Breaking News
light_mode
Beranda » Proyek » Paramount Land Hadirkan Dua Konsep Ruang Usaha di Maggiore Junction

Paramount Land Hadirkan Dua Konsep Ruang Usaha di Maggiore Junction

  • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Paramount Land meluncurkan dua tipe ruang usaha di kawasan komersial dan bisnis premium Maggiore Junction di Gading Serpong, Tangerang. Proyek ini berlokasi sangat strategis karena berlokasi di jalan penghubung tiga kota mandiri sekaligus.

M. Nawawi, Direktur Paramount Land mengatakan seiring membaiknya situasi pandemi Covid-19, permintaan terhadap ruang usaha terus tumbuh dan membawa pertumbuhan positif terhadap pergerakan ekonomi. Hal ini mendorong minat investor dan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi dan membuka cabang usaha baru di lokasi yang strategis.

“Sebagai pengembang kami bukan hanya meluncurkan produk tapi juga melakukan riset untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Nawawi dalam siaran persnya, Sabtu (4/6/2022).

Di kawasan Maggiore misalnya, tidak hanya produk komersial yang dihadirkan tetapi juga apa saja yang menjadi kebutuhan kawasan, desain produk seperti apa yang tengah diminati, tren bisnis apa yang banyak dicari.

“Inilah salah satu yang membuat Gading Serpong menjadi destinasi bagi warga dari berbagai kawasan lain,” ujar Nawawi.

Produk komersial kawasan Maggiore hadir berdasarkan riset yang menyatakan bahwa Kota Gading Serpong membutuhkan banyak sarana komersial dengan berbagai jenis, skala, peruntukan, dan kegiatan. Oleh karena itu, Paramount Land terus berkontribusi memfasilitasi para pelaku usaha.

Sementara itu, perkembangan populasi dan teknologi membuat berbagai kebutuhan di kota sebesar Gading Serpong juga terus berkembang. Teknologi transportasi, teknologi komunikasi, maupun teknologi produksi yang sekarang berkembang sangat berpengaruh terhadap kebutuhan ruang usaha atau bisnis.

Untuk menjawab kebutuhan ruang usaha tersebut, Paramount Land menghadirkan Maggiore Junction. Sebuah kawasan bisnis premium di mana ada dua macam konsep ruang usaha, yaitu Maggiore Business Loft dan Ruko Maggiore Junction.

Maggiore Business Loft merupakan ruang usaha kelas premium berupa gedung 4-5 lantai, dilengkapi dengan basement dan lift berkapasitas 8 orang. Dipasarkan dengan harga mulai dari Rp21 miliaran (sudah termasuk PPN). Tersedia hanya 22 unit. Setiap unit Maggiore Business Loft dilengkapi fasilitas private lobby lift, private parking dan public parking dari jalan utama.

Berdampingan dengan Maggiore Business Loft, Paramount Land juga menghadirkan Ruko Maggiore Junction, ruang usaha dengan konsep ruko berkelas premium, dipasarkan dengan harga mulai dari Rp2,8 miliaran (sudah termasuk PPN) sebanyak 138 unit. Maggiore Junction dibangun dengan pilihan 2-3 lantai.

Keduanya berlokasi di Jalan Boulevard yang merupakan penghubung tiga kota mandiri yakni Paramount Land Gading Serpong, Summarecon Serpong dan BSD City).

Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land menambahkan kawasan komersial Maggiore tidak hanya berada di perbatasan Gading Serpong dan BSD City, tetapi dikelilingi oleh 40 klaster hunian yang telah terhuni, aktivitas komersial dan bisnis yang sudah ramai dan berbagai fasilitas kota.

“Kawasan ini juga dilintasi oleh 6.500 kendaraan setiap jam yang akan terus meningkat seiring perkembangan kawasan,” jelasnya.

Investasi Properti Komersial

Aldi Garibaldi, Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Colliers International Indonesia mengatakan ada dua keuntungan utama berinvestasi di sektor properti komersial yaitu memperoleh capital gain dan nilai sewa yang terjadi akibat progres penjualan maupun pembangunan.

