Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dukung Program 3 Juta Rumah, REI Usung Penuntasan Masalah Perumahan

Dukung Program 3 Juta Rumah, REI Usung Penuntasan Masalah Perumahan

  • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Masalah di sektor perumahan sangat kompleks. Upaya untuk menuntaskan berbagai persoalan itu mendorong Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) untuk mengambil peran dalam perjuangan mengangkat dan menyampaikan permasalahan di sektor perumahan kepada pemerintah termasuk pemerintahan baru yang akan datang.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan permasalahan di sektor perumahan sangat kompleks dan selama ini diakui kurang ditanggani dengan baik. Hal itu sudah disampaikan REI berulang kali baik melalui berbagai forum maupun media massa, sehingga isu tersebut mendapat tanggapan terutama dari presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang diimplementasikan lewat Program Pembangunan 3 Juta Rumah per tahun.

“Tidak sampai disitu, REI juga saat ini tengah menunggu jadwal untuk bertemu presiden dan wakil presiden terpilih untuk menyampaikan peta jalan (roadmap) sektor perumahan dan propertinomic yang sudah kami siapkan,” ungkap pengusaha properti yang juga merupakan bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tersebut kepada wartawan, Senin (6/5).

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto

Joko menambahkan, sebagai Ketua Umum REI dan TKN Prabowo-Gibran dirinya sudah melakukan banyak hal untuk mendorong sektor perumahan diurus secara tepat diantaranya dengan paradigma propertinomic yang berlandaskan pada empat pilar yakni penguatan institusi atau kelembagaan yang mengurusi perumahan, fokus pada kebijakan dan keberpihakan, mengoptimalkan anggaran perumahan, serta mendorong sektor perumahan menjadi program strategis nasional (PSN).

Selain itu, REI juga terus mengajak banyak pihak untuk berdialog maupun membuka ruang-ruang diskursus terkait sektor perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mendorong pentingnya sektor properti menjadi garda terdepan bagi pencapaian net zero emission melalui program penanaman 1 juta pohon di seluruh proyek perumahan anggota REI.

Roadmap yang kami siapkan secara spesifik akan menjelaskan bagaimana sektor perumahan ini harus ditanggani baik skema pembiayaan maupun pola kemitraan yang dapat dikembangkan. REI sejak awal juga menjadi salah satu inisiator yang mendorong dibentuknya Kementerian Perumahan dan Perkotaan pada kabinet mendatang,” ungkap CEO Buana Kassiti Group yang hampir dua dekade terakhir telah menekuni seluk-beluk pembangunan perumahan kelas menengah dan rumah bersubsidi tersebut.

Kerjasama Penelitian

Saat ini, REI sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan penelitian mengenai seberapa besar sebenarnya kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Joko, sektor perumahan yang merupakan bagian dari sektor properti bersifat padat karya sehingga terbukti efektif menjadi backbone perekonomian yang menggerakkan lebih dari 180 industri ikutan lainnya.

“Kalau sektor properti ini bisa berlari kencang, maka banyak industri lainnya yang ikutan bergerak dari produk bahan bangunan, material konstruksi, perabot dan kerajinan hingga pedagang makanan di sekitar lokasi pembangunan properti,” jelasnya.

REI berulang kali sudah menyatakan kesiapan dan dukungan terhadap Program Pembangunan 3 Juta Rumah per tahun. Program ini dinilai realistis dan inline dengan usaha untuk menuntaskan angka backlog perumahan yang terus membengkak. Menurut Joko, jika konsisten dijalankan, maka pada 2029 jumlah backlog perumahan akan berkurang dan terkelola baik.

Dia menegaskan, pengentasan backlog rumah nasional tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa seperti yang selama ini telah dikerjakan. Namun harus ditanggani secara sangat luar biasa dan diluar kebiasaan (extra-ordinary) termasuk dengan memasang target pasokan yang besar untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat.

