Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dampak Banjir Jabodetabek Terhadap Sektor Ritel dan Industri

Dampak Banjir Jabodetabek Terhadap Sektor Ritel dan Industri

  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Banjir Jabodetabek yang cukup parah melanda beberapa belum lama ini mempengaruhi sektor ritel dengan terendamnya beberapa mal di wilayah Bekasi dan Cipulir. Menurut General Manager General Agency Knight Frank Indonesia Frank Tumiwa, peristiwa bencana banjir tersebut menimbulkan kerugian di sektor ritel.

“Prospeknya banyak mengalami penurunan dengan kerugian di sektor usaha termasuk ritel. Data yang kami terima, kerugian terbesar itu di sektor transportasi. Namun ritel kena dampaknya juga. Kemudian beberapa ritel dalam hal ini bukan hanya mal, tapi pasar-pasar, UMKM juga banyak terkena dampaknya, seperti beberapa pasar di Jakarta, Tangsel dan Cipulir,” jelasnya pada Jakarta Property Highlight H2 2024 Online Press Conference, Kamis, 6 Maret 2025.

Frank melanjutkan, tak hanya ritel, semua sektor usaha mengalami dampak banjir yang terjadi pada Selasa, 4 Maret 2025 lalu. Pada acara yang sama, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia  Syarifah Syaukat menambahkan, pengelola properti baik itu ritel maupun kawasan industri perlu memastikan pengelolaan air berjalan dengan baik

“Sebagai pengelola properti, baik itu ritel maupun kawasan industri kita perlu memastikan bahwa pengelolaan air, apakah itu yang digunakan atau air buangan harus integrated dengan pengelolaan sumber daya air yang berlaku dalam site tersebut,” urainya.

Dia menambahkan, pengelola properti sejatinya telah memilki sejumlah strategi pengelolaan bangunan dan lingkungan untuk mengalirkan air limpasan. Namun, perlu dipikirkan pula ketika air limpasan yang datang ternyata melebihi kapasita.

“Ketika banjir asumsinya adalah air limpasan yang datang over capacity sehingga saya pikir perlu diperkirakan juga bagaimana plan A dan plan B dan seterusnya terkait pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi antara bangunan atau properti yang kita kelola dengan pengelolaan sumber daya air kawasan tersebut,” lanjutnya.

Sektor Ritel Pilihan Investasi

Adapun terkait performa sektor ritel Semester II 2025, Syarifah menyebut dalam skala regional, sektor ritel masih menjadi salah satu sektor yang menjadi pilihan investasi, atau termasuk dalam Top Five Sector for Property Investment di Asia Pasifik. Dengan volume investasi yang tertinggi di Asia Pasifik.

Di Jakarta, beberapa ritel telah memperlihatkan progress hasil renovasinya, dan lebih optimis untuk menciptakan crowd kunjungan yang lebih positif. Tentu saja, inovasi ruang-ruang baru dengan tema yang menarik menjadi point of atrraction. Selain itu, tenant baru dan tenancy mix menjadi penting untuk memberikan experience baru terhadap pengunjung.

Secara umum, detail performa dari sektor ritel di semester kedua tahun 2024, antara lain total pasokan mall tetap di angka 4.304.008 m2. Kemudian, rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada di kisaran 77,55%, atau menurun tipis dari periode yang sama tahun 2023. Sedangkan, rerata harga sewa meningkat sekitar 4,27% dari periode yang sama tahun lalu.

New tenant in pada ritel kelas middle-up didominasi oleh global brand, terutama sektor Entertainment dan FnB. Sementara peritel lokal brand mewarnai di sektor Supermarket, Home Appliance dan tidak ketinggalan FnB.

Sektor Industri Minim Risiko

Adapun performa sektor industri dan logistik di Semester II 2025 menjadi salah satu subsektor properti yang dinilai memiliki risiko yang minim, dan potensi tumbuh yang tinggi, sehingga menjadi pilihan investor di berbagai kota di Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara.

Saat ini, di Greater Jakarta dan Subang, menjadi submarket paling potensial, dengan sektor auto-related sebagai prime mover, terutama yang terkait dengan pengembangan produksi EV (electric vehicle) dan berbagai industri turunannya.

Sementara itu, sektor Data Center yang sejak tahun 2021 terdeteksi aktif menyerap lahan industri di Greater Jakarta, di akhir tahun 2024 tidak lagi menjadi occupier utama, dengan total serapan lahan yang tidak setinggi dua tahun sebelumnya.

