Dirjen Perumahan Ajak Civitas Akademika ITB Berkontribusi

0
438
Proyek tol (Foto: Kementerian PUPR) perumahan

Jakarta – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto mendorong kalangan akademisi di perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi dan inovasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Iwan pada Institut Teknologi Bandung Civil Engineering Expo (ICEE) 2022. Event ini terselenggara berkat kerja sama Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB bersama dengan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS).

Adanya teknologi di sektor konstruksi tentunya akan meningkatkan transformasi digital sehingga Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain di era Revolusi Industri 4.0 ini.

“Kami juga mengajak seluruh civitas akademika khususnya jajaran dosen dan para mahasiswa Teknik Sipil ITB untuk mengeksplor inovasi atau terobosan dalam untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujar Iwan Suprijanto  saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan ICEE 2022 secara daring pada hari Minggu (30/1/2022).

Lebih lanjut, Iwan menerangkan, inovasi atau terobosan bisa berupa pengembangan teknologi bahan dan material. Demikian pula dengan metode konstruksi untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Iwan juga berharap inovasi yang akan menumbuhan jiwa kewirausahaan kalangan mahasiswa.

Pada era Revolusi Industri 4.0 dan dan adanya masalah kesehatan dunia dalam dua tahun terakhir, imbuhnya, telah mengharuskan terjadinya transformasi digital di sektor konstruksi.

Apalagi pada gelombang era revolusi industri 4.0 yang sangat terkait dengan perekonomian nasional, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah membuat kebijakan transformasi ekonomi di era industri 4.0.

Transformasi struktural ekonomi mengarah pada supply side yang seimbang dengan demand side. Dengan keseimbangan tersebut, kemajuan ekonomi akan terwujud.

Pembangunan Infrastruktur

Apalagi jika melihat dari empat aspek supply side, pembangunan infrastruktur masih menjadi sektor penting dalam strategi dan kebijakan transformasi ekonomi ke depan. Artinya, dalam pembangunan infrastruktur juga harus turut mengadopsi dan sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Dalam hal ini erat kaitannya dengan transformasi digital sektor konstruksi. Tranformasi ini beberapa waktu lalu masih terasa rendah implementasinya pada pembangunan infrastruktur tanah air.

“Kementerian PUPR tidak akan menutup mata terhadap inovasi teknologi, terutama di sektor konstruksi. Salah satu yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi 3D Printing dalam sektor konstruksi,” terang Iwan.

Kementerian PUPR secara intensif berkolaborasi dengan BUMN yakni PT PP dengan program APPOLO nya. Lalu, perusahaan rintisan Start-up Company asli Indonesia Autoconz dalam mendukung teknologi ini.

“Saat ini sedang dilakukan uji coba rumah 3D Printing pertama di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Kami juga berencana memanfaatkan teknologi ini dalam pembangunan rumah khusus untuk masyarakat di beberapa lokasi di Indonesia,” terangnya.

Kementerian PUPR juga terus berupaya untuk mempercepat implementasi digitalisasi konstruksi melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kemudian, penguatan SDM konstruksi, penerapan hasil riset dan teknologi, serta dukungan berkesinambungan bagi inovasi/terobosan hasil karya anak bangsa.

Salah satu pekerjaan besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini ialah pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN). Integrasi dan kolaborasi yang solid adalah kata kunci demi terwujudnya IKN yang livable dan berkelanjutan.

Selain itu, Kementerian PUPR tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung penyelenggaraan beberapa event strategis, seperti Presidensi G20, ASEAN Summit, serta perhelatan MotoGP 500 di kawasan Mandalika.

“Transformasi digital tidak akan berjalan efektif diterapkan jika hanya pada satu atau sebagian tahap saja. Dimulai dari tahap programming, planning (design), construction, dan Operation & Maintenance adalah sebuah rantai transformasi digital yang terus berkesinambungan,” tandasnya. (ADH)