Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Q1 2022, Realisasi Investasi Sektor Properti Capai Rp24,9 T

Q1 2022, Realisasi Investasi Sektor Properti Capai Rp24,9 T

  • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JakartaBadan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat realisasi investasi sektor properti (Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran) mencapai Rp24,9 triliun di Triwulan I-2022. Sementara secara total, capaian realisasi investasi di tanah air pada Triwulan I-2022 sebesar Rp282,4 triliun. Anka tersebut lebih tinggi 28,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021.

“Dengan peningkatan persentase capaian realisasi investasi triwulan I/2022 meningkat menjadi dua digit dibanding triwulan I/2021. Hal ini menunjukkan keyakinan investor dalam dan luar negeri semakin meningkat terhadap kebijakan pemerintah khususnya di bidang investasi,” ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia, dalam keterangan resminya, Kamis 28 April 2022.

Untuk sektor properti, realisasi investasi properti yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp17,467 triliun. Sementara itu, realisasi investasi properti dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp7,496 triliun.

Lima Besar

Berdasarkan data dari BKPM, lima besar realisasi investasi baik PMDN dan PMA adalah yang pertama sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp39,7 triliun, 14,0 persen). Kedua, transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp39,5 triliun, 14,0 persen). Ketiga, pertambangan (Rp35,2 triliun, 12,5 persen).

Posisi keempat, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp24,9 triliun, 8,8 persen). Kelima, listrik, gas, dan air (Rp23,1 triliun, 8,2 persen). Sektor industri pengolahan masih memegang peranan sangat penting dalam peningkatan realisasi investasi dan tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

Adapun capaian realisasi investasi seluruh sektor meningkat 16,9 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2021. Capaian ini berkontribusi sebesar 23,5 persen dari target yang sebesar Rp1.200 triliun.

Pertumbuhan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) triwulan I/2022 meningkat sebesar 25,1 persen, dari Rp108,0 triliun di triwulan I/2021 menjadi Rp135,2 triliun. Investasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi menjadi sektor penunjang terbesar realisasi investasi PMDN.

Sedangkan investasi penanaman modal asing (PMA) triwulan I/2022 meningkat 31,8 persen daripada triwulan I/2021, dari Rp111,7 triliun menjadi Rp147,2 triliun. Realisasi PMA terbesar berasal dari sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Peningkatan realisasi pada sektor ini membuktikan bahwa kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor bahan mentah berhasil mendorong terjadinya hilirisasi investasi di Indonesia, khususnya industri pengolahan nikel serta industri besi dan baja. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPN 11 Persen

    PPN 11% Diprediksi Hambat Pertumbuhan Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kebijakan pemerintah yang menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022 dapat menghambat pertumbuhan sektor properti. Padahal sepanjang tahun lalu, sektor properti sedang mengalami pergerakan positif. “Ada beban baru dengan adanya PPN 11 persen. Itu juga menjadi salah satu faktor yang ikut membuat properti ini agak […]

  • Skema Sewa-Beli Masih Digodok, Ini Kendalanya!

    Skema Sewa-Beli Masih Digodok, Ini Kendalanya!

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga kini masih menggodok skema pembiayaan sewa-beli atau rent to own (RTO). Pembahasannya masih terkendala sejumlah persoalan, salah satunya menyangkut siapa agregator atau entitas “penjamin” dari aset hunian yang disewa-belikan. Agregator akan bertindak sebagai pihak yang memiliki aset dan menghubungkan penyewa kepada lembaga keuangan yang memiliki […]

  • tarif trump dan efisiensi anggaran dapat mempengaruhi sektor properti.

    Imbas Trump Tariff dan Efisiensi Anggaran Pemerintah ke Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Dunia properti tengah dihadapkan pada sedikitnya dua tantangan baru di empat bulan pertama tahun 2025. Tantangan pertama datangnya dari luar negeri, yakni kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru saja menerapkan tarif impor. Kemudian tantangan datang dari dalam negeri, yakni pemerintah tengah gencar menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. “Imbas tarif ini secara […]

  • aniva gading serpong

    Permintaan Produk Komersial di Gading Serpong Membeludak

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • 0Komentar

    GADING SERPONG – Setelah mengembangkan Aniva Junction dan Aniva Grande menjadi destinasi kuliner dan gaya hidup favorit masyarakat, Paramount Land kini menghadirkan Grand Boulevard Aniva tipe Studio Loft di Gading Serpong, Tangerang, Banten. Produk komersial ini bahkan sukses terserap pasar sebelum resmi diluncurkan. Produk anyar ini terjual habis dalam 5 tahap sekaligus pada pra-NUP periode […]

  • Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    Berpotensi Tumbuh, Sektor Properti Tetap Perlu Ditopang Stimulus

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • 0Komentar

    BSD CITY – Sektor properti di tahun 2023 diyakini masih bergerak positif sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga keuangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh hingga 5%. Namun masih tetap dibutuhkan stimulus dari pemerintah untuk mendukung perusahaan properti dalam memberikan produk terbaik bagi masyarakat. Demikian kesimpulan dari media talkshow bertajuk “Pertumbuhan Sektor Properti; Peluang dan […]

  • Pendaftaran 126 Juta Bidang Tanah Tuntas Tahun 2025

    Pendaftaran 126 Juta Bidang Tanah Tuntas Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mematok target pendaftaran 126 juta bidang tanah di Indonesia hingga tahun 2025 melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini tak hanya menjangkau tanah masyarakat, melainkan juga tanah pemerintah, kelompok, organisasi masyarakat, tanah ulayat, hingga rumah ibadah. Dalam rangka percepatan upaya tersebut, Kementerian ATR/BPN membuat Nota Kesepahaman/Memorandum […]

Translate »
expand_less