Majalah REI Edisi Mei 2020

0
237
Edisi Mei 2020

#SAVEPROPERTY

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua

Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah saat ini nasib industri properti nasional. Pasar properti terseok-seok dalam empat tahun terakhir. Permintaan yang menurun, daya beli masyarakat yang lemah, serta masih kurangnya dukungan regulasi pemerintah termasuk di bidang perizinan dan perpajakan menjadi dilema bagi keberlangsungan industri realestat di Tanah Air.

Kini, pelaku usaha properti dihadapkan pula dengan pelemahan ekonomi. Dampaknya sangat terasa terlebih setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi gerak masyarakat termasuk aktivitas bekerja dan bisnis.

Permintaan semakin menurun karena masyarakat lebih mengutamakan dananya untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama “lockdown”. Akibatnya penjualan semakin minim, bahkan sebagian besar pengembang mengaku penjualannya sudah nihil. Padahal mereka memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga yang tetap harus dibayarkan, termasuk gaji dan THR karyawan.

Ya, memang sangat mengenaskan situasi industri properti saat ini. Dimana hampir seluruh lini dari sektor terdampak dari residensial, kawasan industri, perkantoran dan yang paling terpuruk adalah subsektor pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Realestat Indonesia (REI) secara terbuka sudah menyampaikan permintaan supaya pemerintah memperluas relaksasi dan mengeluarkan kebijakan secara lebih menyeluruh untuk menyelamatkan industri properti nasional. Antara lain yang terpenting adalah permohonan restrukturisasi utang pengembang dengan pihak bank terkait.

Tanpa uluran cepat tangan pemerintah melalui regulasi yang dapat membantu melewati masa sulit ini, maka ancaman kolaps dan gulung tikar di industri properti mungkin bukan suatu kemustahilan.

Tentunya kita berharap pemerintah memberikan respons terhadap harapan pelaku usaha properti nasional yang sekarang seperti berada dua sisi jurang nan dalam.

Ini penting, mengingat industri properti memiliki kaitan erat dengan 174 industri ikutan lain serta menaungi hampir 20 juta tenaga kerja. Sehingga ambruknya industri ini, dipastikan akan sangat memengaruhi perekonomian nasional.

Pembaca budiman, untuk topik khusus kami mengulas bagaimana dalam beberapa minggu terakhir ini secara sukarela banyak pengembang nasional dan di daerah ikut bahu membahu membantu pemerintah.

Meski pun di satu sisi, seperti kita ketahui mayoritas pengembang saat ini sedang menghadapi situasi sulit bahkan waktu-waktu genting mengenai nasib perusahaannya, namun mereka tetap komit membantu mengatasi dampak sosial termasuk menyediakan alat perlengkapan kesehatan bagi petugas yang berada di garis terdepan melawan virus ini.

Salut dan terimakasih tentu pantas kita sampaikan kepada mereka semua, pengembang anggota REI di seluruh Indonesia. Sebuah sumbangsih bagi bangsa dan negara yang sudah menjadi tradisi REI sejak organisasi ini berdiri 48 tahun silam. Sekali lagi, apresiasi yang tinggi untuk Keluarga Besar REI. Semoga Tuhan memberkahi kita semua.

Terakhir, perkenankan kami Redaksi Majalah RealEstat mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 Hijriah, sekaligus Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah kepada seluruh pembaca yang beragama Islam.

Di bulan puasa yang penuh maghfirah ini, mari kita sama-sama lebih banyak berdoa kepada Allah SWT. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengijabah serta memberikan jalan dan kekuatan bagi kita semua sehingga mampu survive melewati masa-masa sulit ini dengan baik. Aamiin Ya Robbal Alamin. #SaveProperty.

Drs. Ikang Fawzi, MBA

Pemimpin Redaksi

Sumber Berita: http://rei.or.id/newrei/berita-majalah-rei–mei-2020.html#ixzz75ZTmtsa7
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives