Breaking News
light_mode
Beranda » Proyek » Beroperasi Awal 2024, Living World Grand Wisata Gelar Prosesi Topping Off

Beroperasi Awal 2024, Living World Grand Wisata Gelar Prosesi Topping Off

  • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI- PT Sahabat Duta Wisata, perusahaan joint venture antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land menggelar prosesi penutupan atap (topping off) Mall Living World di Grand Wisata Bekasi, Jumat (12/5).

Berdiri diatas lahan seluas sekitar 4 hektar dengan luas bangunan mall, hotel dan area parkir mencapai 155.000 m2, proyek shopping center ini menghabiskan biaya investasi sekitar Rp1 triliun. Ditargetkan, Mall Living World Grand Wisata akan mulai beroperasi pada kuartal I-2024.

Prosesi topping off ini dihadiri Business Development Director Kawan Lama Group Sugiyanto Wibawa, Direktur PT Putra Alvita Pratama Prasetijo Tanumihardja, dan Direktur PT Total Bangun Persada Janti Komadjaja. Prosesi topping off dilanjutkan dengan penanaman paku emas di lantai teratas mall tersebut.

Sugiyanto Wibawa, Business Development Director Kawan Lama Group yang juga Direktur Utama PT Sahabat Duta Wisata mengatakan pembangunan Living World di kawasan Grand Wisata Bekasi ini merupakan salah satu agenda ekspansi strategis Kawan Lama Group yang bertujuan menghadirkan pusat perbelanjaan terlengkap untuk pemenuhan kebutuhan hunian dan gaya hidup, sekaligus menjadi destinasi baru bagi seluruh anggota keluarga di Grand Wisata, Bekasi dan sekitarnya.

“Mall ini dirancang dengan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi listrik, penggunaan material ramah lingkungan, dan juga optimasi sistem pengairan,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Sugiyanto, pihaknya bekerjasama dengan hotel chain operator ternama akan menghadirkan hotel dengan lebih dari 200 kamar dan fasilitas lengkap untuk menunjang bisnis dan hobi. Diharapkan, Living World Grand Wisata yang merupakan Living World ke-5 di Indonesia akan menjadi mall favorit bagi masyarakat khususnya di Bekasi.

Herry Hendarta selaku Wakil Direktur Utama PT Sahabat Duta Wisata yang juga Direktur Sinar Mas Land menambahkan bahwa dalam mengembangkan Grand Wisata Bekasi, perusahaan telah melengkapi fasilitas penunjang dengan Pasar Modern, Go! Wet Waterpark, pusat kuliner Gelar Warung, Grand Wisata Auto Center, serta berbagai fasilitas kesehatan dan pendidikan. Selain itu, dalam waktu dekat akan segera di bangun five star sport club di dalam kawasan tersebut.

“Keberadaan Living World Grand Wisata tentu akan membawa dampak ekonomi yang lebih signifikan lagi untuk kawasan ini, mengingat mall ini akan memudahkan aktivitas business meetings dan juga membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kelengkapan ini dapat diakses dengan sangat mudah oleh pengunjung dari Jabodetabek melalui tol Jakarta-Cikampek dan tol Cimanggis-Cibitung,” katanya.

Grand Wisata Bekasi dipilih sebagai lokasi Living World karena letaknya yang strategis, didukung dengan aksesibilitas melalui gerbang tol Tambun KM 21 ruas tol Jakarta-Cikampek dan gerbang tol Setu Utara KM 26 ruas tol Cimanggis-Cibitung yang menghubungkan koridor timur maupun ke pusat Kota Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai kota mandiri terlengkap di Bekasi, Grand Wisata juga disiapkan sebagai The Next New City di Timur Jakarta seperti BSD City yang dikembangkan Sinar Mas Land di Barat Jakarta.

Konsep Eco-friendly

Nantinya, Living World Grand Wisata akan menghadirkan lebih dari 300 toko dengan kekuatan diferensiasi anchor tenant Home Living, Home Improvement & Lifestyle seperti ACE, INFORMA, Toys Kingdom, Pet Kingdom, SELMA, Pendopo, Chatime, Cinema XXI, Funworld dan lainnya.

