Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Didukung Regulasi, Sekarang Momentum Tepat Incar Pasar Hunian WNA!

Didukung Regulasi, Sekarang Momentum Tepat Incar Pasar Hunian WNA!

  • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG – Warga Negara Asing (WNA) kini semakin mudah untuk memiliki tempat tinggal di Indonesia dengan syarat hanya menggunakan paspor dan visa. Kebijakan itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Selain itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) juga telah mengeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian Untuk Orang Asing, pada 1 November 2022 lalu.

Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri, Rusmin Lawin mengatakan kebijakan pemerintah ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mendorong perekonomian, memacu pendapatan negara dari pajak dan membuka banyak lapangan pekerjaan. Menurutnya, minat orang asing untuk membeli properti di Tanah Air sudah cukup tinggi.

“Saya sering keliling ke luar negeri dan banyak dari mereka ingin dapat membeli properti di Indonesia. Tapi mereka maunya cukup pakai paspor, enggak mau ribet,” kata Rusmin Lawin dalam acara Elevee Media Talk di Marketing Gallery Elevee Condominium, Alam Sutera, Tangerang, Senin (14/8).

Rusmin menambahkan, dibukanya keran kepemilikan hunian bagi WNA ini bukanlah ancaman. Justru dengan kehadiran orang asing selain sebagai pekerja profesional, mereka juga pengusaha atau pebisnis yang berpotensi membuka potensi pertumbuhan ekonomi serta devisa bagi warga Indonesia.

“Pembelian properti untuk WNA ini bukan menjual negara, tetapi kita menjual potensi ekonomi negara dengan adanya investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan,” jelas Rusmion Lawin yang juga menjabat sebagai President FIABCI Asia Pacific.

Dia menegaskan, selama ini kita banyak menarik investor asing untuk masuk berbisnis di Indonesia. Mereka diibaratkan boleh masuk ke dalam rumah, tetapi tidak boleh masuk kamar. “Kita welcome dengan mereka, tapi mereka bingung mau tinggal dimana? Mereka tidak mungkin sewa terus menerus sekian tahun, jadi sudah tentu mereka juga ingin punya hunian yang tetap,” tegas Rusmin Lawin.

Saat ini, menurut Rusmin, adalah saat yang tepat untuk menggencarkan WNA untuk membeli hunian di Indonesia. Dia memberi contoh seperti Vietnam dan Thailand yang sangat agresif menawarkan propertinya kepada WNA. Dikatakan, REI akan mengakomodir pengembang yang ingin memasarkan produknya kepada WNA dengan mengadakan roadshow ke beberapa negara yang warganya menjadi incaran pengembang.

“REI juga akan melakukan kerjasama dengan agen properti di negara tersebut agar proses pemasaran lebih mudah dan efisien,” jelas Rusmin.

Disukai Ekspatriat

Alvin Andronicus Chief Marketing Officer Elevee Condominium sependapat bahwa saat ini adalah momentum terbaik untuk pengembang properti di Tanah Air dalam menangkap peluang pasar orang asing termasuk pekerja asing (ekspatriat) karena regulasinya sudah mendukung.

“Alam Sutera tidak hanya membangun hunian saja tapi juga berbagai fasilitas lain. Ekspatriat dan WNA sangat menyukai ini, karena akan memudahkan mereka beraktivitas, dan ini menjadi standar mereka dalam memiliki hunian,” jelas Alvin Andronicus.

Alvin menyatakan kemudahan juga diberikan kepada ekspatriat dengan adanya instalment ke developer selama 36 kali.
“Kita tidak mau membedakan dengan konsumen lain, sama-sama kita berikan kemudahan. Dan saat ini terbukti di Elevee sudah ada transaksi dengan WNA dari Singapura,” papar Alvin.

Elevee Condominium merupakan bagian dari proyek Alam Sutera seluas 800 hektar dan merupakan kawasan skala kota dengan konsep one stop living.

Chyntia, WNA Singapura yang sudah membeli unit di Elevee mengaku dirinya tertarik karena melihat lokasi Elevee yang strategis dan kawasannya sudah berkembang pesat dengan beragam fasilitas.

