Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ketentuan LVC Jangan Tambah Beban Pengembang

Ketentuan LVC Jangan Tambah Beban Pengembang

  • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pelaku usaha berharap rancangan ketentuan terkait Land Value Capture (LVC) tidak menambah beban pengembang properti. Apabila skema baru untuk pendanaan infrastruktur itu dikenakan pada awal pembangunan proyek, tentu saja akan mengerek harga jual unit properti.

“LVC ini sangat penting dalam mendukung pembiayaan penyediaan infrastruktur di Indonesia. Idealnya, kebijakan LVC hanya berlaku untuk pembangunan properti komersial berupa pusat perbelanjaan yang berlokasi di Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development/TOD),” ucap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida, saat menjadi pembicara dalam “Webinar Transport Research Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB) 2022: Private Participation and LVC for Urban Rail Development, Senin, 25 Juli 2022.

Totok berharap ketentuan terkait LVC tidak semakin menambah beban kewajiban pelaku usaha properti. Setidaknya, kewajiban itu bisa dilakukan tidak di awal pengembangan proyek. “Pengenaan kewajiban LVC yang menambah biaya pengembangan lebih baik tidak pada awal pembangunan. Idealnya kewajiban LVC ketika daerah tersebut sudah berkembang dengan baik. Hal ini juga bertujuan agar harga jual properti di sekitar TOD tidak semakin mahal dan menyulitkan konsumen,” ujarnya.

Menurut Totok, pembangunan di sekitar area TOD pastinya merupakan bangunan bertingkat (high-rise building) yang memiliki risiko tinggi dan padat modal pada awal masa pembangunan. Pasalnya, pada awal pembangunan belum ada pemasukan dari penjualan.

Contoh sukses penerapan skema LVC pada area TOD, kata Totok, seperti yang terjadi pada stasiun mass rapid transit (MRT) yang ada di Singapura. “Keuntungan dari MRT di Singapura bukan pada penjualan tiket. Sumber keuntungannya justru dari penyewaan area komersial pada stasiun MRT. Hal ini juga yang diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di seluruh stasiun sehingga menaikkan profit BUMN Transportasi itu,” tukasnya.

Totok menyatakan, pembangunan pusat perbelanjaan atau mal di atas stasiun akan menguntungkan pihak pengelola stasiun. “Pembangunan mal di atas stasiun akan sangat menguntungkan pengelola dan juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi hunian di atasnya. Sebab, kehadiran pusat perbelanjaan akan menaikkan nilai jual superblok tersebut,” tuturnya.

Aturan Main

Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bastari Pandji Indra mengatakan, gagasan LVC berawal dari persoalan keterbatasan sumber-sumber pendanaan dalam pembangunan infrastruktur. Indonesia memiliki beragam skema pembiayaan infrastruktur, namun pemerintah masih terus berupaya mencari sumber pembiayaan lainnya.

“Pemerintah tidak mungkin hanya mengandalkan sumber pendanaan negara dalam program penyediaan infrastruktur,” tukas Bastari.

“Sampai saat ini kita masih menyiapkan aturan terkait LVC. Dari berbagai permasalahan dan tantangan yang kita hadapi, memang perlu adanya payung hukum agar penerapan ketentuan LVC bisa terlaksana di seluruh wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Bastari mengakui, tanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur merupakan tugas pemerintah. “Swasta tidak bisa mendapat beban tanggung jawab menyediakan infrastruktur. Walaupun memang pihak swasta memperoleh cukup banyak manfaat dari adanya pembangunan infrastruktur,” cetus Bastari.

Hal itu tentu saja memantik niatan pemerintah untuk dapat mendistribusikan serta memperoleh sumber pembiayaan baru untuk mendanai pembangunan infrastruktur lainnya. “Sharing benefit yang seperti apa, itulah yang perlu kita kaji bersama,” ujar praktisi urban planner itu.

Skema Pemprov DKI Jakarta

Adalah Asian Development Bank (ADB) yang mengenalkan skema LVC sebagai salah satu inovasi skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kajian bertajuk “Innovative Infrastructure Financing Through Value Capture in Indonesia” sebagai salah satu upaya pengembangan inovasi skema pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia diluncurkan pada tahun 2021 lalu.

