SCG Indonesia Cetak Penjualan Rp6,21 T

SCG Indonesia mencetak pendapatan dari penjualan sebesar Rp6,21 triliun (US$433 juta). Pendapatan tersebut meningkat 18 persen secara tahunan.
0
21
SCG Indonesia

Jakarta – SCG Indonesia mencetak pendapatan dari penjualan sebesar Rp6,21 triliun (US$433 juta). Pendapatan tersebut meningkat 18 persen secara tahunan terutama dari unit bisnis kemasan atau SCGP (yang didominasi oleh FajarPaper dan Intan Group) dan penjualan ekspor dari Thailand.

“Kami berharap angka ini dapat terus tumbuh pada 2022, melalui penguatan penjualan domestik, serta mendorong penjualan ekspor seiring momentum dibukanya kembali batas Negara,” ungkap Country Director SCG di Indonesia Warit Jintanawan dalam keterangan resminya, Jumat, 14 Mei 2022.

Berdasarkan laporan Q1/2022, total aset SCG di Indonesia adalah Rp51,18 triliun (US$3,57 miliar), meningkat 14 persen y-o-y.  Terutama dari investasi bisnis kimia di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP).

Secara global, dari hasil Operasi Perusahaan Q1/2022 yang belum diaudit tercatat Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp66,31 triliun (US$4,61 miliar). Pendapatan ini meningkat 7 persen q-o-q, berkat penjualan yang lebih tinggi di seluruh lini bisnis.

Sementara itu, Laba Periode Berjalan mencapai Rp3,84 triliun (US$268 juta), meningkat 6% q-o-q. Sebagian besar laba berasal dari peningkatan kinerja bisnis semen dan bahan bangunan dan pendapatan ekuitas non-kimia yang lebih tinggi (bisnis alat pertanian).

“Secara y-o-y, Pendapatan dari Penjualan meningkat 25 ersen. Total aset konsolidasi SCG per 31 Maret 2022 adalah sebesar Rp386,76 triliun (US$26,71 miliar), di mana 45 persen merupakan aset di ASEAN,” kata Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash.

Bisnis di ASEAN

Untuk bisnis SCG di ASEAN, Pendapatan dari Penjualan di Q1/2022 meningkat 30 persen secara y-o-y, sebesar Rp18,25 triliun (US$1,27 miliar). Angka tersebut mencakup 28 persen dari total Pendapatan dari Penjualan SCG. Nilai tersebut termasuk penjualan dari kedua operasi lokal di setiap pasar di ASEAN dan impor dari operasi Thailand.

Per 31 Maret 2022, total aset SCG adalah sebesar Rp383,04 triliun (US$26,71 miliar). Sedangkan total aset SCG di ASEAN (tidak termasuk Thailand) adalah Rp223,87 triliun (US$15,61 miliar). Angka tersebut 58 persen dari total aset konsolidasi SCG.

Guna merespons situasi secara proaktif dan cepat serta memasuki pasar global, SCG melakukan empat strategi. Pertama, manajemen bisnis yang proaktif. Kedua. Peluncuran inovasi di waktu yang tepat. Ketiga, investasi yang berasal dari strategi pertumbuhan.  Keempat, percepatan ESG dengan ESG 4 Plus (Net-Zero, Go Green, Reduce Inequality, dan Embrace Collaboration). (SAN)

EnglishIndonesian