Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pemerintah Ingin Libatkan Islamic Development Bank Garap Perumahan

Pemerintah Ingin Libatkan Islamic Development Bank Garap Perumahan

  • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia meminta dukungan Islamic Development Bank (IsDB) untuk pengembangan sektor perumahan di tanah air. Hal ini diutarakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti pertemuan dengan Presiden IsDB Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser, di Washington DC, akhir pekan lalu.

“Indonesia berharap kerja sama yang terjalin dapat diperluas ke sektor ekonomi lain. Termasuk dukungan untuk sektor perumahan bagi masyarakat serta pengembangan industri halal di Indonesia,” terang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan persnya, Selasa, 18 Oktober 2022.

Saat ini, imbuh Menkeu, Indonesia telah berkontribusi dalam bidang pertanian serta rantai nilai pangan (food value chain) bagi negara-negara anggota IsDB. “Dalam hal ketahanan pangan dan ketersediaan pupuk, kami sepakat pentingnya peningkatan kerja sama di bidang pertanian dan rantai nilai pangan (food value chain) antar-negara anggota IsDB,” tutur Sri Mulyani.

Presiden IsDB menyatakan, selama ini pihaknya telah membantu Indonesia melalui pembiayaan infrastruktur berbagai bidang. Dukungan IsDB terhadap Indonesia antara lain bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur ekonomi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden IsDB juga mengapresiasi kinerja perekonomian Indonesia terutama karena adanya kondisi global yang bergejolak. IsDB juga menyatakan komitmen penuh akan terus mendukung Indonesia melalui pembiayaan pembangunan serta mengajak Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar. Baik melalui peningkatan kontribusi modal maupun penambahan jumlah staf Indonesia di Islamic Development Bank.

Tensi Geopolitik

Pada kesempatan berbeda, Menkeu menyatakan bahwa dinamika global serta ketegangan geopolitik yang tengah berlangsung berdampak meluas. Tidak hanya krisis pangan, energi, lonjakan iflasi, kondisi ini juga memicu sejumlah negara melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Banyak negara tertekan menghadapi situasi ini. Berbagai risiko kini memberikan ancaman pada pelemahan ekonomi global. “Beberapa negara benar-benar memerlukan bantuan serius. Kita tak bisa membiarkan hal ini terjadi tanpa melakukan apapun. Harus ada tindakan nyata untuk memitigasi risiko ancaman resesi. Dalam hal ini, Forum G20 mengambil peranan,” terang Menkeu.

Menkeu menjelaskan pada November mendatang, Presidensi G20 Indonesia akan melangsungkan pertemuan pada level pimpinan negara. Menkeu berharap pertemuan tersebut akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan untuk perbaikan situasi dunia saat ini.

“Jika kita ingin mencapai sesuatu, maka kita harus melakukan sesuatu. Jika kita ingin dunia bangkit dan pulih, maka kita harus berupaya bersama,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Buka Munas REI XVII Tahun 2023

    Presiden Jokowi Buka Munas REI XVII Tahun 2023

    • calendar_month Rabu, 9 Agt 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XVII REI Tahun 2023 dari 9-10 Agustus 2023. Perhelatan demokrasi terbesar asosiasi itu dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Rabu (9/8). Munas REI kali ini mengusung tema “Sinergi dan Harmonisasi REI dengan Pemerintah untuk Kemajuan Industri Realestat yang Berkelanjutan” yang […]

  • intiland

    Strategi Intiland Perkuat Portofolio Hunian Tapak di Jakarta

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Intiland Development Tbk atau Intiland memperkenalkan Sakha Semanan, pengembangan hunian tapak terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Semanan Indah, Semanan, Jakarta Barat. Proyek residensial terbaru ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menghadirkan pilihan hunian terbaik bagi keluarga muda dengan tata ruang yang fungsional, lingkungan asri, serta aksesibilitas yang mudah. Sakha Semanan […]

  • Anggaran Rp10 T Kementerian PKP Direstui DPR, BSPS Dapat Porsi Besar

    Anggaran Rp10 T Kementerian PKP Direstui DPR, BSPS Dapat Porsi Besar

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi V DPR RI menyetujui usulan anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun 2026 sebesar Rp10,89 triliun. Dari total tersebut, sebesar Rp8,9 triliun atau 81% dialokasikan khusus untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). “Pagu anggaran 10,89 triliun ini kami utamakan sesuai dengan diskusi dengan pimpinan dan anggota adalah untuk BSPS. Jadi […]

  • Pemprov Jateng dukung program 3 juta rumah

    Dukung Program 3 Juta Rumah, Pengembang Jateng Disertifikasi

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Demi mendukung program 3 juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya meningkatkan kompetensi pengembang. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (Bimtek SRP2). Kegiatan ini bertujuan agar hunian yang dibangun developer sesuai standar dan berkelanjutan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, saat membuka Bimtek SRP2 di […]

  • Reklamasi Jakarta (Foto: Adriansyah)

    Tata Ruang Laut, KKP Terbitkan Aturan ini

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Guna menata ruang laut secara berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut. Permen KP tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan sangat terkait dengan PP Nomor 5 Tahun […]

  • REI Lega, Syarat Wajib PBG di SiKumbang Direlaksasi

    REI Lega, Syarat Wajib PBG di SiKumbang Direlaksasi

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik dan mengapresiasi terbitnya kebijakan pelonggaran (relaksasi) terhadap syarat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk perumahan bersubsidi. REI terus memperjuangkan adanya relaksasi syarat PBG dalam aplikasi SiKumbang, bahkan sejak tahun lalu. Asosiasi berharap aturan tersebut dapat segera dimplementasikan di lapangan, sehingga salah satu kendala dalam penyaluran dana Fasilitas […]

Translate »
expand_less