Selain itu,keunikan arsitektur bernuansa alam yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe dan entertainment dalam balutan konsep mall yang eco-friendly akan menjadi trend setter baru untuk sebuah shopping center. Dengan luasan area komersial lebih dari 58.000 m2, Living World Grand Wisata akan menjadi mall berkonsep Home Living & Eat-ertainment terbesar dan terlengkap di suburb area Timur Jakarta dan Bekasi.

Konsep keberlanjutan juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam rancangan pembangunan Living World Grand Wisata, karena Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land sepakat untuk mendukung pencapaian target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dari baseline 2030.

Berangkat dari hal tersebut, Living World Grand Wisata menerapkan konsep energy efficient architecture yang memanfaatkan sistem AC efisiensi tinggi dalam penggunaan listrik sehingga berpotensi menghemat energi hingga 25% dan menggunakan lampu LED yang hemat energi hingga 60%.

Selain itu, dilakukan pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami dengan membuat skylight dari jendela berbahan kaca doubleglazing. Penggunaan kaca ini juga dapat menghambat panas matahari untuk masuk ke dalam ruangan sehingga dapat menambah penghematan listrik pada penggunaan AC.

Dalam operasionalnya nanti, Living World Grand Wisata juga akan menerapkan konsep water conservation melalui zero waste water system dengan mengelola kembali limbah air kotor, dimana penghematan penggunaan air ini dalam setahun setara dengan 50 kali isi kolam renang standar Olympic.

Penggunaan air daur ulang ini akan dimanfaatkan untuk recycling kebutuhan AC termasuk menyiram tanaman di area green park Living World Grand Wisata seluas 2.000 m2.(MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUPR Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Area Wisata Sepeda

    PUPR Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Area Wisata Sepeda

    • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan penataan kawasan Bike Park (Taman Bersepeda) senilai Rp 17 miliar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini tidak hanya untuk menggairahkan olahraga bersepeda, tapi juga bertujuan menggaet minat wisatawan pada Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika-Lombok. “Untuk pariwisata, […]

  • Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020 hanya tercapai 7.300 unit. Angka itu jauh dari kebutuhan rumah di Sumbar yang kini diperkirakan mencapai 120 ribu unit. Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Barat, Ardinal menyatakan, ketimpangan antara rantai pasok […]

  • Majalah REI Edisi Agustus 2021

    Majalah REI Edisi Agustus 2021

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    Tebarkan Selalu Optimisme Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Seluruh sektor bisnis juga berimbas kondisi tak menentu tidak terkecuali pasar properti. Penjualan tertekan, demikian juga harga tertahan karena daya beli masyarakat yang melemah. Namun dalam kondisi kelesuan tersebut, pelaku industri properti perlu untuk terus menebar optimisme ke pasar. Perpanjangan stimulus dan insentif dari […]

  • Efektivitas BP3 Atasi Backlog Perumahan Masih Perlu Diuji

    Efektivitas BP3 Atasi Backlog Perumahan Masih Perlu Diuji

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik rencana kehadiran Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3). Namun asosiasi ini masih mempertanyakan efektivitas BP3 untuk mengatasi backlog perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menegaskan efektif atau tidaknya badan baru tersebut masih perlu dilihat dan diuji dari kemampuannya menerobos berbagai […]

  • Bank BTN Sambut Positif Kebijakan Stimulus Sektor Properti

    Bank BTN Sambut Positif Kebijakan Stimulus Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN menyambut positif rencana pemerintah untuk memberikan berbagai stimulus untuk sektor perumahan mulai dari Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga insentif biaya administrasi pengurusan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah berencana menanggung PPN untuk harga rumah sampai dengan Rp2 miliar. Kebijakan […]

  • Asosiasi Desak Presiden Mendatang Bentuk Kementerian Perumahan

    Asosiasi Desak Presiden Mendatang Bentuk Kementerian Perumahan

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Asosiasi pengembang perumahan nasional mendesak Presiden Republik Indonesia terpilih masa bakti 2024 – 2029 agar mendirikan kelembagaan Kementerian Perumahan. Hal ini agar penanganan permasalahan di sektor perumahan bisa lebih terfokus dan dapat ditangani secara optimal. “Kita perlu kementerian yang fokus menangani sektor perumahan nasional. Tidak hanya perumahan bersubsidi khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumahan […]

Translate »
expand_less