Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Penerimaan Pajak Tahun 2023 Antisipasi Dampak Krisis Global

Penerimaan Pajak Tahun 2023 Antisipasi Dampak Krisis Global

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Sel, 30 Agu 2022

Jakarta – Target penerimaan pajak yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023 dirancang dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi. Hal ini seiring upaya pemerintah untuk menahan rambatan yang terjadi akibat naiknya risiko resesi ekonomi global.

“Berbagai langkah reformasi perpajakan dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Upaya lainnya adalah melalui perbaikan dan penyederhanaan layanan pembayaran pajak guna terus menjaga kesinambungan penerimaan pajak negara,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, di Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022.

Selain optimalisasi penerimaan pajak, kata Menkeu, pemerintah juga terus berupaya lebih baik dalam mengelola Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kita harus terus memprioritaskan upaya peningkatan inovasi dan kualitas layanan yang menghasilkan PNBP Kementerian/Lembaga dan BLU. Caranya yaitu dengan perbaikan regulasi, administrasi, dan sinergi antar-Lembaga,” ujar Menkeu.

Selain dari sisi penerimaan perpajakan, belanja pemerintah juga menjadi fokus utama pemerintah dalam RAPBN 2023. Menkeu mengungkapkan, rancangan belanja pemerintah pada RAPBN 2023 juga benar-benar mempertimbangkan aspek efisiensi serta produktivitas. Selain itu, RAPBN 2023 juga akan menghasilkan multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian, serta secara efektif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“RAPBN Tahun 2023 sisi belanja bertujukan untuk: Meningkatkan kualitas belanja yang lebih efisien, efektif, dan produktif yaitu melalui spending better; Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia; Melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas; Melanjutkan reformasi birokrasi; Mendukung pelaksanaan revitalisasi industri; dan mengembangkan ekonomi hijau,” ujarnya.

Waspada

Sri Mulyani mengatakan RAPBN 2023 memiliki semangat optimisme serta kewaspadaaan yang tinggi. “Optimisme itu karena adanya pemulihan ekonomi hingga triwulan II tahun 2022 yang tumbuh mengesankan yaitu 5,44 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ini termasuk yang tertinggi di G20 dan ASEAN,” ujarnya.

Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi yang mengesankan itu berlandaskan pemulihan permintaan domestik dari konsumsi yang masyarakat yang membaik. Pertumbuhan ekspor yang tinggi akibat harga dan menguatnya permintaan komoditas juga ikut mendongkrak pemulihan ekonomi. Sementara itu, inflasi di Indonesia juga masih berada di tingkat moderat yaitu 4,94 persen pada bulan Juli 2022.

“Kinerja pertumbuhan dan inflasi hingga Semester-I 2022 ini memberikan landasan optimisme. Namun, kita tetap menjaga kewaspadaan tinggi karena awan tebal dan gelap dalam bentuk inflasi, kenaikan suku bunga, pengetatan likuiditas, dan pelemahan ekonomi di negara-negara maju. Selain itu, adanya  ketegangan geopolitik bahkan mulai melanda perekonomian di Eropa, Amerika Serikat, dan RRT,” terangnya.

Beragam faktor penyebab ketidakpastian ekonomi, imbuh Menkeu, dapat menimbulkan rambatan negatif ke seluruh dunia, yaitu dalam bentuk krisis pangan dan energi akibat dari disrupsi rantai pasok dan kenaikan harga pangan dan energi dunia. Selain itu, kenaikan suku bunga juga menyebabkan gejolak di pasar uang dan arus modal ke luar dari negara-negara berkembang dan emerging.

“Ini berpotensi melemahkan nilai tukar dan memaksa penyesuaian suku bunga ke atas. Dampak rambatan global ini dapat mengancam perekonomiam Indonesia dalam bentuk tekanan harga atau inflasi, pelemahan permintaan, dan juga pelemahan pertumbuhan ekonomi,” ujar Menkeu.

Dengan begitu, Menkeu mengungkapkan APBN 2023 akan menghadapi tantangan berat sebagai shock absorber bagi masyarakat, ekonomi, dan negara. Meski begitu, kesehatan APBN tetap harus terjaga.

“Namun pada saat yang sama, konsolidasi fiskal untuk memulihkan dan menjaga kesehatan APBN harus terus terjaga dan dengan disiplin dan konsisten,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan IKN Jalan Terus, Total Komitmen Investasi Tembus Rp225 T

    Pembangunan IKN Jalan Terus, Total Komitmen Investasi Tembus Rp225 T

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Beragam kemajuan ditunjukkan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hingga saat ini, Otorita IKN telah menerima komitmen investasi senilai Rp225,02 triliun. “Tidak ada keraguan dalam membangun IKN. Semua langkah yang diambil kini sepenuhnya diarahkan untuk mencapai target menjadikan Nusantara sebagai […]

  • Presiden RI saat peluncuran OSS-RBA (Foto: Lukas)

    Ombudsman Nilai OSS-RBA Belum Siap

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle Adi Guru Mahendra
    • 0Komentar

    Jakarta – Portal perizinan investasi satu pintu Online Single Submission Risk Based Management (OSS-RBA) atau OSS Berbasis Risiko, meskipun telah resmi meluncul di bulan Agustus 2021, namun hingga kini masih ada sejumlah keluhan, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah yang belum siap dalam penerapan OSS-RBA ini. Padahal, berdasarkan penelusuran redaksi industriproperti.com, Presiden Joko Widodo pada saat peluncuran OSS-RBA […]

  • Jokowi Reshuffel Menteri

    Sah, Presiden Reshuffle Kabinet Ganti 2 Menteri dan 3 Wamen

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik dua orang menteri dan tiga orang wakil menteri (wamen) yang akan membantunya dalam pemerintahannya bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya […]

  • sektor real estat

    Duh! Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Real Estat Turun 21 Ribu Orang

    • calendar_month Kam, 12 Mei 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan bahwa tenaga kerja yang terserap pada lapangan usaha real estat turun 21 ribu orang pada periode Februari 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah lesunya penjualan dan sewa sektor real estat di periode tersebut. “Sementara itu yang ketiga yang juga mengalami penurunan adalah […]

  • SiPetruk Tidak Akan Hambat Kerja Pengembang Perumahan

    SiPetruk Tidak Akan Hambat Kerja Pengembang Perumahan

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran rumah subsidi tidak hanya bertumpu pada masalah kuantitas tetapi juga harus memastikan bahwa rumah yang dibeli oleh masyarakat harus berkualitas, dimanfaatkan dan dihuni dengan baik. Oleh karena itu setiap rumah subsidi yang dibangun harus memenuhi ketentuan teknis bangunan, yaitu persyaratan kelaikan hunian yang meliputi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan […]

  • Pengemudi Ojol Bisa Beli Rumah Melalui Tapera

    Pengemudi Ojol Bisa Beli Rumah Melalui Tapera

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengemudi ojek online (ojol) maupun pekerja sektor informal lainnya kini berpeluang besar untuk memiliki rumah melalui Tabungan Rumah Tapera. Tabungan berbasis saving plan bagi pekerja mandiri berpenghasilan tidak tetap menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Program ini bertujuan mewujudkan perluasan kepesertaan pekerja mandiri atau informal sebagai peserta dan untuk mempercepat penyaluran Rumah Tapera. […]

Translate »
expand_less