Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kurangi Emisi Karbon, Pentingnya Dukungan Pemerintah dan Sektor Swasta

Kurangi Emisi Karbon, Pentingnya Dukungan Pemerintah dan Sektor Swasta

  • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Upaya mengurangi emisi karbon perlu dukungan dari pemerintah kepada sektor swasta dalam, seperti dalam bentuk pemberian insentif. Sedangkan, sektor swasta juga harus melakukan sejumlah langkah penghematan energi untuk mengurangi emisi karbon.

“Pemerintah diharapkan dan dukungan mengenai pengadaan insentif bagi yang menggunakan energi terbarukan, penghematan energi, dan low karbon dengan sistem tertentu,” ucap Wakomtap Perumahan Kadin PUPR dan Infrastruktur, Ignesjz Kemalawarta dalam Webinar Kendala dan Potensi Perumahan 2022 dalam Menuju Perumahan/Properti Rendah Energi dan Emisi Karbon, Jumat, 25 Februari 2022.

Ignesjz menjelaskan, pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada sektor swasta yang  telah menerapkan green building dengan 50 persen lebih penggunaan low embodied carbon. Selain itu, mensyaratkan produsen bahan bangunan untuk mengeluarkan EPD (Environment Product Description).

Upaya lainnya yang dapat pemerintah lakukan adalah dengan mengupayakan harga panel surya yang lebih murah. Kemudian, secara luar biasa mempromosikan penggunaan energi terbarukan dan beralih dari penggunaan bahan bakar fosil.

Webinar Kendala dan Potensi Perumahan 2022 dalam Menuju Perumahan/Properti Rendah Energi dan Emisi Karbon

Webinar Kendala dan Potensi Perumahan 2022 dalam Menuju Perumahan/Properti Rendah Energi dan Emisi Karbon (Foto: Istimewa)

Peran Swasta

“Dari segi swsata kita juga harus melakukan yang pertama memang kita harus menghitung berapa emisi karbon dari gedung kita. Langkah ini perlu kita lakukan,” kata Ignesjz yang juga Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perundang-undangan dan Regulasi Properti dan Ketua Dewan Pengawas GBCI.

Ignesjz melanjutkan, sektor swasta juga harus melakukan upaya mitigasi terhadap pengurangan item sesuai perhitungan emisi karbonnya. Pilihan upaya mitigasinya, antara lain penerpan bangunan hijau menuju zero energy, penggunaan energi terbarukan, dan menambah area hijau terutama pohon.

Selain itu, mendidik pengguna bangunan untuk selalu hemat energi dan memperbanyak transportasi umum serta pedestrian jalus sepeda yang nyaman. Ini agar warga beralih dari mobil  dengan fossil fuel.

“Terakhir, menggunakan material dengan low embodied carbon dan mengambil material dengan jarak dekat,” ujar Ignesjz.

Sektor swasta juga harus memperhatikan adanya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Dalam Pembangunan Nasional.

“Saya rasa ini sudah harus mulai, jangan sampai terlambat. Sudah ada Perpres 98 dan Undang-undang Pajak Karbon. Kalau ini sudah di-undangkan dan kita belum menghemat energi dan karbon kita harus membayar,” tutup Ignesjz. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Tanam 283 Ribu Pohon di Tahun 2023

    PLN Tanam 283 Ribu Pohon di Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – PT PLN (Persero) telah menanam sebanyak 283.739 pohon di areal seluas 141,45 hektare sepanjang tahun 2023 kemarin. Kegiatan tersebut merupakan kontribusi perseroan dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus bagian dari program prioritas tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perseroan. “Melalui program penanaman pohon ini, harapannya dapat memberi manfaat yang baik terutama untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. […]

  • Wow! Inggris Terapkan Aturan Leasehold 990 Tahun

    Wow! Inggris Terapkan Aturan Leasehold 990 Tahun

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Inggris telah melaksanakan reformasi peraturan properti terbesar selama 40 tahun, dengan memperpanjang leasehold (atau yang dikenal di Indonesia sebagai Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, atau Hak Pakai) dari maksimal 99 tahun menjadi 990 tahun tanpa biaya ‘sewa’. Ada dua perbedaan status kepemilikan atas properti, yakni pemegang freehold memiliki tanah serta bangunannya. Sedangkan, […]

  • REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengupayakan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan polusi udara. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan langkah sistemik dan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. “Upaya mengatasi polusi udara di Jakarta harus melalui kebijakan sistemik dan menyeluruh dari seluruh stakeholder. Tidak cukup pemerintah saja, atau dengan solusi skala warga. Harus ada […]

  • Pengembang Kalsel Bidik Proyek IKN

    Pengembang Kalsel Bidik Proyek IKN

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • 0Komentar

    Banjarmasin – Proyek relokasi Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur ternyata menarik minat pengembang di provinsi tetangganya, yakni Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Kalsel, Ahyat, dalam seremoni Pembukaan REI Kalsel Expo 2022, di Banjarmasin, Rabu 27 Juli 2022. “Kalsel dapat mengambil peranan sebagai penyangga dalam proyek […]

  • Dua Menteri dan Kepala BKPM Bertemu Bahas Infrastruktur Kawasan Industri

    Dua Menteri dan Kepala BKPM Bertemu Bahas Infrastruktur Kawasan Industri

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tiga pejabat tinggi negara yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan membahas dukungan jaringan jalan nasional yang terkoneksi dengan infrastruktur perhubungan dan kawasan industri. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (22/4/2021). […]

  • Bank Dunia Apresiasi Capaian Reforma Agraria Indonesia

    Bank Dunia Apresiasi Capaian Reforma Agraria Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Dunia serta sejumlah negara di dunia mengapresiasi capaian Reforma Agraria yang dijalankan Indonesia selama tujuh tahun terakhir. Hal itu terungkap saat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara pada World Bank Land Conference 2024, di Washington DC, Senin, 13 Mei 2024 waktu setempat. Menteri AHY […]

Translate »
expand_less