Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

BNPB Bahas Konsep Hunian Korban Bencana

  • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Wilayah Indonesia yang berada pada posisi ring of fire (daerah rawan letusan gunung berapi dan gempa bumi) menimbulkan tantangan terkait penanganan pasca bencana terutama masalah pengadaan hunian pengganti bagi para korban bencana. Sejumlah aspek teknis terkait penyediaan hunian layak bagi para korban bencana menjadi fokus perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kualitas material yang tidak memenuhi standar menjadi salah satu alasan kendala saat quality control pembangunan rumah anti gempa,” ucap Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dian Irawati, saat mengikuti Workshop Nasional: “Strategi dan Tantangan Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Stimulan untuk Pembangunan Rumah di Daerah Pascabencana” yang diselenggarakan BNPB, di Bekasi, Kamis, 17 Desember 2020.

Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto menyebutkan, Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Perumahan Tahun 2020 – 2024 salah satunya adalah pembangunan rumah khusus terutama bagi masyarakat terdampak bencana. “Penyediaan permukiman kembali masyarakat terdampak bencana adalah tanggung jawab Pemerintah. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 102 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman,” beber Dwityo.

Menurut Diwtyo, saat ini kurang dari separuh perumahan di Indonesia masih dalam kondisi tidak layak huni. “Pemerintah menargetkan pada 2024 mendatang angkanya bisa diturunkan hingga 30%,” ucapnya.

Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) Syamsul Maarif mengatakan, tantangan dalam penanganan bencana di Indonesia adalah penyediaan hunian tahan gempa. “Indonesia ditakdirkan untuk menghadapai bencana alam karena posisinya berada di ring of fire. Tujuan didirikannya BNPB, adalah untuk melakukan koordinasi. Bukan koordinasi lintas sektoral, namun koordinasi agar bagaimana masyarakat dapat hidup dalam kondisi yang penuh dengan risiko bencana alam,” tegas kepala BNPB periode 2008 – 2015 itu.

Anggota Tim Penanggulangan Bencana Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra menyatakan, pembangunan rumah bagi korban bencana dapat dilakukan hanya dalam tempo lima hari saja. “Pembangunan rumah bagi korban bencana menggunakan teknologi Domus, inovasi rumah permanen instan dengan pondasi eksisting. Teknik ini diharapkan bisa menjadi alternatif solusi membangun rumah untuk korban bencana.” ucapnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Kepariwisataan

    4 Poin Krusial Pembahasan RUU Kepariwisataan

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan adalah regulasi yang diusulkan DPR RI dan DPD RI untuk merevisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan. Hal ini disebabkan sektor pariwisata memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap devisa negara. Dalam draft RUU Kepariwisataan ada sederet poin pembahasan. Diantaranya memutuskan […]

  • Menteri PUPR Kawal Penyelesaian Tol Cisumdawu

    Menteri PUPR Kawal Penyelesaian Tol Cisumdawu

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta penyelesaian pembangunan ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dikawal secara ketat. Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) harus mengoptimalisasi pengawasan teknis agar penyelesaian Jalan Tol Cisumdawu bisa sesuai target. “Pastikan pemadatan jalan dilaksanakan serapih mungkin sesuai spesifikasi dengan memperhatikan drainase serta autograding […]

  • KTT G20

    Menkeu Beberkan Keuntungan Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keuntungan dari penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu dampak secara langsung maupun tidak langsung. Menkeu menyebut, dampak langsung dan sangat terbatas dirasakan dari sisi ekonomi lokal. Contohnya, Bali yang selama ini mengalami imbas serius dari pandemi Covid-19, dengan adanya seri pertemuan G20 akan meningkatkan […]

  • Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid (kanan) saat jumpa pers di Istana Negara (Foto: BPMI Setpres) Ibu Kota

    Kadin Dukung Penuh Pemindahan Ibu Kota Negara

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo akan pemindahan Ibu kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Menurut Kadin pemindahan IKN ini dapat menjadi showcase transformasi di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi dan lain-lain, termasuk pelayanan kesehatan serta pendidikan yang lebih berkualitas. Kadin Indonesia melihat pembangunan IKN Nusantara […]

  • Diamondland

    Ada Stimulus Fiskal, Diamondland Siap Perluas Proyek Hunian

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (kode emiten: DADA) atau Diamondland menegaskan kembali eksistensinya sebagai emiten properti yang konsisten menghadirkan produk bernilai tambah. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, DADA terus membangun rekam jejak sebagai pengembang properti yang mengutamakan kualitas produk dan tata kelola pengembangan. Salah satu jejak prestasi yang diraih DADA adalah lewat […]

  • Ilustrasi Hotel di Bali

    Perhelatan G20 Diprediksi Dongkrak Okupansi Hotel di Bali

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Seiring perhelatan G20 pada 30-31 Oktober 2022 di Bali, performa sektor perhotelan diprediksi akan lebih baik daripada tahun lalu. Ajang tersebut akan meningkatkan okupansi hotel di Bali hingga 40 persen. “Proyeksi di Bali kita lihat, tahun 2022 akan naik karena Bali akan menjadi tuan rumah G20. Harapan kita bahwa okupansi hotel akan lebih […]

Translate »
expand_less