Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pinjol Marak, Hambat Masyarakat Beli Rumah

Pinjol Marak, Hambat Masyarakat Beli Rumah

  • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dunia usaha properti kembali mendapat tantangan yang sangat berat karena pengetatan persyaratan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) seiring maraknya praktik pinjaman online (pinjol). Akibat maraknya gempuran pinjol, masyarakat kian sulit membeli rumah karena tidak lolos saat mengajukan pinjaman KPR.

“Bahkan, saking ketatnya, banyak pengajuan KPR yang tertolak. Kalau dulu, pengajuan KPR ditolak karena adanya tunggakan kartu kredit. Sekarang pengajuan KPR banyak tertolak karena calon debitur terlilit utang di aplikasi pinjaman online (pinjol),” ungkap Ketua DPD REI DKI Jakarta, Arvin F. Iskandar, dalam acara Temu Anggota REI DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa, 28 Februari 2023.

Arvin menjelaskan, tahun lalu pelaku usaha properti menghadapi sejumlah tantangan. Sebut saja, adanya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen yang menggerus minat calon konsumen properti. “Tidak hanya itu, adanya kenaikan tarif dasar listrik serta naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara hampir berbarengan tentunya juga berdampak signifikan terhadap kenaikan biaya produksi rumah,” tegasnya.

Pengembang, lanjut Arvin, sangat berharap adanya solusi berupa dukungan kebijakan dari regulator dan perbankan bagi para pelaku industri properti. Dengan cara memberikan relaksasi, tanpa mengurangi upaya-upaya mitigasinya.

Wakil Ketua DPD REI DKI Jakarta Bidang Pembiayaan dan Perpajakan David Iman Santosa meminta pemegang otoritas terus berkoordinasi guna menghasilkan berbagai terobosan. Misalnya, relaksasi pembiayaan yang tepat bagi pertumbuhan bisnis properti.

“Sektor properti terbukti sebagai growth drivers, pendorong pertumbuhan ekonomi. Peranan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan harus betul-betul tepat dalam mengidentifikasi persoalan di lapangan yang senantiasa berubah. Jangan sampai menghambat, namun tetap dalam koridor memitigasi risiko yang ada,” ujar David.

Peneliti Eksekutif yang juga Deputi Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Woro Kusumaningrum mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan sektor properti. “Dukungan untuk pengembangan sektor properti baik dari sisi supply maupun demand agar lebih optimal. Tapi tentunya dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,” tegasnya.

Pertumbuhan Kredit

Pasca pandemi Covid-19, lanjutnya, perkembangan kredit properti baik dari sisi pasokan maupun permintaan menunjukkan tren pemulihan. Dari sisi suplai, hingga Januari 2023 kredit sektor realestat tumbuh sebesar 18,6 persen (year on year/yoy). Sejalan dengan itu, pertumbuhan kredit properti (demand) cenderung stabil sepanjang  periode pandemi dan masih tumbuh positif sebesar 7,38% (yoy) pada periode yang sama. Sedangkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di sektor realestat per januari 2023 tercatat 2,02 persen dan NPL kredit properti sebesar 2,29 persen.

“Pertumbuhan kredit pada sektor properti karena adanya pengendalian risiko kredit yang relatif terkendali,” tambahnya.

Salah satunya lewat Peraturan OJK (POJK) Nomor: 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum. Beleid tersebut berisi tidak ada larangan bagi perbankan untuk menyalurkan kredit atas pengadaan/pengolahan tanah kepada pengembang. Tentunya, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko, termasuk menghindari praktik-praktik spekulatif.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Yati Kurniati menuturkan, untuk lebih mendorong kinerja sektor properti, pihaknya telah merilis beberapa kebijakan relaksasi lewat kebijakan insentif makroprudensial. “Penerbitan aturan sebagai relaksasi itu antara lain pelonggaran LTV/FTV, penghapusan ketentuan pencairan bertahap properti inden, serta beberapa kebijakan lainnya,” ucap Yati. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDM industri furnitur

    IFEX 2024 Hadirkan 1.000 Produk Furnitur dan Kerajinan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 segera digelar dari 29 Februari hingga 3 Maret 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ditargetkan, lebih dari 115 negara akan hadir pada IFEX 2024. Hingga saat ini Jumat (23/2), data negara yang telah melakukan registrasi IFEX didominasi oleh Australia, China, India, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Malaysia, […]

  • Ini Empat Rekomendasi JICA Terkait Pembangunan IKN

    Ini Empat Rekomendasi JICA Terkait Pembangunan IKN

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali melakukan pertemuan dengan Chief Representative Japan International Cooperation Agency (JICA) Takehiro Yasui di Kantor Kementerian PUPR, Rabu (13/7/2022). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas hasil studi konsultan JICA terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menteri Basuki dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya jaminan mutu […]

  • Okupansi Hotel Tertekan, Kunjungan Turis Asing Tumbuh Positif

    Okupansi Hotel Tertekan, Kunjungan Turis Asing Tumbuh Positif

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kinerja perhotelan nasional pada akhir 2025 masih belum memperlihatkan tren yang positif, tercermin dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel yang belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPK hotel di Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar 39,97%, naik tipis 0,44% poin dibandingkan Oktober 2025, namun turun 2,64% poin secara tahunan (year-on-year/yoy) […]

  • Ilustrasi Rumah MBR SLIK(Foto: Ditjen Perumahan PUPR)

    ATR/BPN Susun Aturan Baru Penataan Ruang

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja masih sering menghadapi berbagai kendala dan persoalan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan konsultasi publik. Konsultasi Publik ini membahas perubahan atas Rancangan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN tentang Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang. Selain itu, konsultasi publik ini juga membahas Rancangan Peraturan […]

  • Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    Proyek Hunian MBR di Sumbar Terganjal Regulasi

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pembangunan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020 hanya tercapai 7.300 unit. Angka itu jauh dari kebutuhan rumah di Sumbar yang kini diperkirakan mencapai 120 ribu unit. Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Barat, Ardinal menyatakan, ketimpangan antara rantai pasok […]

  • Kementerian ATR/BPN Rangkul Pemda Perbaiki Tata Ruang

    Kementerian ATR/BPN Rangkul Pemda Perbaiki Tata Ruang

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Disiplin dalam pemanfaatan ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah diyakini dapat menjadi solusi dalam upaya mitigasi bencana alam. Untuk itu, Kementerian Agraria danTata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan merangkul pemerintah daerah (pemda) untuk penataan ruang terkait upaya mitigasi bencana. “Kita akan coba bahu-membahu untuk membereskan penataan ruang. Kita lakukan pengendalian atas […]

Translate »
expand_less