“Secara karakter, para pelaku usaha di Tangerang umumnya bergerak di bidang fintech, jasa, perdagangan, dan perkantoran sehingga tentu membutuhkan lokasi usaha yang strategis,” jelasnya.

Dia melihat kekuatan lokasi dan infrastruktur di Kota Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan BSD City memiliki potensi besar dan menjadi pendorong utama tingginya penjualan properti baik residensial maupun komersial di kawasan tersebut. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intiland dan Mitbana Kolaborasi Kembangkan TOD Terpadu di Tangerang

    Intiland dan Mitbana Kolaborasi Kembangkan TOD Terpadu di Tangerang

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) mengumumkan telah menjalin kerjasama strategis dengan Mitbana Urban Development Fund (Mitbana) untuk pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) terpadu seluas 51 hektare di Talaga Bestari, Tangerang, Provinsi Banten. Kerjasama strategis ini diwujudkan dengan pembentukan perusahaan joint venture PT Inti Mitbana Development (IMD) yang dilakukan Perseroan […]

  • kebijakan sektor properti

    Perbaikan Kebijakan Sektor Properti Butuh Masukan Pelaku Usaha

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Dukungan dan masukan dari pelaku usaha properti dapat menjadi bahan untuk perbaikan kebijakan di sektor properti. Masukan tersebut dapat berbentuk dukungan moril maupun kritikan terhadap kebijakan yang ada. “Saya minta di-support. Bisa dalam dukungan moril atau kritikan. Kita terus terang memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki lagi, disempurnakan lagi,” ucap Direktorat Bina Penataan […]

  • Ilustrasi Properti Tiongkok

    Demi Selamatkan Perusahaan, Taipan Properti Tiongkok Rogoh Kocek Pribadi Rp54,2 T

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Taipan properti di Negeri Tirai Bambu rela merogoh koceknya sendiri demi menyelamatkan perusahaan. Tak tangung-tanggung, total nilai uang yang keluar dari saku pribadi mencapai USD3,8 miliar atau setara Rp54,2 triliun (mengacu kurs Rp14.273,30 per USD1). Taipan properti Tiongkok melakukan hal itu agar perusahaan miliknya dapat terlepas jerat kebangkrutan akibat gagal bayar hutang. Sejumlah […]

  • PBG Terkatung-katung, Perizinan Properti Terancam Lockdown

    PBG Terkatung-katung, Perizinan Properti Terancam Lockdown

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelayanan publik terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih terkatung-katung sejak Agustus 2021 silam sehingga perizinan properti terancam lockdown. Pemerintah bersama pemangku kepentingan berupaya mengurai permasalahan pelayanan publik di sektor industri properti. “Kami berharap ada solusi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mendorong percepatan penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Retribusi PBG. Produk hukum di level daerah […]

  • Komisi V DPR RI menjadwalkan pertemuan dengan asosiasi pengembang.

    DPR Jadwalkan Pertemuan dengan Asosiasi Pengembang Bahas Soal Ini

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP) di Jakarta, Rabu, 30 April 2025. menjadwalkan pemanggilan terhadap asosiasi pengembang untuk membahan sejumlah isu penting terkait sektor properti. “Terkait pertemuan dengan asosiasi, kami akan melihat dulu urgensinya. Walaupun nanti kita panggil asosiasi nanti setelah […]

  • krisis global

    Begini Jurus Jitu Sri Mulyani Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Global Shock yang menjadi tantangan dunia saat ini juga akan berdampak bagi Indonesia di tahun 2023. Untuk itu, Indonesia perlu untuk terus berupaya dan memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap sehat, baik itu dari sisi konsumsi, investasi, maupun belanja pemerintah. “Ini bukan berarti kita menjadi seperti proteksionis, tetapi kami ingin memastikan bahwa sumber pertumbuhan […]

Translate »
expand_less