Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Laju Industri Properti Selaras dengan Pertumbuhan Ekonomi

Laju Industri Properti Selaras dengan Pertumbuhan Ekonomi

  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sektor properti memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah kalangan meyakini laju industri properti akan selaras dengan pertumbuhan ekonomi makro.

“Industri properti salah satu industri yang memiliki kompleksitas dampak yang memang sangat luas terhadap pemulihan ekonomi nasional. Kalau lihat rantai industri properti dari hulu sampai ke end user memang memilik multiplier effect yang dimensinya banyak bagi pemulihan ekonomi nasional,” ucap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur, Insanul Kamil dalam Webinar Kolaborasi Industri Properti, Keuangan dan Material Bulding Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa, 22 Februari 2022.

Insanul melanjutkan, pemulihan sektor properti sebenarnya sudah mulai terjadi pada Kuartal IV-2021. Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemulihan perekonomian nasional oleh pemerintah dan pihak swasta.

“Kalau kita lihat informasi oleh REI, kita agak happy. REI optimis terhadap prospek industri properti di tahun 2022. Terkonfirmasi juga bahwa itu juga seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi akan semakin tumbuh pada masa pemulihan ekonomi ini,” urai Insanul.

Senada dengan Insanul, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Hari Ganie mengatakan, sektor properti ke depan akan bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi makro.

“Kami optimis dengan dukungan pemerintah ke sektor properti ke depan akan bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi makro. Dengan catatan bahwa kita sama-sama juga memperbaiki ‘bolong-bolong’ dari regulasi, masalah-masalah, hambatan, implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terutama di daerah,” ungkap Hari.

Undang-undang Properti

Hari menjelaskan, rantai pasok penyelenggaran investasi properti sangat panjang, mulai dari tata ruang, pengadaan lahan, legalitas kepemilikan lahan. Kemudian ada perizinan, pungutan dan beban kewajiban, pembiayaan dan anggaran, desain dan bahan bangunan. Lalu, pemasaran dan konsumen, penghunian dan pengolahan, serta perlindungan investasi.

“Semua item tersebut masih banyak (regulasi) ‘bolong-bolongnya’. Karena itu, kami REI, mengusulkan supaya penyusunan undang-undang properti sehingga semua yang ‘bolong-bolong’ aturannya itu bisa diselesaikan atau disusun bersama dengan kementerian terkait,” tegas Hari.

Webinar Kolaborasi Industri Properti, Keuangan Dan Material Bulding Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Webinar Kolaborasi Industri Properti, Keuangan Dan Material Bulding Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (Foto: Istimewa)

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyoroti proses peralihan IMB ke PBG. Menurutnya, perlu ada masa transisi dalam penerapan aturan tersebut.

“Kita kemarin sempat terhambat kaitannya dengan proses perizinan peralihan IMB ke PBG. Kalau ini tidak segera ada masa transisi karena PBG ini melibatkan banyak kementerian, beda dengan IMB. Kalau banyak melibatkan kementerian, tentunya kita perlu ada harmonisasi di antara kementerian itu. Jika tidak sinergi, ini akan menghambat industri properti,” kata Junaidi.

Seirama dengan Junaidi, Ketua Umum DPP Himpunan Pengembangan Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan, perlunya masa transisi dalam setiap pemberlakuan kebijakan baru.

“Masa transisi dari setiap peraturan yang baru sehingga proses bisnis itu tidak terdisrupsi ataupun  terefek kecil karena ada masa transisi sampai peraturan yang baru itu ada perbaikan atau modifikasi ulang,” ucap Endang.

Junaidi menambahkan, harga rumah subsidi sudah dua tahun terakhir tidak mengalami penyesuaian harga. Ia pun berharap pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian harga karena berkaitan dengan investasi pengembang, misalnya untuk tanah, material, dan listrik.

“Tentunya penyesuaian harga ini dibutuhkan oleh para pengembang. Harapan kita juga PLN yang dua tahun terakhir ini meraup keuntungan yang signifikan. Tentunya kita mohon untuk dikembalikan subsidi PLN terhadap pemasangan jaringan bisa dipulihkan kembali,” pungkas Junaidi. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Underpass Giantara Serpong City

    Underpass Giantara Serpong City Pacu Investasi Kawasan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • 0Komentar

    SERPONG – Pengembangan kawasan Giantara Serpong City seluas 109 hektar semakin lengkap dengan resmi beroperasinya Underpass Giantara Serpong City yang telah dibangun selama enam bulan terakhir, pada Selasa (18/2). Peresmian underpass tersebut dilakukan Direktur Jenderal Perkerataapian, Mohamad Risal Wasal, dan dihadiri pula oleh sejumlah pejabat kementerian, BUMN dan pimpinan perangkat daerah setempat. Dengan panjang 350 […]

  • Akselerasi Startup Digital, Sinar Mas Land Gandeng Microsoft

    Akselerasi Startup Digital, Sinar Mas Land Gandeng Microsoft

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Living Lab Ventures (LLV), sebuah investment arm dari Sinar Mas Land kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan startup di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng Microsoft sebagai penyedia solusi teknologi bagi para startup yang berada dalam naungan LLV melalui proyek Living Lab X. Melalui kolaborasi ini, Microsoft turut mendampingi […]

  • Pemerintah Godok RUU Penilaian Tanah

    Pemerintah Godok RUU Penilaian Tanah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah sedang menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penilaian Tanah. Hal itu sebagai upaya menciptakan keseragaman standardisasi harga tanah di seluruh wilayah di Indonesia. “Kalau ada UU itu akan bagus sekali sehingga seluruh tanah di Indonesia ada harga yang standar.  Kemudian tiap tahun kita nilai. Dengan begitu, profesi appraisal akan luar biasa memberikan manfaat,” tutur […]

  • Tak Terkendali, Pemerintah Diminta Intervensi Harga Material di Kepri

    Tak Terkendali, Pemerintah Diminta Intervensi Harga Material di Kepri

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan tidak terkendalinya harga bangunan di daerah kepulauan tersebut, sehingga menganggu pasokan rumah khususnya rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah diminta segera melakukan intevensi pasar agar harga material bangunan lebih kondusif. Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kepri, Tony mengungkapkan sepanjang tahun 2021 […]

  • Nikmati KPR BTN Merdeka di IPEX 2022, Bunga Hanya 2,22%

    Nikmati KPR BTN Merdeka di IPEX 2022, Bunga Hanya 2,22%

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar pameran perumahan terbesar di Indonesia yakni Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 dengan tema “KPR BTN Merdeka”. IPEX 2022 diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dan berlangsung mulai 13-21 Agustus 2022. Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan permintaan […]

  • Pelaku Usaha Properti Perlu Tingkatkan Literasi Finansial ke Masyarakat

    Pelaku Usaha Properti Perlu Tingkatkan Literasi Finansial ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lamudi.co.id, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang layanan properti, menyebutkan bahwa tingkat disetujuinya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih rendah yakni berkisar rata-rata 19,80 persen dalam periode Januari-Maret 2022. Hal ini menunjukan masih perlunya pelaku usaha properti mengedukasi para calon pembeli secara lebih intens dengan literasi finansial memadai terutama sebelum melakukan proses pengajuan […]

Translate »
expand_less