APLN Raup Penjualan Rp 4,3 Triliun Tahun 2021
- calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
- print Cetak

Central Park Jakarta (Foto: APLN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sepanjang tahun 2021 sebesar Rp 4,26 triliun. Penjualan properti yang tumbuh positif menjadi sumber utama pendapatan perseroan di tahun lalu. Sementara bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan mulai bangkit.
Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk Justini Omas menjelaskan, sampai 31 Desember 2021 Perseroan membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp 3,11 triliun dan recurring income senilai Rp 1,14 triliun. Perusahaan juga mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp 1,42 triliun dengan margin 33,6 persen.
“Kami bersyukur dapat melewati berbagai tantangan yang terjadi sejak dua tahun terakhir. Penjualan properti dari berbagai proyek APLN di sejumlah kota menjadi katalis utama pendapatan. Bisnis perhotelan sebagai salah satu sumber recurring income perseroan juga terus menunjukkan kinerja positif,” beber Justini Omas melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 6 April 2022.
Justini mengatakan, APLN terus mengambil inisiatif untuk menghadirkan produk-produk perumahan sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai kota utama di Indonesia. Pada tahun 2021, APLN telah menambah proyek properti baru yaitu kawasan hunian mewah Bukit Podomoro Jakarta di wilayah Jakarta Timur.
Target PPN DTP
Perseroan tengah berkonsentrasi menggarap proyek properti lainnya seperti Podomoro Park Bandung (Bandung), Podomoro Golf View (Depok) dan Podomoro City Deli (Medan). Perseroan juga terus mengembangkan Kota Podomoro Tenjo (Bogor), Borneo Bay (Balikpapan), Ochard Park (Batam) dan Kota Kertabumi (Karawang).
Gerak cepat APLN dalam membangun proyek-proyeknya ini juga untuk mengoptimalkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah digulirkan pemerintah sejak tahun 2021.
“Perseroan berhasil menjual hampir 2.000 unit rumah tapak, ruko, unit kantor, kios dan apartemen pada tahun lalu. Meningkatnya daya beli konsumen tercermin dari catatan marketing sales 2021 sebesar Rp 2,7 triliun, lebih tinggi dari target yang ditetapkan senilai Rp 2 triliun,” kata Justini.
Di bisnis perhotelan, selama tahun 2021 APLN telah mengoperasikan sembilan hotel di Jakarta, Bogor, Bandung dan Bali. Tingkat okupansi pada sejumlah hotel utama seperti hotel Pullman Vimala Ciawi, Bogor dan hotel Pullman Grand Central Bandung terus meningkat. Bahkan dalam beberapa momentum tertentu, kamar di hotel Pullman Ciawi dan hotel Pullman Bandung terjual habis, mengingat masih adanya pembatasan jumlah kamar.
Sinyal positif pemulihan ekonomi sepanjang tahun 2022 juga sudah mulai terlihat. Pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan milik APLN seperti Central Park, Senayan City dan Emporium Pluit Mall semakin meningkat.
“Kami akan terus mendorong bisnis dari sektor recurring income seperti hotel dan pusat perbelanjaan agar terus tumbuh positif sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional di tahun 2022 ini. APLN juga akan melakukan inisiatif baru untuk mengoptimalisasi potensi bisnis properti yang kembali bangkit. Tidak lupa pula untuk tetap disiplin serta efisien dalam mengelola operasional perseroan,” pungkasnya. (BRN)
Penulis Oki Baren
Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren


