ads-image

Majalah REI Edisi Desember 2021

Menjelang penutupan tahun 2021, pengelolaan dana bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) resmi di bawah kendali Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera).
0
110
Cover Majalah REI Edisi Desember 2021

Majalah REI

Fokus Informal dan Milenial

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua

Menjelang penutupan tahun 2021, pengelolaan dana bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) resmi di bawah kendali Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera).

Selama masa transisi, BP Tapera sepakat tidak ada layanan FLPP yang akan terganggu dan penyaluran dana perumahan tetap berjalan di 2022. BP Tapera juga berkomitmen pada masa peralihan diberlakukan prinsip plug and play. Artinya, proses yang selama ini dijalankan (PPDPP) masih tetap sama. Termasuk skema KPR FLPP dari mulai suku bunga, tenor hingga syarat ketentuannya.

Komitmen awal BP Tapera tersebut tentu cukup melegakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin segera memiliki rumah. Sebagai lembaga negara yang dibentuk dengan undang-undang, tentu masyarakat berharap banyak BP Tapera dapat menjadi “mesin” atau “kapal” baru bagi program pembiayaan perumahan.

Lebih dari itu, kehadiran BP Tapera juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas pasar KPR FLPP yang selama ini lebih berkutat kepada ASN, TNI/Polri dan pekerja formal. Salah satunya dengan mendorong akses pembiayaan bagi pekerja di sektor informal dan generasi milenial. BP Tapera pun sudah menyatakan komitmennya pada sektor informal ini.

Pangsa pasar sektor informal sangat besar karena mayoritas belum memiliki rumah. Realestat Indonesia (REI) sejak lama sudah berjuang mengupayakan agar pekerja sektor informal ini bisa mengakses pembiayaan perumahan ke perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

REI melihat data jumlah pekerja informal semakin bertambah terutama di masa seperti sekarang ini karena tidak sedikit pekerja sektor formal yang di-PHK dan sekarang terpaksa bekerja di sektor informal dengan menjadi wirausaha atau pekerja lepas. Oleh karena itu, terbukanya akses pembiayaan untuk sektor informal termasuk kelompok milenial selain memperluas pasar juga memantapkan peran BP Tapera dalam memperkuat amanah konstitusi untuk memberikan rumah layak huni bagi MBR.

Pekerja Informal

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja informal mencapai 78,14 juta orang pada Februari 2021. Nilainya lebih dari 60% dari jumlah angkatan kerja nasional. BPS juga mencatat, mayoritas penduduk Indonesia saat ini atau sekitar 54% sebagian besar merupakan generasi Z (lahir pada kurun 1997-2012) dan generasi milenial (lahir 1981-1996). Sebagian besar dari dua generasi ini masuk dalam kategori usia produktif.

BP Tapera yang mendapat dukungan pemerintah memiliki perangkat kerja mumpuni untuk melakukan kajian dan survei yang komprehensif terkait potensi dan resiko pembiayaan bagi sektor informal termasuk nature bisnis mereka secara tepat. REI siap untuk berdiskusi bahkan melakukan kajian bersama untuk mencari skim pembiayaan yang tepat bagi sektor informal dan generasi milenial.

Saat ini, mayoritas generasi milenial lebih memilih bekerja tanpa terikat di perusahaan. Sebagian bahkan lebih banyak bekerja di rumah. Sehingga dengan memiliki rumah layak huni akan meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka yang pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.

Selamat bekerja untuk BP Tapera, semoga dapat memberikan pelayanan pembiayaan terbaik khususnya bagi MBR yang membutuhkan hunian. Terimakasih juga kepada Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) yang sejak 2010 mengawal program FLPP dengan cukup baik.

Kepada seluruh pembaca, kami ucapkan selamat menyambut Tahun Baru 2022. Dengan doa dan harapan di tahun baru semuanya akan menjadi lebih baik.

Drs. Ikang Fawzi, MBA
Pemimpin Redaksi Majalah REI

EnglishIndonesian