Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Guru Besar ITB: Apa yang Baru dari Skema KPBU di IKN?

Guru Besar ITB: Apa yang Baru dari Skema KPBU di IKN?

  • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pendanaan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) menuai beragam pertanyaan. Pengamat menilai bahwa skema KPBU untuk pengembangan proyek IKN yang beredar saat ini masih mencuplik skema serupa yang sudah beredar setidaknya dua dekade lampau.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Harun Alrasyid Lubis mengungkapkan, rencana pembangunan IKN sebenarnya sudah menguar sejak 20 tahun lalu. Skema pendanaannya pun mirip-mirip dengan yang beredar akhir-akhir ini. “Jadi, persoalan yang mau bangun ibu kota negara ini katanya kekurangan uang, lalu menarik swasta. Itu kan sudah kita bahas 20 tahun lalu, seperti (PPF) Public Private Fund, KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta), dan terakhir KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Tujuannya itu efisiensi dan inovasi. Sudah 20 tahun, mana yang efisien itu KPBU. Tunjukkan dong, berapa persen efisiensinya,” jelas Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Alrasyid Lubis kepada industriproperti.com melalui sambungan telepon, Rabu, 17 Februari 2021.

Harun meyarankan, skema KPBU jangan sampai melenceng dari tujuan awal. Hal lain yang mendapat catatan penting adalah kompetisi yang jelas dan transparan perihal keterlibatan pihak swasta di KPBU. “Jadi, enggak ada obat yang mujarab uangnya dari mana. Tapi, yang penting tujuan KPBU tadi itu jangan melenceng. Tujuan KPBU sudah jelas singkat, yaitu mencari yang kompetisinya harus dibuka lebar biar dapat yang bagus,” terang Harun.

“Apabila Pemerintah harus kredit pemilikan rumah (KPR) dalam tanda petik, seolah-olah negara ini berkredit untuk memiliki gedung-gedung dan perkantoran di sana. Swasta yang terlebih dahulu membangun. Itu kan sama dengan KPR. Berapa kali lipat harganya dibandingkan beli di awal? Minimum itu 4-6 kali dari harga awal,” tukasnya.

Harun menambahkan, pihak swasta yang terlibat dalam skema KPBU harus memiliki kredibiltas yang mumpuni, baik dari sisi kualitas maupun harganya. Pemerintah juga harus mengukur terlebih dahulu kemampuan dana untuk menutup ongkos pembangunan di IKN baru dalam skema KPBU.

“(Pihak swasta  dalam) KPBU harus dipastikan dahulu kualitasnya bagus dan harganya bagus. Sekarang sudah ditebak angkanya itu Rp466 triliun. Negara kalau mau kredit, ukur dulu seberapa besar kemampuannya. Kalau semua infrastruktur kredit, sanggup bayar enggak?” tukas Ketua Umum Masyarakat Infrastruktur Indonesia (MII).

Kejelasan mengenai skema KPBU juga menjadi salah satu hal penting. Skema KPBU diharapkan menjadi sebuah inovasi dalam pendanaan pembangunan sebuah kawasan.

“Lalu memang KPBU itu nanti bagaimana? Pendanaan semuanya swasta? Lalu nanti negara mencicil, begitu? Itu bukan inovasi. Itu namanya kasih pekerjaan ke kontraktor, kasih pekerjaan ke pengembang,” ucap pengajar pada Program Studi Teknik Sipil ITB.

Grand Design

Terkait pembangunan IKN, Harun menuturkan, harus ada grand design kota-kota baru di Indonesia baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Khususnya, di Pulau Jawa yang populasinya paling padat yang diprediksi akan mencapai 290 juta jiwa pada tahun 2045.

“Pembangunan IKN ini langkah yang sangat minimalis walaupun susah dananya. Kita harus punya grand design kota-kota barus secara nasional. Di mana saja kita mau bangun.  Itu juga kita kelagepan duitnya dari mana,” kata Harun.

Seperti diketahui, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan total pembiayaan proyek IKN mencapai Rp 466 triliun. Dari angka tersebut, porsi pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) akan mencapai 54,6 persen atau Rp 254 triliun.

Adapun pembiayaan IKN melalui APBN porsinya hanya 19,2 persen atau Rp 89,472 triliun. Sisanya, pembiayaan berasal dari investasi langsung swasta ataupun BUMN sebesar 26,2 persen atau senilai Rp 122,092 triliun. (BRN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didukung Jokowi, Helpdesk Perizinan REI Segera Diluncurkan

    Didukung Jokowi, Helpdesk Perizinan REI Segera Diluncurkan

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) segera meluncurkan Helpdesk Perizinan REI pada 11 Februari 2023 bertepatan dengan peringatan HUT REI ke-51. Tidak tanggung-tanggung, Helpdesk Perizinan REI ini sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo. “Kami sudah melaporkan pembentukan Helpdesk Perizinan REI yang mendapat dukungan dari 12 Kementerian/Lembaga (K/L) kepada Presiden RI Joko Widodo. Presiden […]

  • IKN sebagi kota berkelanjutan dibangun dengan konsep smart city.

    Telkom Siap Digitalisasi Kawasan IKN Nusantara

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menghadirkan Digitalisasi Kawasan Sepaku IKN, yang ditandai dengan peresmian Micro Edge DC neuCentrIX serta implementasi infrastruktur dan Digital Community Center Desa Bukit Raya. Peresmian dilakukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, Komisaris Utama Telkom Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, pada Kamis (18/8). […]

  • PSU Tahun 2021 Tembus Rp 201 Miliar

    PSU Tahun 2021 Tembus Rp 201 Miliar

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) Tahun Anggaran 2021 sebanyak 25.781 unit senilai Rp 201,03 miliar. Bantuan PSU berupa jalan lingkungan dari refocusing anggaran tahun 2021 ini tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Bantuan ini dinilai dapat memacu semangat pengembang perumahan untuk lebih banyak membangun […]

  • BSN

    BSN Ambil Posisi sebagai Bank Para Developer

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski baru beroperasi secara resmi pada tanggal 22 Desember 2025, PT Bank Syariah Nasional atau BSN langsung bergerak cepat dalam membangun ekosistem perumahan di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan keseriusan BSN yang langsung memposisikan dirinya sebagai “Banknya Para Developer”. Didukung fakta sebagai bank pemegang market share penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbesar […]

  • Pemerintah Jamin Serius Berantas Praktik Mafia Tanah

    Pemerintah Jamin Serius Berantas Praktik Mafia Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil menegaskan, pemerintah serius memberantas praktik mafia tanah. Upaya penanganan kejahatan pertanahan menjadi komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum. Sebagai langkah awal, Kementerian ATR/BPN senantiasa melakukan pengawasan dan pendampingan kepada pihak-pihak eksternal dan mitra kerja, antara lain Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). […]

  • Ilustrasi Pembangunan Harus Tertib Tata Ruang (Foto: Adang Sumarna)

    Kementerian ATR/BPN Giatkan Penertiban Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melaksanakan penertiban tata ruang sesuai aturan demi terciptanya tata ruang yang nyaman dan berkelanjutan bagi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.  Direktur kata Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang, Ditjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Andi […]

Translate »
expand_less