayPal (Chad Hurley, Steve Chan dan Jawed Karim). Sedangkan dari sisi usia, berdasarkan data yang dipublikasikan ComScore […]

  • Kebijakan Satu Peta Solusi Ketidaksesuaian Tata Ruang

    Kebijakan Satu Peta Solusi Ketidaksesuaian Tata Ruang

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah berkomitmen melanjutkan Kebijakan Satu Peta dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1 : 50.000. Perpres ini mendukung penyelesaian ketidaksesuaian tata ruang, kawasan hutan, maupun izin atau hak atas tanah yang […]

  • Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit properti tumbuh 8% sepanjang Agustus 2024 secara year on year (yoy).

    BI: Agustus, Kredit Properti Tumbuh 8 Persen

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat sepanjang Agustus 2024, penyaluran kredit perbankan tumbuh positif sebesar 10% menjadi Rp7.441,9 triliun atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 11,7%  year-on-year (yoy). Khusus kredit properti, pertumbuhannya sebesar 8,0% pada Agustus 2024 (yoy). “Penyaluran kredit properti tumbuh sebesar 8,0% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, terutama […]

  • peradilan pertanahan

    Gandeng ATR/BPN, Ketua MA: Peradilan Pertanahan akan Dibentuk

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA), Syarifuddin berharap segera dilakukan sertifikasi hakim pertanahan selepas melakukan penandatanganan Nota Kesepahamanan/Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). “Ini merupakan langkah yang cepat, tepat, dan mudah,” kata Ketua MA, Syarifuddin dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 7 Desember 2023. Syarifuddin melanjutkan, setelah dilakukan sertifikasi […]

  • Hunian vertikal di Escala-Central Living District Alam Sutera

    Potensi Pasar Hunian Vertikal di Kawasan Aglomerasi Jakarta

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan aglomerasi atau greater Jakarta diyakini masih menjadi lokasi favorit para pencari hunian vertikal di pinggiran wilayah tersebut. Rumah jangkung diminati karena harga dan fasilitas yang ditawarkan lebih atraktif ketimbang rumah tapak. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menjelaskan, saat ini terjadi fenomena migrasi warga Jakarta ke wilayah pinggir kota karena kenyamanan hunian yang ditawarkan […]

Translate »
expand_less