Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PSU Dipangkas, Komitmen Kabinet untuk Rumah MBR Dipertanyakan

PSU Dipangkas, Komitmen Kabinet untuk Rumah MBR Dipertanyakan

  • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Publik kembali mempertanyakan prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam Program Sejuta Rumah, khususnya di bidang perumahan bersubsidi. Hal ini menyusul Pagu Indikatif Kementerian PUPR Tahun 2024 untuk bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang dipangkas dari Rp 382 miliar di tahun 2023 menjadi Rp 9 miliar atau setara 820 unit.

“Pemerintah semakin menurunkan skala prioritas bidang Program Sejuta Rumah, terutama terkait penyediaan perumahan MBR. Ada beberapa indikatornya. Pertama, hampir empat tahun belum keluar kebijakan kenaikan harga rumah bersubsidi. Kini, malah alokasi PSU tahun 2024 dipangkas menjadi hanya Rp 9 miliar,” ucap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPP Himperra) Endang Kawidjaja, saat dihubungi industriproperti.com, Rabu, 14 Juni 2023.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Junaidi Abdillah berpendapat, selama sektor perumahan masih menjadi salah satu program pemerintah, maka alokasi PSU harus tetap menjadi prioritas. “Kalau alokasi PSU dipangkas, wajar jika kita mempertanyakan keseriusan Pemerintah dalam menjalankan Program Sejuta Rumah,” tandas Junaidi.

Junaidi mengatakan, pengalokasian anggaran PSU seharusnya sejalan dengan kebutuhan pembangunan perumahan. “Selama Pemerintah masih berkomitmen dalam upaya merumahkan rakyat maka ketersediaan anggaran PSU juga idealnya harus sejalan dengan penyediaan hunian yang tertuang dalam Program Sejuta Rumah,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menyampaikan pemangkasan dana PSU tahun 2024 dari Rp 382 miliar tahun 2023 menjadi Rp 9 miliar pada rapat di Komisi V DPR RI, Selasa, 13 Juni 2023. Sedangkan PSU tahun 2022 mencapai Rp 169 miliar atau 20.757 unit dari target semula sebesar 20.550 unit.

“Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2024 Direktorat Jenderal Perumahan sebesar Rp 6,191 triliun. Salah satunya, bantuan PSU sebesar Rp 0,009 triliun sebanyak 820 unit,” demikian sebut Iwan Suprijanto dalam keterangan persnya.

Potensi Kisruh

Endang menyatakan, pagu PSU tahun 2024 merupakan bom waktu karena hanya akan menjadi potensi kisruh di kalangan pengembang. “Bayangkan, sebaran PSU sejumlah 820 unit untuk 10 provinsi dengan produktivitas rumah subsidi terbanyak se-Indonesia. Artinya, tiap provinsi hanya memperoleh dukungan PSU sebesar 82 unit saja,” ujarnya.

Ironisnya, kini pengembang perumahan bersubsidi menghadapi tuntutan untuk menaikkan kualitas produksi rumahnya. “Kementerian PUPR menuntut pengembang agar menjaga kualitas rumah yang dibangunnya. Pengembang diwajibkan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) tentang kualitas rumah bersubsidi. Mungkin dalam dua tahun setelah penandatanganan PKS itu tidak akan ada masalah. Namun, siapa bisa menjamin bahwa setelahnya harga jual rumah subsidi bakal naik,” tanya Endang.

Tuntutan pemenuhan kualitas produksi rumah, kata Endang, seharusnya selaras dengan penyesuaian harga jual unit rumah subsidi setiap tahun. Apabila pemerintah tidak mengumumkan adanya perubahan harga jual, maka idealnya berlaku kenaikan harga jual rumah bersubsidi. Adapun komposisi kenaikan harga jual rumah bersubsidi menyesuaikan dengan inflasi pada tahun sebelumnya.

“Mestinya, setiap tahun secara otomatis ada kenaikan harga jual rumah bersubsidi. Lebih baik lagi jika ada komitmen revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) setiap tahun sehingga lebih fair buat penyediaan hunian bersubsidi,” tandas Endang.