“Dan yang terpenting, persoalan perumahan harus menjadi prioritas dan bukan lagi sekadar pelengkap. Karena soal rumah ini kalau tidak dikelola dengan serius akan berpotensi menjadi “bom waktu” bagi pembangunan nasional di masa mendatang termasuk pembangunan karakter manusia Indonesia. Karena karakter bangsa berawal dari rumah,” tegas Joko.

Pada tahun 2035, hampir 66 persen penduduk indonesia atau sekitar 304 juta jiwa akan tinggal di perkotaan. Situasi itu butuh penangganan yang tepat, termasuk mengenai penyediaan tempat tinggal sesuai amanah konstitusi.

“Jumlah penduduk Indonesia yang tidak punya rumah sudah sekitar 20 persen dan angka itu berpotensi terus bertambah. Artinya Indonesia sudah masuk ke fase darurat perumahan, sehingga harus dituntaskan segara dengan cara super serius,” pungkas alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • 0Komentar

    BEKASI – Mendukung komitmen Pemerintah untuk mengakselerasi jumlah pasokan rumah layak huni, sehat, dan ramah lingkungan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memacu ketersediaan Rumah Rendah Emisi. Pada 2029, BTN membidik akan membiayai 150.000 Rumah Rendah Emisi. Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan pihaknya mendukung penuh inisiatif BTN dalam […]

  • Ilustrasi Pasar Properti Indonesia

    Ini yang Bikin Pasar Properti Beranjak Pulih

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus pemerintah berhasil membuat pasar properti pulih sepanjang tahun 2021. Hal ini ditandai dengan kenaikan harga properti pada kuartal kedua dan ketiga serta kenaikan pencarian properti secara tahunan. “Meskipun PPKM Darurat sempat menjadi ganjalan di pertengahan tahun, pemberian beragam insentif mampu menjaga optimisme pasar tetap hidup hingga akhir tahun. Hal ini membuat pengembang […]

  • Menparekraf Dorong Pengembangan KEK Likupang

    Menparekraf Dorong Pengembangan KEK Likupang

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara. Pengembangan KEK itu menggunakan konsep Kawasan Pariwisata Regeneratif (regeneratif tourism area) yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan sosial. “Pengembangan KEK Likupang tidak terlepas dari peranan pemerintah daerah. Regenerative tourism adalah konsep pariwisata era baru yang bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan, […]

  • Pengembang Rumah Subsidi di Sumsel Tunggu Kepastian PBG

    Pengembang Rumah Subsidi di Sumsel Tunggu Kepastian PBG

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Realisasi pembangunan rumah subsidi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat bergantung kepada kepastian perizinan terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hingga kini, pengembang masih menunggu kepastian terbitnya PBG. Pada 2021, Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sumsel berhasil merealisasikan pembangunan rumah subsidi sekitar 11.000 unit, dari […]

  • Kawasan Summarecon Crown Gading

    Summarecon Crown Gading Hadirkan Beragam Fasilitas Baru

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk melengkapi kawasan Summarecon Crown Gading dengan meluncurkan beragam fasilitas penunjang guna menghidupkan kawasan properti terpadu berskala kota. “Kehadiran beragam fasilitas di kawasan Summarecon Crown Gading menjadi bukti komitmen kami untuk menghidupkan kawasan tersebut. Kehadiran fasilitas ini diharapkan akan menjadikan Summarecon Crown Gading sebagai destinasi unggulan terbaru seperti pengembangan lain […]

  • Pengembang Optimistis Penjualan Lahan Industri Membaik

    Pengembang Optimistis Penjualan Lahan Industri Membaik

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis kinerja perseroan akan membaik di 2022. Hal itu didorong peningkatan penjualan lahan industri yang trennya terus membaik, terlebih di masa post-pandemic yang melonggarkan aktivitas masyarakat. Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan penjualan lahan seluas 20 hektar di Suryacipta City […]

Translate »
expand_less