Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Relaksasi KPR BTN bagi Pekerja Kontrak Terancam Gagal

Relaksasi KPR BTN bagi Pekerja Kontrak Terancam Gagal

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Kam, 18 Feb 2021

Jakarta – Pengembang di sejumlah daerah skeptis terhadap relaksasi aturan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi bagi pekerja kontrak. Mereka menganggap pelonggaran aturan itu mustahil untuk perusahaan swasta di luar skala nasional yang mempekerjakan pegawai kontrak.

“Relaksasi versi Bank BTN ini ibarat orang dalam kondisi dahaga, namun hanya mendapat air minum sebanyak dua sendok. Dahaganya tidak terobati, yang ada malah orangnya menjadi emosi,” tukas Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Selatan, Zewwy Salim, saat berbincang dengan industriproperti.com, Rabu, 17 Februari 2021.

Analogi Awi, sapaan karib Ketua DPD REI Sumsel itu cukup relevan. Betapa tidak, relaksasi yang menyasar segmen pekerja kontrak itu hanya membidik pemberi kerja dari instansi TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta pegawai kontrak pada perusahaan pelat merah dan anak usahanya. Selain itu, pengajuan KPR Bersubsidi yang tidak wajib PKS juga membidik calon debitur dari perusahaan swasta berskala nasional.

“Mengapa relaksasi ini hanya membidik perusahaan swasta skala nasional yang notabene adalah listed company. Kalau perusahaan sudah go public, untuk apalagi harus ada PKS karena toh mereka sudah listed company,” tandasnya.

Dari penelusuran industriproperti.com, pelonggaran itu termuat dalam Memo Bank BTN perihal Penyampaian Relaksasi Kebijakan Akad KPR Bersubsidi kepada Calon Debitur dengan Status Pekerjaan Pegawai Kontrak. Adapun masa kerja pegawai kontrak di perusahaan minimal selama dua tahun. Masa kerja ini juga dapat dihitung dari masa kerja di perusahaan sebelumnya, dengan syarat harus ada kesamaan sektor pekerjaan serta jeda maksimal masa kerja sebanyak-banyaknya selama satu bulan.

Dalam memo tertanggal 15 Februari 2021 itu terlampir daftar perusahaan swasta berskala nasional sebanyak 715 listed company.

Sekadar informasi, merujuk data PT Bursa Efek Indonesia, jumlah listed company per tanggal 17 Februari 2021 mencapai 728 perusahaan. Itu artinya ada 13 perusahaan emiten yang belum tergolong kategori skala nasional versi memo Bank BTN.

Awi menyebut, kebijakan relaksasi ini sebenarnya sangat bagus, apalagi mengingat situasi pandemi Covid-19 yang memicu kontraksi ekonomi nasional. Idealnya, pelonggaran aturan dalam penyaluran pembiayaan kredit perumahan bersubsidi dapat menimbulkan efek domino secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi. “Sayangnya,  pihak manajemen Bank BTN terlihat sangat berhati-hati dalam menerbitkan relaksasi yang sebenarnya sangat bagus ini. Kehati-hatian memang mutlak perlu di industri perbankan, namun tentu ada langkah antisipatif untuk itu. Misalnya saja dengan lebih mengenali calon debitur sehingga kebijakan relaksasi bisa berjalan lebih optimal,” tukasnya.

Sesuai catatan, dalam suatu kesempatan, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu menyatakan, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan KPR, Bank BTN berkomitmen menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional. “Realisasi dari komitmen itu bisa jadi meleset jika Bank BTN tidak segera melakukan perbaikan dalam penerapan strategi bisnisnya. Salah satunya terkait relaksasi aturan KPR Bersubsidi bagi pekerja kontrak,” tandas Awi.

Nasib Outsourcing

Ketua DPD REI Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean, menyoal pegawai kontrak bekerja di perusahaan swasta skala nasional yang ada di dalam daftar Bank BTN. Namun, pegawai kontrak tersebut sebenarnya tercatat di perusahaan rekanan (outsourcing) pemasok tenaga kerja bagi perusahaan swasta nasional.

“Bagaimana nasib pekerja kontrak yang perusahaan tempatnya bekerja merupakan rekanan dari listed company yang namanya tercantum di data Bank BTN. Atau, perusahaan swasta nasional yang tidak tercantum di daftar Bank BTN, harus mengajukan persetujuan prinsip ke Kantor Pusat Bank BTN. Bisa terbayang betapa repotnya urusan izin prinsip itu nanti,” ujar Moko, sapaan karib pria yang kembali dipercaya memimpin REI Sumut.

Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan menyebut, di daerahnya banyak perusahaan asing memanfaatkan jasa pihak ketiga pemasok tenaga kerja kontrak. “Di Batam banyak pekerja outsourcing seperti itu,” ucapnya seraya melontarkan pertanyaan retoris, “apabila mereka tidak mendapat fasilitas rumah subsidi, sampai kapankah mereka bisa punya rumah?”

Lebih unik lagi informasi dari Manado, Sulawesi Utara. Bank BTN yang ada di Kota Tinutuan masih memakai ketentuan wajib PKS bagi pekerja honorer di instansi pemerintahan. “Saya baru mendapat informasi dari BTN Kantor Cabang Kota Manado bahwa untuk tenaga honorer di instansi pemerintahan masih tetap berlaku aturan lama yakni harus ada PKS dengan instansinya,” cetus Ketua DPD REI Sulawesi Utara, Sonny Mandagi.

Moko melanjutkan, risiko kegagalan kebijakan KPR Subsidi Bank BTN bagi pekerja kontrak relatif besar. Ironisnya, kebijakan ini terbit ketika bank yang fokus pada pembiayaan kredit perumahan tengah giat mengejar target laba. “Praktis, selama sebulan terakhir perolehan akad KPR subsidinya relatif minim karena adanya sejumlah kendala teknis dan non teknis. Sedangkan Bank BUMN lainnya, bank swasta, maupun bank pembangunan daerah (BPD), sudah berlari kencang,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantai Kayu

    Produsen Lantai Kayu TEKA Dukung Pameran Lukis Indonesia

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN – Produsen lantai kayu premium TEKA, PT Tanjung Kreasi Parquet Industry (TKPI), anak usaha dari PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) melakukan kolaborasi seni dengan 10 pelukis modern dan kontemporer dengan menggelar pameran lukisan bertajuk Art Kembang Kayu dari 26 Maret – 10 April 2022 di TEKA Real Wood Flooring Gallery, Alam […]

  • sarana jaya

    Konsisten Bangun Jakarta, Sarana Jaya Peroleh Penghargaan

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perumda Pembangunan Sarana Jaya kembali menorehkan pencapaian prestisius di kancah industri properti nasional. Dalam ajang bergengsi Indonesia Property & Bank Award XIX 2025 yang diselenggarakan oleh Journalist Media Network (JMN), Sarana Jaya dianugerahi penghargaan sebagai “Regional-Owned Real Estate Developer with a Commitment to Sustainable Innovation”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mulia Jakarta, Rabu […]

  • Kejar Target Penjualan, Intiland Gelar Program Promo dan Diskon

    Kejar Target Penjualan, Intiland Gelar Program Promo dan Diskon

    • calendar_month Sel, 12 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan properti PT Intiland Development Tbk atau Intiland mempersembahkan program kemudahan pembelian bertajuk “Intiland Extravaganza”. Peluncuran program promo ini juga menjadi salah satu bentuk upaya Intiland untuk meningkatkan kinerja penjualan pada tahun ini. Berlangsung selama dua bulan dari 1 September hingga 31 Oktober 2023, program ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk membeli produk-produk […]

  • Indonesia

    Indonesia Diprediksi Jadi The Bright Spot in Asia

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Dengan kesiapan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan yang ada, Indonesia diperkirakan menjadi The Bright Spot in Asia. “Berbagai dinamika global yang ada menjadi pengingat untuk kita, bahwa kita tetap optimis namun harus terus waspada,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Desember 2022. Ekonomi Indonesia akan tetap resilient […]

  • PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    PPN DTP dan Material Bangunan Tahan Lonjakan Harga Properti

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan lonjakan harga material bangunan memicu tertahannya pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer. Demikian terangkum dari Survei Harga Properti Residensial di Pasar Primer Bank Indonesia (BI) kuartal IV (Q4)-2021. BI mencatat indeks harga properti residensial di pasar primer pada Q4-2021 tumbuh 1,47 persen (year on […]

  • Budiarsa Sastrawinata Jadi Perwakilan FIABCI di UN

    Budiarsa Sastrawinata Jadi Perwakilan FIABCI di UN

    • calendar_month Sel, 11 Mei 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Managing Director Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata resmi ditetapkan sebagai Perwakilan Federasi Real Estat Internasional (International Real Estate Federation/FIABCI) Dunia di Kantor United Nations (UN) di New York, Amerika Serikat. “Utusan khusus FIABCI di PBB harus diisi oleh figur yang aktif, memiliki wawasan luas dan berpengalaman di bidangnya,” ungkap Presiden FIABCI Dunia, Florentino Dulalia, […]

Translate »
expand_less