Tabrak 2 UU

Ketua Umum The HUD Institute Zulfi Syarif Koto menyayangkan langkah Kementerian PUPR memangkas alokasi PSU di tahun 2024. Dia menilai kebijakan tersebut berpotensi menabrak setidaknya dua peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Langkah Kementerian PUPR memangkas alokasi PSU tahun 2024 tidak sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (UU PKP). Utamanya Pasal 54 ayat 3 butir h tentang kewajiban pemerintah menyediakan PSU bagi perumahan MBR,” tutur Zulfi

Zulfi menilai, postur anggaran Kementerian PUPR di bidang perumahan untuk tahun 2024 juga bertolak belakang dengan Pasal 12 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ada tanggung jawab Pemerintah Pusat mengenai urusan wajib menyangkut layanan dasar kepada masyarakat di bidang perumahan. “Lampiran UU 23/2014 itu secara jelas membagi urusan Pemerintah dalam penyelenggaraan urusan perumahan rakyat. Mulai dari level pusat, provinsi, hingga tingkatan kabupaten/kota dalam hal penyelenggaraan PSU,” tegasnya.

Lebih jauh Zulfi menyatakan pemangkasan anggaran PSU juga bertolak belakang dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus. “Terpangkasnya anggaran PSU itu jelas bertolak belakang dengan peraturan di internal Kementerian PUPR sendiri,” tegasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Pusat Data

    Ini Kota dengan Pasar Pusat Data Terbesar, Bagaimana Jakarta?

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Empat Kota di Asia Pasifik, yaitu Singapura, Hong Kong, dan Sydney berada di dalam peringkat 10 besar pasar pusat data di dunia. Kini, pasar pusat data Asia Pasifik terus tumbuh dengan pesat dan akan menjadi kawasan pusat data terbesar di dunia pada dekade mendatang. “Prospek Asia Pasifik sangat positif. Banyak perusahaan multinasional yang […]

  • Penerimaan Pajak Semester I 2022 Tumbuh 56 Persen

    Penerimaan Pajak Semester I 2022 Tumbuh 56 Persen

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerimaan pajak per semester I tahun 2022 tercatat sebesar Rp 868,3 triliun. Nominal itu tumbuh sebesar 55,7 persen dengan capaian 58,5 persen dari target yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perpres 104/2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022. “Harapannya ini akan konsisten hingga akhir tahun. Walaupun ada […]

  • Bentuk Konsorsium, Tiga Pengembang Ini Bangun Proyek Hunian di Bogor

    Bentuk Konsorsium, Tiga Pengembang Ini Bangun Proyek Hunian di Bogor

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • 0Komentar

    BOGOR – Kawasan Bogor Barat kini semakin berkembang menjadi kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan menengah bawah. Dalam lima tahun terakhir, kawasan ini telah menjadi salah satu kawasan penyangga utama Kota Jakarta. Keberadaan Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di Dramaga dan pembangunan jalan tolSentul – Yasmin yang diteruskan hingga Dramaga (Bogor Outer Ring Road/BORR) […]

  • Ilustrasi Bangunan Gedung di Metropolitan Jakarta (Foto: Himawan Mursalim)

    Luncurkan SIMBG, PUPR Dukung Kemudahan Perizinan Investasi

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan layanan berbasis web Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG) untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan (SLF) secara daring. “SIMBG diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kemudahan berusaha, iklim investasi, serta pada akhirnya mampu menjadi salah satu  pondasi menuju Indonesia […]

  • Metland dan REI Bantu Korban Bencana NTT

    Metland dan REI Bantu Korban Bencana NTT

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Metropolitan Land, Tbk. (Metland) melalui Yayasan Metropolitan Peduli (YMP) menyalurkan bantuan berupa obat-obatan kepada masyarakat korban bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami berharap bantuan sosial ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak dari musibah banjir bandang di NTT dan secepatnya pulih kembali,” jelas Ketua YMP, Augusman Turnip, dalam keterangan […]

  • TOD

    RI-Jepang Bahas Tindak Lanjut TOD Jabodetabek

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) membahas tindak lanjut program Jakarta Urban Transportation Policy Integration Phase 3 (JUTPI-3) terkait pengembangan TOD (kawasan berorientasi transit) di Jabodetabek. “Untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan implementasi TOD di wilayah Jabodetabek, kami telah membentuk Transit-based Urban Planning Coordination (TUPC) Team melalui Surat Keputusan Deputi Nomor 3 […]

Translate »
expand_less