Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » FORKAS Ungkap 7 Kendala Wujudkan Kemudahan dan Kepastian Berusaha

FORKAS Ungkap 7 Kendala Wujudkan Kemudahan dan Kepastian Berusaha

  • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejumlah persoalan menghadang dalam proses mewujudkan kemudahan dan kepastian berusaha, untuk mendorong ekspor dan daya saing produk Indonesia. Salah satunya kendalanya adalah Persetujuan Impor (PI) bahan baku dan penolong antara Kemenperin dengan Kemendag belum terintegrasi NSPK persetujuan sehingga membuat tidak ada kepastian.

“Yang kedua adalah pengurangan kuota PI bahan baku/ bahan penolong berdasarkan kebijakan otoritas membuat tidak ada kepastian perencanaan produksi. Kami menginginkan adanya NSPK yang mengatur masalah ini,” jelas Ketua Umum Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas), Mochammad Turino Junaedy dalam FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Mewujudkan Kemudahan dan Kepastian Berusaha, untuk Mendorong Ekspor dan Daya Saing Produk Indonesia” secara virtual, Senin , 8 Agustus 2022.

Junaedy melanjutkan, permasalahan ketiga adalah adanya perbedaan penetapan HS Code (hasil lab) Negara eksportir dengan negara importir. Permasalahan ini berpotensi sanksi re-ekspor. Kemudian, keempat, belum terakselerasinya sistem (SINAS, INATRADE, INSW) dalam satu kesatuan NSPK, SLA antar K/L dan belum internet of think.

Selanjutnya yang kelima adalah sering terjadinya rollback dalam implementasi sistem SINAS, INATRADE dalam INSW. Keenam. sering terjadi perubahan dan berlakunya regulasi dengan cepat tanpa transisi membuat vakumnya sistem lapangan.

“Yang ketujuh adalah kurangnya sosialisasi, Bimtek, Helpdesk dengan banyaknya regulasi dan sistem dengan sanksi yang berat, membuat setiap regulasi atau sistem menjadi penghambat dalam berusaha investasi. “Kami ingin dengan ini apa yang kita sinergikan sama-sama,” ucap Junaedy.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan keoptimasannya terhadap perekonomian Nasional . Salah satu penopang perekonomian nasional berasala dari kegiatan ekspor dan impor.

“Kita masih optimis perekonomian nasional kita masih akan baik di tengah ketidakpastian global dan salah satu yang kita andalkan adalah ekspor dan impor,” ujar Susiwijono.

Dampak

Permasalah tersebut memberikan sejumlah dampak, seperti ada keraguan dalam berkontrak antar para pelaku usaha. Kemudian adanya ketidakpastian dalam manajemen produksi. Yang ketiga adalah produksi tidak optimal dan produk yang dihasilkan tidak berdaya saing global.

“Ini adalah permasalahan kita bersama. Harapan kami dengan adanya pertemuan ini ada beberapa solusi yang bisa menjadikan tujuan, yaitu adalah meningkatkan produktivitas berdaya saing global dan meningkatkan volume ekspor 20-30 persen,” terang Junaedy.

Ketua Umum Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas), Mochammad Turino Junaedy. (Foto: Istimewa)

Tujuan yang berikutnya adalah mendapatkan persetujuan impor bahan baku dan bahan penolong sesuai dengan kebutuhan produksi dengan kepastian NSPK yang terukur dan transparan. Ketiga, adanya relaksasi regulasi HS Code dan penghapusan sanksi re-ekspor atas kesalahan administrasi HS Code yang tidak signifikan.

Keempat, akselerasi, integrasi dalam perangkat sistem yang handal prizinan antar K/L disertai regulasi NSPK dan SLA dengan internet of think tanpa adanya rollback yang berlebihan. Kelima, perubahan regulasi dengan masa transisi tanpa adanya vakum layanan. Keenam, diadakan Bimtek dan helpdesk atas regulasi dan sistem perizinan di setiap K/L.

Ketujuh, membentuk tim helpdesk K/L bersama asosiasi memberikan bantuan atas hambatan layanan. Delapan, terjadinya peningkatan pertumbuhan ekspor dan produktivitas sebanyak 20-30 persen dari kondisi eksisting. Caranya dengan membenahi regulasi atau sistem terkait guna meningkatkan daya saing produk lokal berdaya saing global di luar negeri. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEK Bali

    KEK Kura-Kura dan Sanur Lengkapi Kawasan Ekonomi Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali, yaitu KEK Kura-Kura Bali dan KEK Sanur di Denpasar diharapkan melengkapi kawasan ekonomi kesehatan yang ada di Sanur dan mendukung industri pariwisata. “Tentu kawasan ekonomi ini diharapkan melengkapi kawasan ekonomi kesehatan yang ada di Sanur. Oleh karena itu, Bali salah satu provinsi yang dapat dua KEK, […]

  • 77 Persen ASN di Banten Belum Pemutakhiran Data Tapera

    77 Persen ASN di Banten Belum Pemutakhiran Data Tapera

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebanyak 55.753 (77,27 persen) aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Banten belum melakukan pemutakhiran data pada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Sejak pertengahan tahun 2021, hingga kini tercatat baru 16.398 (atau setara 22,73 persen) ASN di Pemerintah Provinsi Banten yang sudah melakukan pemutakhiran data. “Kami menghimbau ASN agar segera melakukan pemutakhiran […]

  • Harga dan Okupansi Naik, Pasar Apartemen Sewa Membaik

    Harga dan Okupansi Naik, Pasar Apartemen Sewa Membaik

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meredanya pandemi yang ditandai dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai membangkitkan performa subsektor apartemen sewa (service apartment) di Jakarta secara perlahan sejak akhir 2022. Laporan Jakarta Property Highlight yang disampaikan Knight Frank Indonesia mencatat penguatan tipis pada tingkat hunian (okupansi) sektor apartemen sewa di Jakarta dibanding semester sebelumnya menjadi 60,99%. Rerata […]

  • Summarecon Expo 2025

    Rayakan HUT ke-50, Summarecon Expo 2025 Targetkan Penjualan Rp1,5 T

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam perayaan HUT ke-50, PT Summarecon Agung Tbk menggelar “Summarecon Expo 2025” yang menghadirkan beragam properti unggulan di 9 kawasan dengan target penjualan sebesar Rp 1,5 triliun. “Gelaran pameran tahun lalu tercatat penjualan sebesar Rp 1,2 triliun sehingga di tahun ini, kami optimistis bisa mencapai setidaknya Rp 1,5 triliun,” tutur Direktur PT Summarecon […]

  • Jaga Momentum Pasar, ISPI Group Luncurkan Rumah Rp600 Jutaan

    Jaga Momentum Pasar, ISPI Group Luncurkan Rumah Rp600 Jutaan

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • 0Komentar

    BEKASI – ISPI Group meluncurkan cluster terbarunya, Cluster Paris di Mutiara Gading City (MGC), Bekasi, Jumat (15/9). Cluster yang dikembangkan di atas lahan seluas 7,8 hektar tersebut merupakan cluster ke-17 di proyek MGC. Cluster ini mengusung tagline New Cluster, New Design and New Lifestyle. Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto menyebutkan pengembangan Cluster Paris dilakukan […]

  • Edisi Maret 2020

    Majalah REI Edisi Maret 2020

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Penataan ruang menyangkut seluruh aspek kehidupan sehingga masyarakat perlu mendapat akses dalam proses perencanaan penataan ruang. Karena itulah, membahas perencanaan ruang sebenarnya kita sedang berbicara tentang peradaban manusia. Begitu pun ketika pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, kita […]

Translate »
expand_less