Chyntia yang juga hadir dalam acara talkshow tersebut menyebutkan dirinya sebelum membeli unit di Elevee Condominium sempat khawatir karena diingatkan suaminya bahwa aturan kepemilikan properti bagi orang asing di Indonesia belum jelas.

“Suami memberikan warning, tapi saya tetap datang dan melakukan survei ke Elevee. Ternyata regulasinya sudah ada dan produknya sesuai dengan yang apa saya harapkan. Contohnya, kawasan Alam Sutera ini fasilitasnya lengkap dan sangat hijau,” ungkap Chyntia. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didukung BRI, REI Yogyakarta Gelar Pameran Properti

    Didukung BRI, REI Yogyakarta Gelar Pameran Properti

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Membaiknya sektor pariwisata dan tumbuhnya ekonomi di Yogyakarta pasca Covid-19 membawa angin segar bagi masyarakat untuk memiliki hunian. Dalam upaya memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian khususnya properti komersial, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar ajang pameran bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sebanyak 1.952 unit hunian baru […]

  • Sebanyak 341.335 PNS Jawa Timur Berpeluang Gunakan Tapera

    Sebanyak 341.335 PNS Jawa Timur Berpeluang Gunakan Tapera

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi guna mendorong pegawai negeri sipil (PNS) untuk dapat memiliki rumah pertama. Saat ini tercatat tidak kurang 341.335 PNS yang menjadi peserta Tapera aktif di lingkup Provinsi Jawa Timur. Dari data itu, sebanyak 299.164 peserta telah melakukan pemutakhiran data oleh pemberi […]

  • Optimalkan Insentif PPN DTP, Aryana Karawaci Pasarkan Rumah Siap Huni

    Optimalkan Insentif PPN DTP, Aryana Karawaci Pasarkan Rumah Siap Huni

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Kalangan pengembang merespon positif kebijakan pemerintah yang melanjutkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% hingga Desember 2024. Langkah itu dinilai akan mengairahkan pasar dan mendorong penjualan rumah. Direktur Utama PT Purinusa Jayakusuma, Sianna Sutinah Rustanto mengatakan pemerintah sangat perhatian kepada sektor properti dan kondisi itu harus dimanfaatkan masyarakat secara […]

  • Peduli CSR, Buana Kassiti Group Raih Prominent Awards 2024

    Peduli CSR, Buana Kassiti Group Raih Prominent Awards 2024

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Salutee bekerjasama dengan Metro TV kembali menggelar Prominent Awards 2024 dengan tema “Untukmu Indonesia” di Grand Studio Metro TV Jakarta, pada Jumat, 9 Agustus 2024. Ajang ini sebagai apresiasi penghargaan khusus yang diberikan kepada korporasi swasta, emiten, BUMN dan yayasan yang telah berkontribusi dan bermanfaat untuk Indonesia. Penghargaan diberikan kepada 25 penerima setelah […]

  • Natal dan Tahun Baru 2025

    Pemerintah Bersiap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2025

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menjalankan sejumlah strategi dalam upaya kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Persiapan itu antara lain untuk memperlancar pergerakan 110,67 juta orang terkait aktivitas mudik libur Nataru. “Kelancaran arus mudik Nataru dilakukan melalui penambahan panjang jalan non-tol dan jalan tol, peningkatan kemantapan jalan (termasuk zero pothole dan rehabilitasi jalan), peningkatan […]

  • SIG Pasok Pemecah Gelombang di Raja Ampat

    SIG Pasok Pemecah Gelombang di Raja Ampat

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Unit usaha produsen semen pelat merah SIG, PT Varia Usaha Beton (VUB), memasok 2.630 unit pemecah gelombang jenis tetrapod di Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini sebagai upaya pelestarian destinasi wisata prioritas Raja Ampat. Pemecah gelombang seberat 1,2 ton per unit berfungsi mencegah kerusakan pantai sekaligus melindungi wilayah […]

Translate »
expand_less