REI DKI Lirik Peluang Investasi di Ho Chi Minh City

Rencananya Thủ Đức City jadi kota innovation hub dari Ho Chi Minh City. Masih banyak area yang terbuka untuk pengembangan.
0
231

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi di Republik Sosialis Vietnam hingga dobel digit memberikan daya tarik bagi investor asing untuk masuk. Sebanyak 20 perusahaan anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta mencoba menelisik peluang investasi di Ho Chi Minh City.

Saat menerima rombongan REI DKI Jakarta di ruang kerjanya, Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan mengungkapkan, di kawasan selatan Vietnam belum ada pengembangan bisnis properti. Padahal, Ho Chi Minh City merupakan kota pusat bisnis. “Belum ada perusahaan properti yang mengembangkan realestat di Vietnam Selatan,” sebut Agustaviano, dikutip dari keterangan pers REI DKI, Sabtu, 10 Desember 2022.

Agustaviano mengatakan, Thủ Đức City merupakan sub-city terbentuk pada tahun 2020 silam. Kota yang tengah berkembang ini merupakan bagian dari pemerintahan administratif Ho Chi Minh City. “Rencananya, semula Thủ Đức City akan menjadi kota innovation hub dari Ho Chi Minh City. Masih banyak area di kota ini yang terbuka untuk pengembangan,” kata Agustaviano.

Selain Thủ Đức City, lanjut Agustaviano, ada pula Can Tho City sebagai area pengembangan kota baru yang sangat potensial. “Tahun depan aka nada serial meeting Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk memfasilitasi pengusaha Indonesia berkontribusi di Vietnam. Utamanya di kedua kota tersebut,” kata Agustaviano.

Di tempat terpisah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam, H.E Denny Abdi menyatakan, negeri di kawasan Asia Tenggara ini memiliki perekonomian yang sedang moncer. Badan Statistik Vietnam pada kuartal III 2022 kemarin mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 13,67 persen.

“Vietnam merupakan negara di dunia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni sekitar 7-8 persen per tahun. Negara ini kuat karena kolaborasi dari tiga sektor, yakni government, badan riset, dan dunia usaha,” papar Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam, H.E Denny Abdi, ketika menerima kedatangan rombongan yang dipimpin Arvin F. Iskandar.

Proyek Ciputra

Vietnam menarik sebagai tujuan investasi karena adanya kepastian berusaha. Hal ini mengingat Pemerintahan Republik Sosialis Vietnam yang memiliki visi jauh ke depan. Dalam kunjungan kali ini, rombongan REI DKI Jakarta juga mengunjungi sejumlah proyek perumahan.

“Kami berharap melalui kunjungan ke sejumlah lokasi proyek perumahan di Vietnam, dapat menginspirasi pengembang anggota REI DKI untuk berinvestasi di luar negeri,” beber Ketua REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar.

Ciputra Hanoi

Ciputra Hanoi International City (Foto: REI DKI)

Rombongan REI DKI Jakarta mengunjungi Perumahan Ciputra Hanoi International City. Di lokasi ini, rombongan diterima langsung oleh Project Director Ciputra Hanoi, Suprobo Antono. Areal pengembangan proyek Ciputra Hanoi mencapai 300 hektare dari total 485 hektare yang diperoleh pada tahun 1994 silam. Sebesar 60 persen merupakan area hijau dan infrastruktur, sedangkan 40 persen sisanya adalah area pengembangan.

“Ciputra Hanoi merupakan proyek perumahan tapak dan hunian vertikal oleh the Citra Westlake Development Co, Ltd. Ini merupakan joint venture antara Ciputra Group dan the Urban Development & Infrastructure Investment Cooperation (Vietnam),” papar Suprobo. (BRN)