Performa subsektor industri terhitung mencatatkan yang terbaik sejak pandemi melanda. Sehingga tidak mengherankan jika beberapa kawasan industri di Jabodetabek berencana membuka tambahan pasokan lahan untuk memenuhi permintaan para industrialist. Termasuk di wilayah Subang yang juga memiliki rencana yang sama.

Berikut kilasan pasar kawasan industri Jabodetabek dan sekitarnya periode 2H24, yaitu total stok kawasan industri di Greater Jakarta dan sekitarnya bertambah, saat ini tercatat berkisar 15.729 hektar. Total serapan lahan di semester ini berkisar 77 hektar. Subang, Bekasi dan Karawang, masih menjadi submarket yang potensial saat ini.

Harga masih stabil, cenderung mulai meningkat terutama di beberapa kawasan yang memiliki daya kompetisi yang relatif lebih tinggi, seperti di koridor timur Jakarta. Tahun 2024 menjadi performa terbaik dalam 5 tahun terakhir, melalui catatan permintaan lahan berkisar 312 ha. Auto-related menjadi occupier yang paling aktif di akhir tahun 2024. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • realisasi penyaluran KPR flpp mencapai 190.335 unit.

    SiPetruk, Bom Waktu Program Hunian Bersubsidi

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • 0Komentar

    Padang – Kalangan pengembang hunian bersubsidi kembali menyoal aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk). Mereka khawatir program yang segera berlaku efektif per Juli 2021 mendatang bakal memicu macetnya proses pengajuan kredit di Bank Pelaksana sehingga pembangunan hunian bersubsidi menjadi mandek. “Mestinya Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dapat menyikapi berbagai kendala yang mungkin timbul dari […]

  • Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

    Wah, PUPR Mau Koreksi Program Utang Bank Dunia

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya memperbaiki program penyediaan fasilitas papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang diongkosi oleh Bank Dunia. Hal ini menyusul rendahnya angka serapan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) setelah dua tahun bergulir yakni hanya 8,8 persen. “Ini adalah tahun terakhir karena penyelenggaraan program ini akan berakhir […]

  • industri 4.0

    Didukung Kemenperin, Kawasan Industri Bersiap Terapkan Teknologi 4.0

    • calendar_month Minggu, 19 Mar 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan Industri melakukan inisiatif dalam penerapan konsep industri 4.0 secara terintegrasi dalam proses bisnisnya. Konsep tersebut yang padar teknologi dinilai memiliki kemampuan sebagai katalis dalam upaya penciptaan efisiensi yang berkelanjutan. “Oleh karena itu, industri 4.0 menjadi bagian dari strategi yang pemerintah pilih, dan kami akan mendukung segala upaya dari para stakeholders terkait dengan […]

  • Majalah REI Edisi Juni 2022

    Majalah REI Edisi Juni 2022

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • 0Komentar

    Majalah REI Edisi Juni 2022 POST-COVID DAN MOMENTUM BANGKIT Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Momentum post-covid yang mengarah kepada endemi diproyeksi akan memacu bisnis properti yang berkaitan dengan rekreasi dan hiburan seperti pusat perbelajaan dan perhotelan (pariwisata). Beberapa riset mengungkap tren pasar menuju positif dan mengarah seperti di masa-masa sebelum pandemi. Penelitian […]

  • kendala rumah subsidi

    REI Banten Suarakan Kendala Pengembangan Rumah Subsidi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Banten menyuarakan sejumlah kendala dalam pengembangan rumah subsidi. Program swasembada pangan menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang memicu tantangan besar dalam upaya realisasi Program 3 Juta Rumah. Ketentuan terkait ketersediaan Lahan Baku Sawah (LBS) untuk program swasembada pangan berdampak mempersempit penyediaan lahan untuk program rumah subsidi. “Kami […]

  • Bank Jakarta

    Bank Jakarta Cetak Kinerja Positif Q3 2025

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Jakarta mencatatkan kinerja positif hingga triwulan III (Q3) Tahun 2025. Total aset Bank Jakarta tercatat sebesar Rp 90,72 triliun, tumbuh 12,37% secara tahunan (YoY) dibandingkan posisi triwulan III 2024 sebesar Rp 80,74 triliun. Pertumbuhan aset didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 74,23 triliun, tumbuh 16,90% (year on year/YoY) dari […]

Translate »
expand_less