Definisi LVC adalah kebijakan pemanfaatan peningkatan nilai tanah dari hasil investasi, aktivitas, dan kebijakan Pemerintah di suatu kawasan. Pemanfaatannya dengan menggunakan dua basis penerapan, yaitu LVC berbasis pajak dan LVC berbasis pembangunan.

Wakil Ketua Dewan Pengurus  Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan Indonesia (LPP3I) (The HUD Institute) Oswar Muadzin Mungkasa menegaskan, sebenarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pola yang hampir mirip dengan skema LVC. “Sebetulnya skema LVC sudah ada dalam bentuk lain di Pemprov DKI Jakarta. Misalnya, terkait penerapan kewajiban 20 persen penyediaan rumah susun umum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terkait ketentuan hunian berimbang, dan kompensasi pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB),” ucap mantan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Bastari menambahkan, dalam pembangunan perumahan ada kewajiban penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) yang menjadi tanggung jawab developer. “Itu artinya ada kontribusi dari developer dalam pembangunan infrastruktur. Mungkin itu pola yang paling tradisional yang berlaku di Indonesia,” ucap Bastari. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Sekolah, GWK Cultural Park Alami Lonjakan Pengunjung

    Libur Sekolah, GWK Cultural Park Alami Lonjakan Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • 0Komentar

    BALI – Liburan di Bali belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Destinasi wisata satu ini menyuguhkan perpaduan apiknya kesenian, budaya, dan juga adat Bali. Patung GWK yang berdiri megah di bukit Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Bertepatan dengan musim libur sekolah […]

  • Majalah REI Edisi Juli 2021

    Majalah REI Edisi Juli 2021

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • 0Komentar

    Yakinlah,Badai Pasti Berlalu! Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Industri properti nasional kembali diterpa cobaan memasuki paruh kedua tahun ini. Pemulihan pasar yang sudah mulai terlihat sejak kuartal II-2021 khususnya untuk segmen hunian menengah, kini tampaknya kembali terkena turbulensi. Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro Darurat persis di awal semester kedua […]

  • SBUM Tertunda, Cashflow Pengembang Terancam

    SBUM Tertunda, Cashflow Pengembang Terancam

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang mengeluhkan terkatung-katungnya nasib calon konsumen perumahan bersubsidi yang tidak dapat melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) akibat masih tertundanya perjanjian kerjasama (PKS) Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). “Jumlah rumah ready stock yang sudah ada calon konsumennya tapi tertunda di Provinsi Jawa Barat mencapai 5.000 unit. Akibatnya cashflow […]

  • Performa Ritel Mulai Menggeliat, Kawasan Industri Diserbu Investor

    Performa Ritel Mulai Menggeliat, Kawasan Industri Diserbu Investor

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kinerja sektor ritel dan kawasan industri di Jakarta memperlihatkan tren yang relatif stabil sepanjang Semester II 2025 dengan sejumlah sinyal pertumbuhan, baik dari sisi okupansi, ekspansi tenant, maupun penyerapan lahan industri. Pada sektor ritel, pasar Jakarta dinilai memasuki periode pemulihan yang lebih solid pascapandemi. “Kami melihat bahwa ini adalah bukti dari resiliensi untuk […]

  • Menteri PUPR Lantik Pejabat Baru di Ditjen Perumahan

    Menteri PUPR Lantik Pejabat Baru di Ditjen Perumahan

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik sejumlah pejabat fungsional ahli utama, pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator, termasuk yang bertugas di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan. Para pejabat itu harus tetap fokus menyelesaikan tugas, utamanya mengingat bakal hadirnya tahun politik di negeri ini. “Saya minta para pejabat harus tetap fokus […]

  • Ilustrasi pentingnya pengadaan tanah untuk kepentingan umum (Foto: Adang Sumarna)

    Sekjen ATR/BPN Jelaskan Manfaat Bank Tanah

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Masalah pertanahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia begitu beragam, mulai dari tidak terkendalinya alih fungsi lahan hingga harga tanah yang semakin tinggi. Masalahnya persoalan tanah ini seringkali menghambat pembangunan. Oleh karena itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berusaha hadir dari sisi penyediaan, yaitu berusaha menyediakan tanah untuk kepentingan yang lebih […]

Translate »
expand_less