Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Harga Baru Rumah Subsidi Tak Kunjung Terbit, Pengembang Menjerit

Harga Baru Rumah Subsidi Tak Kunjung Terbit, Pengembang Menjerit

  • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah tak kunjung menerbitkan aturan terkait penyesuaian harga jual rumah bersubsidi. Padahal, harga bahan bangunan terus mengalami kenaikan seiring adanya inflasi sehingga memicu lonjakan biaya konstruksi hunian subsidi. Hal ini berpotensi menghambat pelaksanaan program penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kalau masih belum ada penyesuaian harga jual rumah subsidi, pengembang di daerah akan menjerit. Lonjakan harga bahan bangunan, khususnya material besi, telah menggerus margin keuntungan pengembang antara 5 persen hingga 10 persen,” tukas Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Bangka Belitung (Babel), Dymas Dwi Setia, saat dihubungi industriproperti.com, Rabu, 16 Maret 2022.

Dymas menuturkan, saat ini pengembang di wilayahnya sudah mulai mengencangkan ikat pinggang. Bahkan, sebagian pengembang di Provinsi Babel hanya menghabiskan stok. “Sebagian pengembang hanya menghabiskan stok lahan yang sudah ada. Setelah stok lahannya habis, kita masih wait and see untuk mencari lahan berikutnya,” urainya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2022 naik sebesar 0,29 persen terhadap bulan sebelumnya. “Kenaikan ini antara lain akibat lonjakan harga komoditas pasir, besi konstruksi bangunan, barang dari logam aluminium siap pasang untuk bangunan, pipa PVC, serta cat dan sejenisnya,” demikian BPS.

Masih Dikaji

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna menyatakan, pihaknya masih melakukan kajian usulan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi. “Kita masih kaji,” tegas Herry kepada industriproperti.com, belum lama ini.

Namun, Herry tidak bersedia merinci besaran persentase kenaikannya. “Kan masih dalam kajian di Kementerian PUPR,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Bidang Perumahan Subsidi dan Perumahan Aparatur Pemerintahan, Moerod berharap, aturan terkait penyesuaian harga jual rumah bersubsidi bisa segera terbit. “Kami terus melakukan monitoring terkait usulan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi di Kementerian PUPR. Harapannya, dalam waktu dekat akan terbit peraturannya,” ujar Moerod.

Aturan terkait batasan harga jual rumah bersubsidi sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor: 535/KPTS/M/2019 Tahun 2019 tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak yang Diperoleh Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi. Ketentuan yang berlaku sejak 18 Juni 2019 itu mengatur harga jual rumah bersubsidi hingga tahun 2020. Namun, tahun lalu Kementerian PUPR tidak memberlakukan adanya perubahan harga jual rumah bersubsidi.

“Kami berharap selain adanya penyesuaian harga jual yang baru, Pemerintah juga menerbitkan ketentuan baru terkait batasan penghasilan MBR. Sesuai usulan REI, ada perbedaan batasan penghasilan khusus anggota TNI dan Polri daripada MBR lainnya. Sebab, penghasilan anggota TNI dan Polri jauh lebih besar ketimbang MBR pada umumnya,” urai Moerod.

Sebagai catatan, ketentuan terkait batasan penghasilan calon konsumen hunian bersubsidi tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2021 tentang Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Persyaratan Kemudahan Pembangunan dan Perolehan Rumah

Ganggu Arus Kas

Ketua Badan Rumah Sejahtera Tapak (RST) REI, M. Isnaini, secara terpisah menyampaikan, semakin lambat keputusan terkait penyesuaian harga jual rumah subsidi akan semakin membahayakan posisi pengembang. Khususnya pengembang skala usaha kecil dan menengah (UKM).

“Di daerah, banyak pengembang skala UKM dengan cashflow (arus kas) terbatas. Pengembang kategori ini bakal terganggu apabila tidak kunjung ada penyesuaian harga jual rumah subsidi,” ujarnya.

Isnaini mengatakan, saat ini bisnis pengembang baru mulai pulih seiring bergulirnya aktivitas dunia usaha khususnya di sektor riil. “Pengembang tentu berharap bahwa industri perumahan bisa rebound. Tapi harga materil terus mengalami kenaikan. Kondisi ini tentunya akan mengganggu keberlanjutan bisnis pengembang rumah MBR,” tegas Ketua DPD REI Kalimantan Barat. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hadapan Menteri PUPR, Ketum REI Bicara Optimisme Sektor Perumahan

    Di Hadapan Menteri PUPR, Ketum REI Bicara Optimisme Sektor Perumahan

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto tampil sebagai salah satu narasumber dalam talkshow Bisik Seru (Bincang Asik Seputar Perumahan) pada acara Malam Puncak Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (31/8). Hapernas diperingati setiap tanggal 25 Agustus untuk mengenang jasa Bung Hatta yang […]

  • SMF Luncurkan Pembiayaan Mikro Syariah

    SMF Luncurkan Pembiayaan Mikro Syariah

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) meluncurkan program pembiayaan mikro perumahan syariah atau HOME Syariah, di Jakarta, Selasa, 26 Juli 2022. Pembiayaan mikro syariah ini menyasar nasabah Program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar Syariah). “Program ini memungkinkan adanya pembiayaan perumahan secara mudah dan […]

  • Underpass Giantara Serpong City

    Underpass Giantara Serpong City Pacu Investasi Kawasan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • 0Komentar

    SERPONG – Pengembangan kawasan Giantara Serpong City seluas 109 hektar semakin lengkap dengan resmi beroperasinya Underpass Giantara Serpong City yang telah dibangun selama enam bulan terakhir, pada Selasa (18/2). Peresmian underpass tersebut dilakukan Direktur Jenderal Perkerataapian, Mohamad Risal Wasal, dan dihadiri pula oleh sejumlah pejabat kementerian, BUMN dan pimpinan perangkat daerah setempat. Dengan panjang 350 […]

  • IKN

    Penyatuan Tanah dan Air, Simbolisasi IKN untuk Semua

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Penyatuan tanah dan air dari seluruh provinsi di Indonesia menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita besar, yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain merupakan sebuah bentuk kebinekaan yang dimiliki Indonesia dan lambang persatuan yang erat, prosesi tersebut juga sekaligus menjadi simbolisasi bahwa IKN akan menjadi kota bagi semua. “Pada […]

  • Gandeng BSI, REI Sulsel Bidik Transaksi Expo Rp100 Miliar

    Gandeng BSI, REI Sulsel Bidik Transaksi Expo Rp100 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar BSI Property and Automotive Syariah Expo 2022. Gelaran selama empat hari, pada 10 – 13 Maret 2022 di Mal Ratu Indah (MaRI), Kota Makassar,  menargetkan penjualan senilai Rp 100 miliar. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI […]

  • BTN Siap Kebut Penyaluran KPR Bersubsidi FLPP di 2022

    BTN Siap Kebut Penyaluran KPR Bersubsidi FLPP di 2022

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah telah tuntas mengalihkan pengelolaan dana bantuan subsidi pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Seiring pengalihan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai bank penyalur berkomitmen mengoptimalkan penyaluran dana FLPP. Komitmen tersebut ditetapkan […]

Translate »
expand_less